
- 9 hari lalu
Kepala HAM PBB Volker Türk menyerukan garis merah global, verifikasi independen, dan pengamanan lebih kuat untuk menghadapi risiko AI canggih.

Hedra.ID, Seoul - Kehadiran foldable pertama Apple belum langsung menggerus penjualan Samsung di Korea Selatan. Penjualan Galaxy Z Fold8 justru dilaporkan naik sekitar 10% dalam sepekan setelah Apple memperkenalkan iPhone Duo pada 9 September 2026.
Angka itu berasal dari sumber industri telekomunikasi Korea yang dikutip Yonhap, Kamis (17/9/2026). Adapun perbandingannya menggunakan penjualan Galaxy Z Fold8 selama tujuh hari setelah pengumuman iPhone Duo dengan pekan sebelumnya. Samsung sendiri belum merilis jumlah unit untuk periode tersebut.
Salah satu kemungkinan yang disebut sumber industri adalah perpindahan sebagian konsumen yang sebelumnya menunda pembelian sambil menunggu foldable Apple. Setelah iPhone Duo diperkenalkan, sebagian dari mereka dinilai akhirnya memilih Galaxy Z Fold8.
Namun, interpretasi itu belum didukung data perpindahan konsumen secara langsung. Kenaikan 10 persen menunjukkan perubahan penjualan setelah pengumuman Apple, tetapi belum membuktikan bahwa iPhone Duo menjadi penyebabnya.
Harga menjadi salah satu perbedaan paling mencolok di pasar Korea. Galaxy Z Fold8 versi 256GB dibanderol 2.278.100 won, sedangkan iPhone Duo dengan kapasitas yang sama dijual 3.290.000 won. Selisihnya mencapai lebih dari 1 juta won.
Apple juga belum menjual iPhone Duo ketika data penjualan Fold8 tersebut dihitung. Di Korea Selatan, pemesanan baru dibuka pada 16 Oktober dan perangkat mulai tersedia pada 23 Oktober. Dengan demikian, konsumen yang menginginkan foldable segera masih memiliki Fold8 sebagai salah satu pilihan yang sudah tersedia.
Apple memosisikan iPhone Duo sebagai perubahan besar untuk lini smartphone-nya. CEO Apple John Ternus mengatakan perangkat tersebut bukan sekadar tambahan model baru.
“iPhone Duo adalah perubahan paling transformatif pada iPhone sejak model pertama,” kata Ternus ketika meluncurkan iPhone Duo.
Dari spesifikasi, iPhone Duo menggunakan layar dalam 7,6 inci dan berbobot 254 gram. Ketebalannya mencapai 11,3 mm ketika ditutup. Galaxy Z Fold8, sebagai pembanding, berbobot 201 gram sehingga sekitar 53 gram lebih ringan.
Samsung sendiri sudah memperkenalkan Galaxy Z Fold8 bersama Fold8 Ultra dan Flip8 pada Juli. Saat peluncuran, Presiden dan CEO Divisi DX Samsung Electronics TM Roh menyebut lini itu sebagai hasil pengembangan foldable perusahaan selama beberapa generasi.
“Seri Galaxy Z baru adalah produk foldable Samsung yang paling matang,” kata Roh.
Momentum Fold8 juga bukan baru muncul setelah Apple masuk. Samsung mengatakan seri Galaxy Z terbarunya membukukan 1,44 juta unit selama masa prapenjualan tujuh hari di Korea, yang disebut perusahaan sebagai rekor tertinggi untuk smartphone Galaxy. Sekitar tujuh dari sepuluh pembeli prapenjualan memilih Galaxy Z Fold8.
Karena itu, kenaikan 10% setelah pengumuman iPhone Duo lebih tepat dilihat sebagai perkembangan terbaru dalam persaingan foldable di Korea, bukan bukti bahwa konsumen telah menolak perangkat Apple. Fold8 sudah memiliki momentum penjualan, sementara pesaing barunya bahkan belum tersedia di toko.
Ujian yang lebih langsung baru akan terlihat setelah iPhone Duo mulai dijual pada Oktober. Saat itu, konsumen Korea dapat membandingkan kedua perangkat yang sama-sama tersedia, termasuk selisih harga lebih dari 1 juta won, bobot, desain, serta pengalaman perangkat lunak yang ditawarkan Apple dan Samsung.