- 8.8/10 (12 Reviews)

- sebulan lalu
Apple resmi mengumumkan pergantian kepemimpinan tertinggi setelah mengarungi era Tim Cook selama kurang lebih 15 tahun.

Hedra.ID, Maranello - Samsung Display mengumumkan bahwa mereka menjadi pemasok eksklusif empat panel OLED untuk Ferrari Luce. Panel itu dipakai di tiga area utama, yaitu binnacle di depan pengemudi, panel kontrol tengah, dan panel kontrol untuk penumpang belakang.
Seperti dilansir DigitalTrends, Selasa (26/5/2026), Samsung Display menyebut susunan itu terdiri dari panel OLED 12 inci di bagian bawah dan panel OLED 12,9 inci di bagian atas. Panel atas memiliki tiga lubang melingkar, sehingga tampilan dari panel bawah tetap terlihat. Di antara dua lapisan tersebut, ada jarum mekanis yang bergerak secara fisik.
Pendekatan ini membuat dashboard Ferrari Luce tidak terasa seperti layar datar biasa. Panel bawah menampilkan latar dan indeks meter, sedangkan panel atas menampilkan indikator seperti torque-shift, pop-up, dan tell-tales di sekitar lubang.
Sementara itu, jarum mekanis bergerak di ruang antara dua panel. Hasilnya adalah antarmuka digital yang punya kedalaman visual dan masih menyisakan rasa instrumen analog.
Ini berbeda dari tren banyak mobil modern yang menjadikan layar besar sebagai pusat interaksi utama. Ferrari Luce justru memakai layar untuk membangun ulang kesan instrumen fisik, bukan sekadar menggantinya.
Konsep serupa juga muncul di panel tengah. Layar OLED 10,1 inci di area ini bisa menampilkan mode seperti jam, stopwatch, dan kompas, dengan tiga jarum mekanis yang terpasang melalui perforasi kecil dan dapat berputar 360 derajat secara real time.
Untuk penumpang belakang, Ferrari Luce memakai layar OLED 6,3 inci. Panel ini bisa dipakai untuk mengatur iklim kabin dan melihat informasi berkendara.

Sekedar informasi, Ferrari Luce tidak hanya menarik perhatian karena menjadi mobil listrik penuh pertama Ferrari. Bagian kabinnya juga membawa pendekatan yang tidak biasa: dashboard digital yang tetap berusaha mempertahankan rasa analog.
Bagian paling menarik ada di binnacle, area yang biasanya menampilkan speedometer dan informasi berkendara. Di sini, Ferrari Luce memakai dua panel OLED yang ditumpuk dalam satu struktur.
Bagian teknis yang membuat dashboard ini menonjol ada pada cara Samsung Display membuat lubang besar di area layar aktif. Ya, produsen layar ini memakai teknologi HIAA, atau Hole in Active Area, untuk memproses lubang pada panel OLED.
Pada smartphone, lubang kamera depan biasanya berukuran kurang dari 5 mm. Di binnacle Ferrari Luce, bukaannya disebut sekitar 100 mm, atau kira-kira 20 kali lebih besar.
Ukuran sebesar itu membuat tantangannya berbeda. Sinyal pada panel harus tetap dirutekan di sekitar lubang tanpa membuat tampilan terganggu, terlambat, atau tidak seragam.
Samsung Display menyebut desain berbasis HIAA dipakai untuk menjaga transmisi sinyal tetap stabil di sekitar area lubang besar. Perusahaan juga menerapkan Thin Film Encapsulation untuk melindungi material OLED di tepi potongan dari udara dan kelembapan.
Dengan kata lain, teknologi ini bukan hanya soal membuat bentuk layar terlihat berbeda. Tantangannya adalah menjaga panel tetap bekerja saat desain fisiknya tidak lagi mengikuti bentuk persegi panjang biasa.
Bagi pengguna umum, kabar ini mungkin belum langsung terasa sebagai fitur yang akan hadir di mobil harian. Namun, pendekatan Ferrari Luce memberi gambaran tentang arah lain desain interior kendaraan.
Dalam bahasa desainnya, layar tidak harus selalu hadir sebagai bidang besar yang mendominasi dashboard. Ia juga bisa menjadi bagian dari instrumen fisik yang lebih menyatu dengan kabin.
Bagi Samsung Display, Ferrari Luce menjadi etalase untuk menunjukkan fleksibilitas OLED di desain otomotif premium. Bagi Ferrari, teknologi ini membantu menjaga kesan mekanis yang masih dekat dengan identitas mobil performa, meski kendaraan yang diperkenalkan adalah mobil listrik.