- 8.8/10 (12 Reviews)

- 24 hari lalu
Samsung resmi memperluas fitur Galaxy AI ke perangkat generasi sebelumnya melalui pembaruan One UI 8.5.

Hedra.ID, Jakarta - Sertis resmi membentuk PT Sertis Teknologi Indonesia sebagai langkah masuk yang lebih serius ke pasar AI Indonesia.
Perusahaan AI dan data asal Thailand itu mendirikan entitas baru tersebut melalui kolaborasi dengan Toto Sugiri, CEO DCI Indonesia, salah satu nama penting di industri pusat data nasional.
Langkah ini membuat kehadiran Sertis di Indonesia tidak hanya bertumpu pada kemampuan AI. Ada isu lain yang ikut dibawa, mulai dari keamanan, kepatuhan, sampai kebutuhan memproses data di dalam negeri.
Dalam pengumuman resminya, Rabu (13/5/2026), Sertis menekankan kombinasi antara kapabilitas AI enterprise dan infrastruktur lokal yang dinilai aman, patuh, serta sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Poin ini penting karena organisasi kini tidak hanya bertanya apakah solusi AI bisa bekerja. Mereka juga perlu tahu di mana data diproses, siapa yang mengelola infrastrukturnya, dan apakah implementasinya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
DCI Indonesia sendiri dikenal sebagai penyedia pusat data lokal dengan fasilitas bersertifikasi Tier IV. Dalam laman resminya, DCI menyebut E1 Data Center di Jakarta memiliki kapasitas 19 MW dan sertifikasi Uptime Tier IV.
Bagi perusahaan yang menangani data sensitif, pendekatan on-shore seperti ini bisa menjadi pertimbangan penting. Terutama jika implementasi AI harus berjalan bersama tata kelola data, audit, dan kepatuhan sejak awal.
Sekedar informasi, Sertis bukan pemain baru di bidang AI dan data. Pasalnya, perusahaan ini telah mengembangkan sejumlah platform berbasis AI, termasuk Knowledge Management AI, Private Large Language Models, dan Insight Hub for Retail. Solusi itu disebut sudah digunakan di sejumlah industri seperti perbankan, ritel, energi, dan manufaktur.
Di Indonesia, sektor yang disorot mencakup ritel, keuangan, pertanian, dan energi. Masing-masing sektor punya kebutuhan AI yang berbeda.
Ritel bisa memakai AI untuk membaca pola pelanggan dan inventaris, keuangan membutuhkan dukungan analitik dan otomasi, sementara pertanian dan energi bisa memanfaatkan data untuk pemantauan dan pengambilan keputusan.
Namun, kebutuhan yang besar tidak otomatis membuat adopsi berjalan mudah. AI korporat biasanya menuntut data yang rapi, integrasi sistem, kesiapan tim internal, dan tujuan bisnis yang jelas.
Pembentukan PT Sertis Teknologi Indonesia memberi Sertis pijakan lokal yang lebih kuat. Meski begitu, keberhasilan kemitraan ini tidak cukup ditentukan oleh teknologi yang dibawa dari luar.
Pasar Indonesia memiliki dinamika sendiri, termasuk tingkat kematangan digital yang berbeda antarindustri, kebutuhan kepatuhan, dan cara perusahaan mengambil keputusan teknologi.
Di titik ini, pengalaman regional Sertis perlu diterjemahkan menjadi solusi yang benar-benar cocok untuk organisasi lokal.
Hal berikutnya yang perlu dipantau adalah bentuk layanan yang akan ditawarkan PT Sertis Teknologi Indonesia, sektor mana yang menjadi pengguna awal, dan sejauh mana pendekatan infrastruktur lokal bisa menjadi pembeda dalam persaingan layanan AI enterprise di Indonesia.