
- 15 hari lalu
iPhone 20 Pro dan Pro Max dirumorkan hadir dengan layar nyaris tanpa bezel, ukuran lebih besar, dan desain khusus untuk menandai 20 tahun iPhone.

Hedra.ID, Jakarta - Galaxy S26 FE menempatkan pembeli pada pilihan yang agak janggal. Model baru ini memang membawa chipset lebih baru dan software yang lebih segar, tetapi sebagian besar hardware yang dipakai sehari-hari masih sangat dekat dengan Galaxy S25 FE.
Samsung memasang Galaxy S26 FE mulai US$699,99 di Amerika Serikat atau sekitar Rp14,2 juta. Galaxy S25 FE, saat diluncurkan, mulai dari US$649,99 atau sekitar Rp12,4 juta. Jadi, jika keduanya tersedia dengan selisih tepat US$50 atau sekitar Rp800 ribuan, pertanyaannya bukan apakah S26 FE lebih baru, di mana jawabannya jelas iya. Yang lebih penting adalah apakah tambahan US$50 itu membeli sesuatu yang benar-benar bernilai.
Untuk pembeli baru, jawabannya cenderung iya, terutama jika ponsel akan dipakai beberapa tahun. Namun, S26 FE bukan lompatan besar yang otomatis membuat S25 FE kehilangan daya tarik. Bagi pembeli yang lebih mengejar value, model lama masih punya posisi yang kuat.
Perubahan paling jelas ada pada chipset. Galaxy S25 FE memakai Exynos 2400 berbasis proses 4nm, sedangkan S26 FE beralih ke Exynos 2500 3nm. S26 FE juga datang dengan Android 17 dan One UI 9, sementara S25 FE diluncurkan menggunakan Android 16 dan One UI 8.
Di sinilah tambahan US$50 mulai masuk akal. Pembeli mendapatkan perangkat yang satu generasi lebih baru, baik dari sisi prosesor maupun posisi software saat keluar dari kotak.
Samsung menjanjikan tujuh generasi upgrade sistem operasi dan tujuh tahun update keamanan untuk kedua perangkat. Karena S26 FE datang sekitar satu tahun setelah S25 FE, pembeli model baru pada praktiknya mendapatkan horizon dukungan yang lebih panjang.
Manfaat seperti ini lebih berarti bagi orang yang berniat menyimpan ponselnya lima tahun atau lebih. Jika kebiasaannya mengganti perangkat setiap dua atau tiga tahun, keuntungannya menjadi jauh lebih kecil.
Namun, chipset baru belum otomatis berarti S26 FE akan terasa jauh lebih cepat atau lebih hemat baterai dalam penggunaan nyata. Jadi, performa sebaiknya belum dijadikan alasan tunggal untuk memilih S26 FE. Potensinya ada, tetapi keuntungan nyatanya masih perlu dibuktikan lewat pengujian yang lebih lengkap.
Begitu keluar dari urusan chipset dan software, jarak antara kedua ponsel mulai mengecil. Galaxy S26 FE dan S25 FE sama-sama menggunakan layar Dynamic AMOLED 2X 6,7 inci FHD+ dengan refresh rate hingga 120Hz. Kapasitas baterainya sama-sama 4.900 mAh dan RAM dasarnya tetap 8GB.
Susunan kamera belakang juga familiar: kamera utama 50MP, ultrawide 12MP, serta telefoto 8MP dengan optical zoom 3x. Kamera depan keduanya berada di 12MP.
Ini penting karena komponen-komponen tersebut justru termasuk yang paling sering bersentuhan dengan pengguna setiap hari. Dengan tambahan $50, pembeli tidak mendapatkan layar yang lebih besar, kapasitas baterai yang lebih tinggi, RAM tambahan, atau sistem kamera yang berubah drastis.
