- 8.8/10 (12 Reviews)

- 2 bulan lalu
WhatsApp hanya mendukung Android 6 atau lebih baru mulai 8 September 2026. Cek kapan cukup update OS dan kapan ganti HP lebih masuk akal.

Hedra.ID - Tesla menargetkan Cybercab mulai sampai ke tangan pelanggan sebelum akhir 2026. Namun, tahap awalnya akan dilakukan dalam skala kecil dan kendaraan yang diproduksi saat ini masih diprioritaskan untuk armada Robotaxi milik Tesla sendiri.
Target itu disampaikan Vice President of Vehicle Engineering Tesla, Lars Moravy, dalam earnings call kuartal ketiga perusahaan yang dimuat di situs resmi Tesla, Rabu (21/10/2026).
“Singkatnya, kami sedang berupaya membawa Cybercab ke pelanggan pada akhir tahun ini, 2026,” kata Moravy. “Kami akan memulainya dalam skala kecil tahun ini dan mempelajari berbagai hal mengenai pengiriman, kepemilikan, serta pengelolaan armada kendaraan otonom di tangan pelanggan.”
Cybercab diproduksi di Texas dan sudah digunakan dalam layanan Robotaxi Tesla di area terbatas Austin. Dalam laporan kuartal ketiganya, Tesla mengatakan telah mulai memasukkan Cybercab ke armada Robotaxi dan mencatat hampir dua juta mil perjalanan tanpa pengemudi secara kumulatif untuk layanan Robotaxi hingga akhir kuartal. Angka itu mencakup layanan Robotaxi secara keseluruhan, bukan perjalanan Cybercab saja.
Meski Tesla ingin mulai menyerahkan Cybercab kepada pihak luar, perusahaan belum mengumumkan harga, jumlah unit yang akan tersedia pada tahap pertama, atau tanggal pengiriman yang lebih spesifik.
Tesla saat ini menyediakan formulir bagi pihak yang berminat membeli armada maupun satu unit Cybercab untuk keperluan komersial. Karena itu, target penyerahan kepada “pelanggan” belum berarti Cybercab akan langsung dipasarkan sebagai mobil pribadi untuk konsumen umum.
CEO Tesla Elon Musk juga menegaskan posisi Cybercab berbeda dari mobil seperti Model 3 dan Model Y.
“Cybercab terutama akan ditawarkan sebagai transportasi sebagai layanan,” kata Musk. “Sebagian besar Cybercab pada dasarnya akan tetap dimiliki Tesla dan digunakan sebagai layanan transportasi.”
Rencana itu menunjukkan Tesla masih melihat Cybercab terutama sebagai bagian dari bisnis Robotaxi, meski membuka kemungkinan kepemilikan oleh pihak lain. Moravy mengatakan pengalaman dari penyerahan awal akan digunakan Tesla untuk mempelajari proses kepemilikan dan pengelolaan kendaraan otonom sebelum memperbesar skalanya.
Di sisi lain, Cybercab masih menghadapi pemeriksaan regulator di Amerika Serikat. National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA pada 4 September membuka Audit Query untuk menilai dasar self-certification Tesla bahwa Cybercab memenuhi Federal Motor Vehicle Safety Standards.
Pemeriksaan itu berkaitan dengan desain Cybercab yang tidak menggunakan kontrol manusia tradisional seperti setir. NHTSA mengatakan sejumlah standar untuk kendaraan otonom memang sedang diperbarui, tetapi aturan yang berlaku sekarang tetap harus dipenuhi selama proses tersebut belum selesai.
“Kami sepenuhnya mendukung pengembangan dan penerapan kendaraan otomatis yang aman. Namun, sebagai regulator federal, kami perlu memastikan seluruh hukum dipatuhi,” kata Administrator NHTSA Jonathan Morrison.
Dengan demikian, akhir 2026 masih menjadi target Tesla, bukan tanggal penyerahan yang sudah dipastikan. Seberapa luas Cybercab akan tersedia bagi pelanggan juga belum jelas karena perusahaan belum merinci harga, volume awal, maupun cakupan penjualannya.