- 8.8/10 (12 Reviews)

- 28 hari lalu
Apple resmi mengumumkan pergantian kepemimpinan tertinggi setelah mengarungi era Tim Cook selama kurang lebih 15 tahun.

Hedra.ID, Malaysia - iQOO Z11 5G akhirnya resmi menyapa pasar global dengan membawa satu fitur yang langsung mencuri perhatian: baterai jumbo 9020mAh. Kapasitas ini bukan sekadar besar untuk ukuran ponsel kelas menengah, tetapi juga mulai mendekati kapasitas perangkat tablet kecil.
Ponsel terbaru sub-brand vivo ini debut global melalui pasar Malaysia pada awal Mei 2026. Di atas kertas, iQOO Z11 5G mengandalkan kombinasi baterai besar, layar AMOLED 144Hz, chipset Snapdragon 7s Gen 4, dan sertifikasi ketahanan IP68/IP69. Namun, ada satu catatan penting yang perlu diketahui calon pembeli: spesifikasi versi global ternyata tidak sepenuhnya sama dengan versi China.
Daya tarik terbesar iQOO Z11 5G jelas ada di sektor baterai. Perangkat ini membawa baterai BlueVolt 9020mAh dengan teknologi silikon-anoda generasi keempat. Menurut iQOO, kapasitas tersebut bisa ditempatkan dalam bodi setebal 8,25 mm dengan bobot 213 gram. Artinya, baterainya besar, tetapi dimensinya masih tergolong masuk akal untuk ponsel harian.
Klaim daya tahannya juga cukup agresif. iQOO menyebut perangkat ini mampu dipakai hingga 12,6 jam untuk bermain game, 37 jam menonton YouTube, 14 jam panggilan video, dan standby hingga 15 hari dalam skenario tertentu. Tentu, angka ini berasal dari pengujian laboratorium, sehingga hasil pemakaian sehari-hari tetap akan dipengaruhi jaringan, tingkat kecerahan layar, aplikasi aktif, dan kebiasaan pengguna.
Untuk pengisian daya, iQOO Z11 5G mendukung 90W FlashCharge. Ada pula fitur bypass charging yang berguna ketika ponsel dipakai bermain game sambil terhubung ke charger. Fitur ini membantu mengurangi panas karena aliran daya tidak selalu langsung dipaksa masuk ke baterai. Ponsel ini juga mendukung reverse charging 7,5W, sehingga bisa dipakai untuk mengisi perangkat kecil lain dalam kondisi darurat.
Di bagian depan, iQOO Z11 5G membawa layar AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1.5K. Panel ini mendukung refresh rate 144Hz, warna 1,07 miliar, cakupan warna 100 persen P3, serta kerapatan 449 ppi. Kombinasi ini membuatnya menarik untuk pengguna yang sering menonton video, bermain game, atau scrolling media sosial dalam waktu lama.
Tingkat kecerahannya juga menjadi salah satu nilai jual. iQOO mencantumkan kecerahan manual 800 nits, global peak brightness 2000 nits, dan local peak brightness hingga 5000 nits dalam kondisi tertentu seperti cahaya luar ruang atau konten HDR. Dengan kata lain, angka 5000 nits bukan kecerahan layar penuh sepanjang waktu, melainkan puncak lokal dalam skenario spesifik.
Untuk pasar global, iQOO Z11 5G memakai Snapdragon 7s Gen 4. Chip ini memiliki konfigurasi delapan inti dengan satu prime core 2,7GHz, tiga performance core 2,4GHz, dan empat efficiency core 1,8GHz. iQOO memadukannya dengan RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 3.1. Pada varian 12GB/256GB, perusahaan mengklaim skor AnTuTu bisa mencapai sekitar 1,2 juta poin.
Namun, di sinilah perbedaan dengan versi China mulai terasa. iQOO Z11 versi China lebih dulu meluncur dengan MediaTek Dimensity 8500, layar 165Hz, pilihan RAM hingga 16GB, dan penyimpanan hingga 512GB. Sementara versi global turun ke Snapdragon 7s Gen 4, layar 144Hz, serta opsi memori yang lebih terbatas.
Bagi pengguna umum, perbedaan ini belum tentu langsung terasa dalam pemakaian harian. Snapdragon 7s Gen 4 tetap cukup untuk media sosial, multitasking, streaming, dan game populer. Namun, bagi pengguna yang mengikuti spesifikasi secara detail, versi China memang terlihat lebih agresif di atas kertas.
Sektor kamera iQOO Z11 5G tergolong aman, meski bukan bagian paling menonjol. Ponsel ini membawa kamera utama 50MP Sony IMX882 dengan OIS, ditemani kamera bokeh 2MP. Di depan, tersedia kamera selfie 32MP. Kamera depan dan belakang sama-sama mendukung perekaman video hingga 4K 30fps.
Kehadiran OIS menjadi nilai tambah, terutama untuk memotret di kondisi cahaya kurang ideal atau merekam video agar lebih stabil. Namun, absennya kamera ultrawide bisa menjadi catatan bagi pengguna yang sering memotret lanskap, foto grup, atau konten perjalanan.
iQOO Z11 5G juga sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. Perangkat ini diklaim tahan debu, bisa bertahan di air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit, serta lolos pengujian semprotan air bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Meski begitu, iQOO tetap memberi catatan bahwa ketahanan air bisa menurun seiring pemakaian dan kerusakan akibat cairan tidak selalu ditanggung garansi.
Dari sisi software, ponsel ini menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. iQOO juga membekali perangkat dengan sejumlah fitur berbasis AI, seperti AI Erase, AI UHD, AI Transcript Assist, AI Captions, Circle to Search with Google, dan integrasi Google Gemini. Ketersediaan fitur ini bisa berbeda tergantung wilayah, bahasa, dan aplikasi yang digunakan.
Di Malaysia, iQOO Z11 dijual mulai 1.899 ringgit untuk varian 8GB/256GB, sedangkan varian 12GB/256GB dibanderol 2.199 ringgit. Harga resmi untuk Indonesia belum diumumkan, sehingga banderol lokal masih harus menunggu konfirmasi iQOO Indonesia.
Jika masuk Indonesia, iQOO Z11 5G berpotensi menarik perhatian di segmen ponsel performa menengah dengan baterai besar. Pasarnya cukup jelas: pengguna yang butuh HP awet untuk kerja lapangan, konten, streaming, navigasi, sampai game mobile.