Samsung memang menambahkan kemampuan software baru. Engadget, misalnya, menyoroti My FanCam sebagai salah satu fitur yang membutuhkan kemampuan neural processing S26 FE dan tidak tersedia di S25 FE.
Pada saat yang sama, sebagian kemampuan One UI 9 lainnya tidak selalu menjadi pembeda permanen karena fitur software tertentu dapat menjangkau perangkat generasi sebelumnya. Karena itu, fitur AI dan kamera berbasis software lebih aman dianggap sebagai bonus. Fitur seperti ini baru menjadi alasan bayar lebih jika memang masuk ke pola penggunaan sehari-hari.
Charging juga tidak memberi alasan yang cukup kuat untuk memilih salah satu. Keduanya menggunakan pengisian kabel 45W dan baterai 4.900 mAh.
Materi Samsung dari wilayah berbeda juga memuat angka pengisian 30 menit S26 FE yang tidak sepenuhnya konsisten. Tanpa pengujian independen yang lebih lengkap, tidak ada dasar yang cukup untuk menyebut charging S26 FE sebagai peningkatan yang berarti.
Jika kedua perangkat benar-benar hanya terpaut US$50, pembagiannya cukup sederhana. Galaxy S26 FE lebih masuk akal untuk pembeli baru yang ingin memakai ponselnya selama mungkin. Dengan tambahan yang relatif kecil pada perangkat seharga hampir US$700, pembeli mendapat chipset yang lebih baru, posisi software satu generasi lebih maju, dan secara praktis masa dukungan yang membentang lebih jauh.
S25 FE punya daya tarik berbeda. Model ini lebih cocok untuk pembeli yang ingin menekan biaya dan tidak terlalu peduli pada fitur software eksklusif generasi baru. Layar, kapasitas baterai, konfigurasi kamera, RAM, dan kemampuan charging-nya masih terlalu dekat dengan S26 FE untuk membuatnya terlihat tertinggal satu generasi penuh.
Perhitungan itu bahkan bisa berubah cukup cepat ketika diskon masuk. Selisih US$50 yang dibahas di sini berasal dari harga awal kedua perangkat di Amerika Serikat, bukan jaminan bahwa harga transaksi keduanya akan terus berjarak sama. Jika harga S25 FE turun dan gap melebar, argumen untuk memilih model lama ikut menguat.
Bagi pemilik Galaxy S25 FE, keputusannya lebih sederhana lagi: belum ada alasan kuat untuk upgrade hanya karena S26 FE sudah hadir. Berdasarkan spesifikasi dan evidence awal yang tersedia, perubahan antargenerasinya terlalu kecil untuk membuat pergantian perangkat terasa mendesak.
Ada satu faktor lain yang patut diperiksa sebelum membeli. Saat Tom's Guide menulis hands-on S26 FE, Galaxy S26 256GB sedang dijual Samsung dengan harga US$799, sama dengan harga S26 FE 256GB pada saat itu.
Harga tersebut bersifat sementara dan bisa berubah, tetapi menunjukkan masalah lain bagi S26 FE: ketika jarak dengan Galaxy S26 reguler mengecil, pembeli perlu menghitung ulang apakah menghemat sedikit masih menjadi pilihan yang tepat.
Karena itu, S26 FE bukan pembelian yang buruk hanya karena harganya naik US$50. Jika dua perangkat berada di harga awal dan ponsel akan dipakai lama, tambahan tersebut masih cukup mudah dibenarkan.
Hanya saja, jangan berharap US$50 itu membeli lompatan besar pada semua aspek. Nilai utamanya ada pada chipset yang lebih baru dan umur produk yang lebih panjang.
Jika S25 FE bisa ditemukan dengan diskon yang membuat jaraknya jauh lebih besar, model lama kembali menjadi pilihan value yang lebih menarik. Dan bagi pengguna S25 FE saat ini, menyimpan ponsel yang sudah ada masih menjadi keputusan yang lebih masuk akal.