- 8.8/10 (12 Reviews)

- 17 hari lalu
Rancangan Perpres Ojol memasukkan kemitraan driver dan aplikator ke dalam pengawasan Kementerian UMKM. Apa perubahan yang bisa terjadi?

Hedra.ID, Jakarta - Zankore by Indosat baru diluncurkan sekitar satu bulan ketika perusahaan mengumumkan fasilitas pinjaman berjangka senior hingga US$3,1 miliar. Dana itu akan digunakan untuk pengadaan dan deployment infrastruktur GPU NVIDIA yang menopang layanan komputasi AI di Indonesia dan Asia Tenggara.
Besarnya angka pendanaan mudah menjadi pusat perhatian. Namun, pengumuman ini juga memperlihatkan sisi lain dari pembangunan infrastruktur AI: GPU dan pusat komputasi membutuhkan struktur modal yang mampu mengikuti skala kapasitas yang ingin dibangun.
Bagi Zankore, kebutuhan itu cukup besar. Saat diluncurkan pada 6 Agustus 2026, perusahaan membawa target hingga 1 GW kapasitas NVIDIA DSX AI Factory, dengan sekitar 200 MW kapasitas awal yang ditargetkan pada paruh pertama 2027.
Rilis terbaru. membuat sebagian rencana tersebut lebih konkret. Zankore menyebut sedang membangun 100 MW awal infrastruktur AI NVIDIA. Pada saat yang sama, fasilitas pinjaman hingga US$3,1 miliar disiapkan untuk mendukung pengadaan dan deployment infrastruktur GPU.
Dua angka kapasitas itu tidak sepenuhnya merujuk pada tahap yang sama. Target sekitar 200 MW sebelumnya dikaitkan dengan kapasitas awal yang direncanakan untuk paruh pertama 2027, sedangkan pengumuman terbaru menyebut 100 MW yang sedang dibangun. Bahan yang tersedia tidak merinci lebih jauh bagaimana kedua tahap tersebut akan disusun dalam jadwal pembangunan.
Di sinilah pendanaan menjadi bagian penting dari mekanismenya. Target 1 GW menunjukkan skala yang ingin dicapai Zankore dalam jangka panjang. Untuk bergerak menuju skala tersebut, perusahaan membutuhkan modal untuk mengubah rencana menjadi GPU dan kapasitas komputasi yang benar-benar dapat digunakan.
Chairman Zankore by Indosat Vikram Sinha menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian utama dari ambisi itu.
“Dengan dukungan NVIDIA, Zankore by Indosat tengah membangun fondasi komputasi AI tingkat lanjut yang dibutuhkan untuk membantu mengubah peluang tersebut menjadi nyata,” ujar Vikram.
Pernyataan tersebut masih merupakan pandangan perusahaan mengenai peluang AI di kawasan. Namun, struktur pendanaan yang diumumkan memberi gambaran lebih konkret tentang apa yang dibutuhkan untuk mengejar ambisi tersebut: bukan hanya teknologi, tetapi juga akses terhadap modal dalam skala besar.
Nilai US$3,1 miliar sendiri merupakan batas fasilitas pinjaman. Rilis Zankore tidak merinci tenor, tingkat bunga, jadwal penarikan, ataupun struktur pembayaran kembali. Karena itu, angka tersebut tidak berarti seluruh dana sudah ditarik atau dibelanjakan sekaligus.
Membangun GPU dalam jumlah besar membawa persoalan lain: kapan kapasitas perlu ditambah dan seberapa cepat modal harus dikeluarkan. Zankore berencana menyediakan layanan cloud berbasis NVIDIA kepada perusahaan AI, korporasi, startup, pengembang, dan institusi di Indonesia serta Asia Tenggara. Infrastruktur itu ditujukan untuk berbagai beban kerja, dari training dan fine-tuning model hingga inference dan aplikasi agentic AI.
Untuk menghubungkan pembangunan kapasitas dengan sisi permintaan, perusahaan menyebut penggunaan skema revenue-sharing dan credit-support. Model tersebut dirancang agar deployment infrastruktur dapat diselaraskan dengan permintaan pelanggan, sekaligus memberi jalur ekspansi yang menurut Zankore lebih efisien dari sisi modal.
Logika ini penting karena kapasitas komputasi tidak otomatis bernilai hanya karena GPU sudah tersedia. Kapasitas perlu bertemu dengan workload dan pelanggan yang menggunakannya. Semakin besar skala infrastruktur, semakin penting pula keputusan tentang kapan tambahan kapasitas perlu digelar.
Besarnya kebutuhan modal juga muncul dalam komentar Kaustubh Kulkarni, Head of Investment Banking Asia Pacific Citi, yang menjadi penasihat utang dalam transaksi tersebut.
“Pendanaan penting ini menunjukkan besarnya modal dan kolaborasi yang diperlukan untuk membangun infrastruktur AI generasi berikutnya.,” kata Kulkarni.
Kolaborasi yang dimaksud tidak hanya berada pada sisi pembiayaan. Ketika Zankore diluncurkan, Ooredoo Group, Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Nokia membawa fungsi berbeda ke dalam pembangunan platform tersebut.
Indosat menyediakan infrastruktur digital dan kemampuan eksekusi di Indonesia, NVIDIA memasok teknologi accelerated computing dan ekosistem AI, sementara Nokia menangani jaringan. Ooredoo Group ditempatkan sebagai sponsor utama dan penyedia modal jangka panjang.
Susunan itu menunjukkan mengapa pembangunan AI cloud sulit dipisahkan menjadi persoalan GPU semata. Infrastruktur komputasi berskala besar membutuhkan jaringan, lokasi dan infrastruktur digital, teknologi komputasi, akses pelanggan, serta modal untuk menggelarnya.
Ada batas penting ketika membaca angka US$3,1 miliar. Zankore menyatakan permintaan terhadap komputasi AI terus meningkat, tetapi bahan yang tersedia belum menyertakan data utilisasi, volume kontrak pelanggan, pricing layanan, atau proyeksi pendapatan yang dapat menunjukkan berapa banyak kapasitas yang sudah memiliki pengguna.
Artinya, fasilitas pembiayaan tersebut belum menjadi ukuran permintaan aktual terhadap kapasitas yang direncanakan. Yang lebih jelas terlihat saat ini adalah sisi pasoknya. Zankore telah menyusun target kapasitas, mitra teknologi, model deployment, dan fasilitas pembiayaan untuk membawa proyek dari rencana menuju pembangunan infrastruktur.
Sisi komersialnya masih membutuhkan data lain. Tingkat utilisasi, perkembangan workload, kontrak pelanggan, dan pendapatan akan menentukan seberapa jauh kapasitas yang dibangun kemudian benar-benar terpakai. Bahan yang tersedia saat ini belum cukup untuk menilai bagian tersebut.
Karena itu, arti penting pendanaan Zankore tidak berhenti pada besarnya angka pinjaman. Transaksi ini memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur AI mulai menjadi persoalan penyelarasan beberapa lapisan sekaligus: teknologi, kapasitas komputasi, jaringan, pelanggan, dan modal.
Zankore sudah menunjukkan bagaimana lapisan modal mulai disiapkan untuk mengejar skala tersebut. Seberapa jauh kapasitas yang dibangun dapat bertemu dengan permintaan tetap menjadi bagian yang belum bisa dinilai dari pengumuman pendanaan ini saja.