
- sebulan lalu
Ponsel lipat memperluas kemampuan smartphone, sedangkan ponsel minimalis membatasi gangguan. Bentuknya mirip, tetapi masalah yang dijawab berbeda.

Hedra.ID, California - Qualcomm mulai membuka spesifikasi platform Snapdragon flagship generasi berikutnya menjelang Snapdragon Summit 2026. Salah satu detail pertama yang dikonfirmasi adalah CPU Oryon baru dengan clock hingga 5 GHz.
Angka tersebut menjadi lompatan dari generasi Snapdragon sebelumnya. Namun, Qualcomm belum mengumumkan nama resmi chip yang akan menggunakan CPU itu. Dalam pengungkapan awal ini, perusahaan masih menyebutnya sebagai platform Snapdragon flagship generasi berikutnya.
“CPU Oryon baru adalah CPU mobile pertama yang mencapai 5 GHz,” tulis Francisco Cheng, Senior Director Product Marketing Qualcomm Technologies, dalam blog resmi Qualcomm, Senin (25/8/2026).
Klaim sebagai CPU mobile pertama yang mencapai 5 GHz masih berasal dari Qualcomm. Chip tersebut belum tersedia di perangkat komersial dan belum melalui pengujian independen, sehingga angka clock itu belum cukup untuk menunjukkan bagaimana performanya dalam penggunaan sehari-hari.
Diagram yang dibagikan Qualcomm memperlihatkan konfigurasi delapan core yang terdiri dari dua Prime Core dan enam Performance Core. Dua Prime Core ditunjukkan berjalan hingga 5 GHz, sedangkan frekuensi enam Performance Core belum diungkap.
Qualcomm mengatakan pencapaian 5 GHz bukan semata-mata hasil penggunaan proses fabrikasi yang lebih baru. Perusahaan mengaitkannya dengan desain CPU Oryon yang dikembangkan secara khusus, mulai dari mikroarsitektur hingga subsistem CPU.
“Kecepatan ini tidak hanya berasal dari process node,” kata Qualcomm dalam penjelasan mengenai desain Oryon.
Menurut perusahaan ini, clock tinggi tersebut juga dipadukan dengan peningkatan instructions per clock atau IPC. Qualcomm belum memberikan angka peningkatan IPC ataupun benchmark yang bisa digunakan untuk membandingkannya dengan Snapdragon generasi sebelumnya.
Karena itu, angka 5 GHz belum bisa langsung diterjemahkan sebagai peningkatan performa dengan besaran tertentu. Kecepatan sebuah chip tetap bergantung pada banyak faktor lain, termasuk IPC, konsumsi daya, temperatur, sistem pendingin, hingga cara produsen smartphone mengatur batas daya perangkat.
Qualcomm tidak hanya mengejar frekuensi CPU. Perusahaan juga memperkenalkan arsitektur cache baru yang disebut Oryon FlexCache yang memungkinkan core dengan karakteristik berbeda mengakses satu kumpulan cache yang sama. Kapasitas cache kemudian dapat dialokasikan secara dinamis sesuai dengan beban kerja yang sedang diproses.
Saat sebuah tugas membutuhkan sumber daya lebih besar, Prime Core dapat menggunakan porsi yang lebih besar dari kumpulan cache tersebut. Tujuannya adalah menjaga data yang sedang digunakan tetap berada dekat dengan CPU sehingga core tidak terlalu sering mengambil data dari memori sistem.
Qualcomm mengatakan pendekatan ini dirancang untuk menjaga performa ketika sebuah workload membutuhkan kumpulan data yang besar. Perusahaan juga mengaitkan FlexCache dengan kondisi ketika pekerjaan berpindah dari satu core ke core lainnya.
Konsep tersebut menjadi semakin relevan ketika smartphone menjalankan beberapa proses sekaligus. Pada agentic AI, misalnya, satu permintaan dapat dipecah menjadi sejumlah pekerjaan yang kemudian dijalankan oleh core berbeda.
Qualcomm juga menyebut gaming, multitasking, dan pengeditan video sebagai contoh workload yang dapat memanfaatkan arsitektur tersebut. Untuk gaming, perusahaan ini mengklaim akses cache yang lebih optimal dapat membantu menjaga frame rate dan mengurangi dropped frames serta stutter. Pada multitasking, shared cache diklaim dapat membuat perpindahan pekerjaan antarkomponen CPU tidak selalu dimulai dari kondisi tanpa data sebelumnya.
Namun, manfaat tersebut belum dibuktikan melalui perangkat konsumen. Qualcomm belum memublikasikan data independen mengenai frame rate, konsumsi daya, temperatur, ataupun perbedaan performa FlexCache dibanding arsitektur sebelumnya.
Pengungkapan kali ini baru memberikan gambaran mengenai sisi CPU. Qualcomm belum menjelaskan secara rinci GPU, NPU, proses fabrikasi, ukuran total cache, konsumsi daya, modem, maupun kemampuan konektivitas platform flagship berikutnya.
Nama resmi chip juga masih disimpan. Sejumlah laporan sebelumnya telah mengaitkan generasi baru Snapdragon dengan beberapa kemungkinan nama, tetapi Qualcomm tidak menggunakan nama-nama tersebut ketika memperkenalkan CPU Oryon 5 GHz.
Hal ini penting karena Qualcomm sebelumnya memberi sinyal akan membawa dua platform Snapdragon 8 Elite dalam rangkaian pengumuman berikutnya. Belum ada konfirmasi dalam pengungkapan CPU ini mengenai model mana yang akan menggunakan clock 5 GHz atau apakah konfigurasi tersebut berlaku untuk seluruh varian.
Qualcomm dijadwalkan menggelar Snapdragon Summit 2026 pada 22 hingga 24 September di Maui, Hawaii. Perusahaan juga masih akan membuka detail mengenai komponen lain dari platform barunya, termasuk GPU dan NPU.
Sampai spesifikasi lengkap dan perangkat komersial tersedia, 5 GHz paling tepat dilihat sebagai gambaran awal arah pengembangan CPU flagship Qualcomm. Angka tersebut menunjukkan Qualcomm kembali menaikkan batas clock Oryon, tetapi dampaknya terhadap performa, temperatur, dan daya tahan baterai masih perlu dibuktikan setelah chip tersebut benar-benar digunakan pada smartphone.