- 8.8/10 (12 Reviews)

- 21 hari lalu
Pemerintah menyiapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi di luar Komdigi. Independensinya akan ditentukan oleh desain pelaporan, anggaran, dan penegakan.

Hedra.ID, California - Google resmi memperkenalkan generasi terbaru perangkat Pixel melalui ajang Made by Google 2026, Rabu (12/6/2026), waktu setempat. Bukan hanya Pixel 11 Series, perusahaan juga membawa Pixel Watch 5 dan Pixel Tag, pelacak barang pertama dengan merek Pixel.
Empat smartphone yang diperkenalkan terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Seluruhnya menggunakan chipset baru Tensor G6 dan Android 17, dengan integrasi Gemini yang semakin dalam.
Google mengatakan strategi perangkat Pixel kini diarahkan untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas tanpa terus-menerus terpaku pada layar. “Kami membantu Anda menjalani hidup dengan lebih baik agar Anda bisa kembali melakukan hal yang benar-benar Anda cintai,” demikian ujar Vice President Devices & Services Google Shakil Barkat seperti dikutip Hedra.ID dari blog Google.
Perubahan penting Pixel 11 Series berada pada Tensor G6. Google mengklaim chipset ini menghadirkan browsing 25 persen lebih cepat dan membuka aplikasi 15 persen lebih cepat dibanding Tensor G5. Kemampuan komputasi TPU untuk pemrosesan AI juga meningkat 50%.
Tensor G6 memungkinkan Gemini Nano menjalankan lebih banyak tugas langsung di perangkat dengan latensi lebih rendah. Google bahkan mengklaim tugas AI tertentu dapat diproses hingga 3,5 kali lebih cepat dengan konsumsi energi yang lebih rendah.
Namun, tidak semua fitur Gemini Intelligence langsung tersedia secara global. Pada tahap awal, kemampuan yang dapat memahami konteks dari berbagai aplikasi tersedia antara lain di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Jepang, Malaysia, Singapura, dan India.
Pixel 11 menjadi model paling terjangkau dengan layar OLED 6,3 inci. Kamera utamanya menggunakan sensor 48 MP yang lebih besar dan diklaim memiliki sensitivitas cahaya 56 persen lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Kemampuan Super Zoom juga meningkat hingga 30x.
Google membanderol Pixel 11 mulai US$899, Pixel 11 Pro US$1.099, dan Pixel 11 Pro XL US$1.299. Ketiganya mulai dipasarkan pada 20 Agustus 2026. Dengan kurs rupiah saat ini, harga tersebut jika dikonversi langsung setara sekitar Rp16,1 juta untuk Pixel 11, Rp19,6 juta untuk Pixel 11 Pro, dan Rp23,2 juta untuk Pixel 11 Pro XL.
Model Pro juga mendapatkan fitur baru bernama HiLight. Lampu LED berwarna yang ditempatkan mengelilingi flash kamera dapat menyala ketika Gemini mendengarkan atau memproses perintah, serta memberikan notifikasi tertentu ketika ponsel diletakkan dengan layar menghadap ke bawah.
Di sektor kamera, Pixel 11 Pro dan Pro XL menawarkan telefoto 48 MP serta Pro Zoom hingga 120x. Google juga mempercepat Night Sight hingga 4,5 kali dibanding sebelumnya.
Google juga memperbarui smartphone lipatnya melalui Pixel 11 Pro Fold. Perangkat ini diklaim hampir 10% lebih ringan dan sekitar 1 mm lebih tipis dibanding Pixel 10 Pro Fold.
Selain itu, Google turut menggunakan engsel tanpa roda gigi baru dan mengklaim konstruksinya tiga kali lebih tahan dibanding generasi sebelumnya berdasarkan pengujian internal perusahaan.
