
- 7 hari lalu
Data Gemini menunjukkan pemakaian AI di Indonesia didominasi ponsel, bahasa lokal, dan input multimodal, meski belum mewakili seluruh pengguna AI.

Hedra.ID, California - Google dilaporkan sedang mengembangkan chip server baru yang dirancang khusus untuk menjalankan model Gemini dengan lebih efisien. Proyek itu secara internal disebut “Frozen v2” dan disebut akan menanamkan sebagian elemen model AI langsung ke perangkat keras.
Informasi tersebut pertama kali dilaporkan The Information pada Selasa (21/7/2026), berdasarkan keterangan sejumlah orang yang mengetahui proyek itu. Google belum mengumumkan Frozen v2 sebagai produk resmi, sehingga nama, desain, dan jadwal penggunaannya masih bisa berubah.
Menurut laporan tersebut, para insinyur Google masih menyelesaikan rancangan chip dan menentukan seberapa banyak informasi dari Gemini yang akan dimasukkan langsung ke perangkat keras. Pendekatan ini ditujukan untuk membuat chip bekerja lebih khusus untuk model tertentu, berbeda dari akselerator AI yang menangani beragam beban kerja.
Google disebut menargetkan penggunaan Frozen v2 paling cepat pada 2028. Namun, jadwal itu masih berupa target internal karena pengembangannya belum selesai.
The Information juga melaporkan bahwa Frozen v2 berpotensi enam hingga 10 kali lebih efisien dibandingkan chip AI khusus Google terbaru. Ukurannya didasarkan pada jumlah token AI yang dapat diproses untuk setiap unit daya listrik.
Klaim tersebut belum dapat dianggap sebagai hasil final. Google belum memublikasikan spesifikasi, metode pengujian, atau hasil benchmark yang bisa digunakan untuk memverifikasi peningkatan efisiensi itu secara independen.
Frozen v2 juga tidak disebut sebagai pengganti Tensor Processing Unit atau TPU milik Google. Chip tersebut dilaporkan akan menjadi lini terpisah yang digunakan bersama TPU untuk menangani kebutuhan komputasi AI yang berbeda.
TPU sendiri merupakan akselerator khusus buatan Google untuk pelatihan dan inferensi model AI. Perusahaan saat ini menawarkan Ironwood sebagai TPU generasi ketujuh untuk beban kerja AI berskala besar.
Laporan mengenai Frozen v2 muncul di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk layanan AI. The Information menyebut keterbatasan kapasitas sempat memicu ketegangan internal dan membuat Google Cloud menolak sejumlah permintaan dari pelanggan eksternal.
Google Cloud tidak mengonfirmasi detail proyek tersebut. Dalam tanggapannya kepada Reuters, perusahaan hanya menyatakan bahwa timnya terus meneliti teknologi baru serta merancang perangkat keras dan perangkat lunak secara bersamaan untuk mengoptimalkan sistem.
Belum ada informasi mengenai perusahaan yang akan memproduksi chip, teknologi fabrikasi yang digunakan, model Gemini yang didukung, maupun kemungkinan Frozen v2 ditawarkan kepada pelanggan Google Cloud. Detail tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Google.