
- 26 hari lalu
Ponsel lipat memperluas kemampuan smartphone, sedangkan ponsel minimalis membatasi gangguan. Bentuknya mirip, tetapi masalah yang dijawab berbeda.

Hedra.ID, California - Qualcomm memberi petunjuk kuat bahwa generasi terbaru Snapdragon 8 Elite tidak akan hadir dalam satu versi saja. Melalui teaser menjelang Snapdragon Summit 2026, perusahaan ini memperlihatkan dua chipset flagship yang diperkirakan akan diperkenalkan sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.
Dalam teaser yang dipublikasikan menjelang Snapdragon Summit di akun X resminya, Rabu (19/8/2026), Qualcomm menggunakan istilah “Dual 8 Elites” dan “twice the options”. Dua chip Snapdragon juga terlihat berdampingan dalam video tersebut. Peluncuran resminya dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026.
Qualcomm belum mengumumkan nama resmi kedua chipset maupun spesifikasi lengkapnya. Namun, berbagai bocoran selama beberapa bulan terakhir konsisten mengarah pada dua model, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan versi yang lebih bertenaga dengan embel-embel Pro.
Strategi dua chipset dapat membuat segmentasi smartphone flagship Android menjadi semakin jelas. Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi reguler diperkirakan menjadi pilihan untuk smartphone flagship mainstream. Sementara Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro kemungkinan disiapkan untuk perangkat kelas Ultra yang mengejar performa maksimal, terutama untuk gaming, kamera, dan pemrosesan AI.
Qualcomm sendiri baru mengonfirmasi bahwa dua chip tersebut akan menawarkan teknologi konektivitas terbaru, performa GPU yang tinggi, serta pengalaman gaming yang lebih imersif. Detail teknis lainnya masih menunggu Snapdragon Summit.
Bocoran sebelumnya menyebut versi reguler menggunakan kode SM8950, sedangkan varian Pro memiliki kode SM8975. Keduanya dilaporkan menggunakan CPU Qualcomm Oryon dengan konfigurasi 2+3+3.
Salah satu pembeda terbesar diperkirakan berada pada sektor grafis Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dirumorkan memakai GPU Adreno 850 dengan memori grafis 18 MB, sedangkan versi reguler menggunakan Adreno 845 dengan 12 MB. Varian Pro juga disebut mendukung RAM LPDDR6, sementara model reguler lebih diarahkan pada LPDDR5X.
LPDDR6 berpotensi memberikan bandwidth memori lebih tinggi. Peningkatan tersebut menjadi penting karena smartphone modern semakin banyak menjalankan beban kerja berat, mulai dari game dengan grafis kompleks hingga model AI generatif langsung di perangkat.
Namun, seluruh spesifikasi tersebut masih berupa bocoran. Qualcomm baru akan memberikan detail resminya pada September.
Bocoran lain menyebut generasi Snapdragon 8 Elite terbaru akan memanfaatkan teknologi manufaktur yang lebih maju. Sejumlah laporan mengarah pada penggunaan proses 2 nanometer TSMC setidaknya pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Bahkan ada laporan yang menyebut kedua varian flagship tersebut akan menggunakan proses 2 nm, meski detail ini belum dikonfirmasi Qualcomm.
Perpindahan ke fabrikasi lebih kecil berpotensi meningkatkan performa sekaligus efisiensi energi. Hal tersebut semakin penting karena chipset flagship sekarang tidak hanya menjalankan CPU dan GPU pada performa tinggi, tetapi juga harus menangani AI secara lokal tanpa membuat smartphone terlalu panas atau boros baterai.
Generasi saat ini, Snapdragon 8 Elite Gen 5, masih menggunakan proses manufaktur 3 nm. Xiaomi 17 yang dipasarkan resmi di Indonesia, misalnya, menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan CPU hingga 4,6 GHz dan RAM LPDDR5X.
Teaser Qualcomm juga membawa pesan mengenai “next chapter of the agentic AI era”, menunjukkan AI akan kembali menjadi salah satu fokus utama chipset barunya. Hal ini sejalan dengan arah Snapdragon beberapa generasi terakhir.
Qualcomm telah menempatkan pemrosesan AI langsung di perangkat sebagai salah satu fungsi utama platform Snapdragon Elite. Chipset flagship tersebut digunakan untuk menjalankan model generatif yang dapat memahami teks, suara, dan gambar tanpa selalu mengirim data ke cloud.
Dengan model AI di smartphone yang semakin kompleks, peningkatan GPU, bandwidth RAM, NPU, dan efisiensi daya bisa menjadi lebih penting daripada sekadar kenaikan skor benchmark.
Ada satu konsekuensi dari peningkatan teknologi tersebut: biaya. Rumor sebelumnya menyebut Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dapat menjadi chipset mobile Qualcomm termahal sejauh ini, dengan biaya yang dilaporkan bisa melewati US$300 per chip bagi produsen smartphone. Angka tersebut belum dikonfirmasi Qualcomm.
Jika benar, keberadaan dua versi Snapdragon 8 Elite bisa menjadi cara Qualcomm dan produsen smartphone menjaga harga perangkat tetap lebih fleksibel. Model flagship standar dapat menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sedangkan chip Pro ditempatkan pada smartphone Ultra yang memang dijual lebih mahal.
Strategi tersebut juga memungkinkan produsen tidak perlu memasang chip paling mahal pada seluruh lini flagship mereka. Untuk jelasnya, kita lihat saja nanti.