- 8.8/10 (12 Reviews)

- 11 hari lalu
Kampanye #PSBlackout mengajak pemain tidak login, bermain, atau berbelanja di PlayStation selama sepekan untuk memprotes penghentian disc mulai 2028.

Hedra.ID, California - Nvidia sepakat mengakuisisi Hugging Face dalam transaksi senilai US$12,93 miliar atau sekitar Rp228,1 triliun. Kesepakatan telah ditandatangani, tetapi transaksi belum selesai dan masih harus melewati persetujuan regulator serta persyaratan penutupan lainnya.
Dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS, Nvidia menyebut sekitar US$11,9 miliar atau Rp209,9 triliun akan dibayarkan kepada pemegang saham Hugging Face. Perusahaan ini juga menyiapkan program retensi berbasis saham hingga sekitar US$1 miliar atau Rp17,6 triliun bagi karyawan Hugging Face yang bergabung dengan Nvidia.
Sekedar informasi, Hugging Face selama ini menjadi salah satu pusat ekosistem AI terbuka. Pengembang menggunakan platform tersebut untuk menemukan, membagikan, menguji, dan menjalankan model, dataset, serta aplikasi. Menurut Nvidia, Hugging Face digunakan oleh lebih dari 18 juta pengembang, peneliti, dan kreator serta menampung lebih dari 3 juta model. Angka tersebut berasal dari perusahaan.
Baca juga: Setelah Insiden Peretasan Hugging Face, Nvidia Bentuk Aliansi Keamanan AI
CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan akuisisi itu dimaksudkan untuk memperbesar skala Hugging Face dan memperkuat infrastrukturnya. Namun, masuknya Nvidia juga memunculkan pertanyaan tentang apakah Hugging Face akan tetap netral terhadap chip, cloud, dan model dari perusahaan lain.
“Hugging Face akan tetap menjadi platform terbuka bagi seluruh ekosistem AI,” kata Huang dalam pengumuman Nvidia di situs resminya, Kamis (3/9/2026).
Nvidia juga menyatakan pengembang tetap dapat memilih model, framework, penyedia cloud, dan platform komputasi yang mereka gunakan.
“Komputasi Nvidia tidak akan diwajibkan untuk membangun atau melakukan deployment melalui Hugging Face,” tambahnya.