
- sebulan lalu
Xiaomi 18 Fold menawarkan hardware agresif, tetapi belum resmi tersedia di Indonesia. Galaxy Z Fold 8 lebih masuk akal untuk mayoritas pembeli lokal.

Hedra.ID - Volvo Cars memperluas kerja samanya dengan NVIDIA untuk mengembangkan teknologi bantuan pengemudi dan automated driving generasi berikutnya. Kolaborasi ini akan membawa lebih banyak teknologi AI dan komputasi NVIDIA ke mobil Volvo yang akan datang.
Volvo mengklaim sistem tersebut akan memanfaatkan arsitektur sensor dan komputasi NVIDIA Hyperion, Halos OS, serta perangkat lunak berkendara Alpamayo Stack. Teknologi itu dijadwalkan pertama kali hadir pada salah satu mobil Volvo generasi berikutnya, meski perusahaan belum mengungkap model yang akan menggunakannya.
Kerja sama ini melanjutkan hubungan Volvo dan NVIDIA yang dimulai pada 2017. Kali ini, keduanya ingin mengembangkan sistem yang dapat menangani kondisi berkendara lebih kompleks, mulai dari jalan raya dan lalu lintas perkotaan hingga parkir. Volvo juga menargetkan pengenalan kemampuan eyes-off dan mind-off secara bertahap.
CEO Volvo Cars Håkan Samuelsson mengatakan kolaborasi tersebut mempertemukan keahlian keselamatan Volvo dengan teknologi AI NVIDIA.
“Gabungan itu memberi kami peluang unik untuk membuat mobil yang lebih aman dan menarik bagi pelanggan,” kata Samuelsson dalam pernyataan di situs resmi NVIDIA, Jumat (16/10/2026).
Meski demikian, Volvo memilih pendekatan bertahap untuk membawa teknologi tersebut ke jalan. Kepada wartawan, Samuelsson menegaskan perusahaan tidak akan merilis kemampuan itu pada kondisi yang belum dinilai aman. Reuters juga melaporkan fitur-fitur baru akan diperluas seiring Volvo mendapatkan keyakinan terhadap kemampuan sistem.
“Tidak perlu terburu-buru, keselamatan yang utama,” kata CEO NVIDIA Jensen Huang.
Baca juga: Dashboard Mobil Listrik Ferrari Luce Pakai Layar OLED Samsung
Menurut Alwin Bakkenes, kepala software engineering Volvo Cars, teknologi tersebut ditargetkan mulai hadir pada kendaraan Volvo sebelum 2030. Perusahaan ini pada akhirnya mengharapkan sistemnya mendukung berkendara hands-free di jalan raya maupun lingkungan perkotaan. Peluncuran direncanakan di beberapa kawasan secara bersamaan, dengan China tidak termasuk dalam rencana tersebut.
Volvo juga belum menentukan bagaimana fitur itu nantinya akan dihargai. Bakkenes mengatakan kemampuan tersebut tidak direncanakan hanya untuk model Volvo berharga lebih tinggi. Detail mengenai model pertama, harga, dan waktu peluncuran yang lebih spesifik masih belum diumumkan.