
- 3 hari lalu
XPeng menarik kembali 33.473 unit X9 di China karena pegas udara depan berpotensi bocor setelah lama digunakan dalam kondisi panas dan lembap.

Hedra.ID, California - Google dilaporkan tengah menyiapkan peringatan yang lebih jelas ketika pengguna Android hendak mengaktifkan layanan aksesibilitas milik sebuah aplikasi. Apa saja yang berubah dari pengembangan ini?
Seperti dikutip Hedra.ID dari blog developer Android, Senin (27/7/2026), nantinya akses hanya diberikan kepada aplikasi yang benar-benar dipercaya. Pengguna juga disebut akan diberi tahu bahwa aplikasi dapat berinteraksi dengan layar ketika perangkat masih terkunci.
Perubahan ini bukan berarti Google menambahkan kemampuan baru. Layanan aksesibilitas memang sejak awal memiliki akses luas agar aplikasi dapat membantu pengguna dengan kebutuhan penglihatan, motorik, atau bentuk disabilitas lainnya.
Bergantung pada kemampuan yang diminta, layanan tersebut dapat membaca struktur antarmuka, memantau perpindahan fokus, mengenali tombol yang ditekan, serta menjalankan ketukan atau gestur atas nama pengguna.
Akses semacam itu dibutuhkan oleh pembaca layar, kendali suara, dan perangkat bantu berbasis tombol. Namun, kemampuan yang sama juga dapat disalahgunakan oleh aplikasi berbahaya untuk membaca informasi di layar, menampilkan lapisan palsu, atau menekan tombol tanpa disadari pengguna.
Android sebenarnya sudah menampilkan peringatan ketika sebuah aplikasi meminta kendali penuh melalui layanan aksesibilitas. Sistem menjelaskan bahwa aplikasi dapat membaca konten layar, memantau interaksi, tampil di atas aplikasi lain, dan melakukan tindakan atas nama pengguna.
Teks yang sedang dikembangkan akan membuat risikonya lebih mudah dipahami. Alih-alih hanya menggunakan istilah “kendali penuh”, peringatan tersebut disebut akan memberi contoh lebih konkret, termasuk kemungkinan aplikasi tetap berinteraksi dengan layar saat perangkat terkunci.
Layar terkunci biasanya dianggap sebagai batas yang menghentikan aplikasi berinteraksi dengan perangkat. Namun, layanan aksesibilitas yang sudah diaktifkan masih dapat menerima jenis peristiwa tertentu atau menjalankan fungsi yang diizinkan sistem.
Google sebelumnya telah menambahkan sejumlah perlindungan untuk mengurangi penyalahgunaan akses ini. Melalui Advanced Protection di Android 17, sistem dapat memblokir atau mencabut akses layanan aksesibilitas dari aplikasi yang tidak dikategorikan sebagai alat bantu aksesibilitas.
Perusahaan ini juga memperluas Live Threat Detection untuk mengenali perilaku mencurigakan, termasuk penggunaan lapisan aksesibilitas yang nyaris tidak terlihat guna mendorong pengguna melakukan tindakan tertentu.
Meski demikian, pembatasan yang terlalu luas juga dapat memengaruhi aplikasi yang sah. Aplikasi otomatisasi, pengelola kata sandi, peluncur pihak ketiga, dan sejumlah alat produktivitas pernah menggunakan layanan aksesibilitas untuk menjalankan fungsi tertentu.
Peringatan yang lebih jelas dapat menjadi jalan tengah. Pengguna tetap dapat mengaktifkan layanan yang dibutuhkan, tetapi mendapat gambaran lebih konkret mengenai akses yang akan diberikan.
Android 17 versi stabil telah dirilis pada 16 Juni 2026. Namun, Google belum memasukkan perubahan teks ini dalam dokumentasi publik atau menjelaskan kapan peringatan tersebut akan mulai diterapkan.
Untuk sementara, perubahan itu masih harus diperlakukan sebagai fitur yang sedang dikembangkan. Tampilan final, cakupan aplikasi, dan perangkat yang akan menerimanya masih menunggu konfirmasi Google.