- 8.8/10 (12 Reviews)

- 25 hari lalu
Ponsel lipat memperluas kemampuan smartphone, sedangkan ponsel minimalis membatasi gangguan. Bentuknya mirip, tetapi masalah yang dijawab berbeda.

Hedra.ID, California - Google bersiap mengungkap lebih banyak detail tentang Googlebook pada 15 September 2026. Acara yang digelar di New York City itu akan menjadi panggung penting bagi laptop generasi baru Google, termasuk sistem operasi berbasis Android yang akan menjadi fondasi platform tersebut.
Google sebenarnya sudah memperkenalkan konsep Googlebook pada Mei lalu. Namun saat itu perusahaan teknologi raksasa ini masih menyimpan banyak informasi penting, termasuk spesifikasi perangkat, harga, serta nama resmi sistem operasinya. Google hanya memastikan perangkat pertama akan hadir pada musim gugur 2026.
Menurut undangan acara yang diterima sejumlah media yang dilansir Android Central, Rabu (19/8/202^), showcase pada 15 September akan mencakup keynote mengenai platform Googlebook, fitur software, integrasi Gemini, serta basis kode Android yang digunakan. Perangkat dari sejumlah mitra hardware juga akan tersedia untuk dicoba langsung.
Googlebook bukan hanya nama baru untuk Chromebook. Perangkat ini diklaim sebagai kategori laptop flagship yang menggabungkan kemampuan Android dan ChromeOS. Sementara Chromebook tetap menggunakan ChromeOS dengan fokus pada kesederhanaan dan efisiensi, Googlebook diarahkan ke kelas yang lebih premium dengan integrasi AI lebih dalam.
Google mengatakan perubahan tersebut datang ketika komputasi mulai bergerak dari sekadar operating system menuju apa yang disebut perusahaan sebagai “intelligence system.”
Sistem operasi Googlebook sendiri dibangun menggunakan sebagian teknologi Android. Sebelum diperkenalkan, platform tersebut banyak disebut dengan nama kode Aluminium OS, tetapi Google sebelumnya menegaskan bahwa Aluminium bukan nama komersial resminya.
Karena itu, salah satu hal yang paling menarik untuk ditunggu pada acara September adalah apakah Google akhirnya akan mengumumkan nama resmi OS tersebut.
AI tampaknya menjadi pembeda utama Googlebook. Salah satu fitur yang sudah diperlihatkan adalah Magic Pointer, yang dikembangkan bersama Google DeepMind. Gemini dapat memberikan saran berdasarkan objek yang sedang ditunjuk pengguna menggunakan kursor. Misalnya, pengguna dapat menunjuk tanggal dalam email untuk membuat jadwal atau memilih dua gambar dan meminta Gemini menggabungkannya menjadi visual baru.
Ada pula fitur Create My Widget. Pengguna cukup memberikan perintah kepada Gemini untuk membuat widget khusus yang dapat menggabungkan informasi dari internet maupun layanan Google seperti Gmail dan Calendar. Pendekatannya membuat AI tidak lagi sekadar tersedia melalui chatbot terpisah, tetapi terintegrasi langsung ke antarmuka laptop.
Google juga ingin Googlebook menjadi pasangan yang lebih erat untuk smartphone Android. Melalui Cast My Apps, pengguna dapat membuka aplikasi dari ponsel Android langsung di layar laptop tanpa memasangnya terlebih dahulu. Sementara Quick Access memungkinkan file dari smartphone diakses melalui file manager Googlebook tanpa harus melakukan transfer manual.
Baca juga: Google Storage Hampir Penuh, Perlu Naik Paket atau Rapikan Backup Dulu?
Hanya saja, beberapa fungsi integrasi tersebut membutuhkan smartphone yang menjalankan Android 17 atau lebih baru. Konsep ini bisa menjadi salah satu daya tarik Googlebook dibanding Chromebook lama. Google tidak hanya membawa aplikasi Android ke laptop, tetapi mencoba membuat smartphone dan komputer bekerja sebagai bagian dari satu ekosistem.
Google tidak akan membuat seluruh Googlebook sendirian. Gelombang pertama perangkat akan datang dari Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Google menjanjikan perangkat dengan material premium, performa tinggi, serta berbagai ukuran dan bentuk.