Dengan harga US$1.899, atau sekitar Rp33,9 juta, Pixel 11 Pro Fold membawa Tensor G6, RAM 16 GB, layar dengan tingkat kecerahan hingga 3.600 nits, kamera utama 48 MP, serta Super Zoom hingga 30x. Pengisian nirkabel Qi2.2 hingga 25 W juga sudah tersedia.
Selain smartphone, Google memperkenalkan Pixel Watch 5. Smartwatch ini menggunakan Snapdragon W5 Gen 2 Accelerated dan diklaim memiliki performa sekitar 20% lebih cepat. Kapasitas penyimpanannya kini mencapai 64 GB.
Google juga memberikan perhatian besar pada fitur kesehatan. Pixel Watch 5 dapat memantau tren tekanan darah, kualitas pernapasan saat tidur, hingga tren resistensi insulin.
Ada pula Breathing Emergency Detection yang dirancang mendeteksi kondisi ketika pengguna mengalami gangguan pernapasan berat dan tidak memberikan respons. Fitur darurat ini akan diluncurkan pertama kali di Eropa.
Bagi pengguna olahraga, Google mengklaim akurasi GPS Pixel Watch 5 meningkat hingga dua kali lipat di lingkungan sulit. Jam ini juga mulai menyediakan panduan latihan kekuatan dan rekomendasi latihan berdasarkan kondisi pemulihan pengguna.
Pixel Watch 5 tersedia dalam ukuran 41 mm dengan baterai hingga 30 jam dan 45 mm hingga 40 jam. Harganya mulai US$399, sekitar Rp7,1 juta.
Salah satu pengumuman paling menarik justru datang dari perangkat berukuran kecil. Google akhirnya memperkenalkan Pixel Tag, pelacak barang yang dapat dipasang pada kunci, dompet, atau dimasukkan ke dalam tas dan koper. Perangkat ini bekerja melalui Find Hub dan memanfaatkan jaringan lebih dari satu miliar perangkat Android untuk membantu menemukan barang yang hilang.
Pixel Tag mendukung Ultra-Wideband dan Bluetooth Channel Sounding untuk memberikan petunjuk jarak serta arah ketika mencari barang di sekitar pengguna. Baterainya dapat diganti sendiri dan diklaim mampu bertahan hingga satu tahun.
Google juga menyediakan perlindungan terhadap pelacakan tanpa izin. Ponsel Android akan memberi peringatan apabila mendeteksi tag asing yang bergerak bersama pengguna. Pixel Tag dibanderol US$29 per unit atau US$99 atau sekitar Rp500 ribuan untuk paket empat unit.
Sementara itu, Google tidak memperkenalkan generasi baru Pixel Buds Pro, tetapi memperbarui Pixel Buds Pro 2 dengan sejumlah fitur software. Pembaruan tersebut mencakup Dynamic ANC yang dapat menyesuaikan peredam bising saat posisi earbuds berubah, kontrol pengaturan menggunakan Gemini, sinkronisasi tidur dengan Pixel Watch, serta Live Translate yang mendukung lebih dari 70 bahasa.
Peluncuran tahun ini memperlihatkan bahwa Google tidak hanya mengejar peningkatan spesifikasi. Tensor G6, Gemini Intelligence, kamera berbasis computational photography, fitur kesehatan Pixel Watch, hingga jaringan Find Hub pada Pixel Tag memperlihatkan upaya Google membangun ekosistem perangkat yang semakin terhubung melalui AI.
Bagi pengguna Indonesia, persoalannya masih sama seperti generasi Pixel sebelumnya, yakni fitur yang menarik belum tentu langsung tersedia secara lokal, terutama layanan AI yang peluncurannya dibatasi berdasarkan negara dan bahasa.
Karena itu, Pixel 11 Series mungkin paling menarik bukan sekadar karena Tensor G6 atau kamera baru, melainkan karena memperlihatkan arah smartphone Android berikutnya: AI tidak lagi menjadi fitur tambahan, tetapi mulai ditempatkan sebagai bagian utama dari cara perangkat bekerja.