
- 9 hari lalu
Rancangan AI Kill Switch Act menggeser regulasi AI menuju kendali operasional, dari pembatasan akses hingga penghentian sistem dalam kondisi darurat.

Hedra.ID, Eropa - Microsoft mulai memberlakukan harga baru Xbox Series X dan Series S di Eropa serta Inggris pada 1 Agustus 2026. Kenaikannya berbeda menurut model, dengan tambahan harga terbesar mencapai €200 di Eropa dan £170 di Inggris atau sekitar Rp4 jutaan.
Seperti diberitakan The Verge, Senin (3/8/2026), harga Xbox Series S 512GB di Eropa naik €150, dari €349,99 menjadi €499,99. Dengan kurs rupiah saat ini yang sebesar Rp20.899,57 per euro, harga barunya setara sekitar Rp10,4 juta, sedangkan kenaikannya sekitar Rp3,1 juta.
Xbox Series S 1TB mengalami kenaikan lebih besar, dari €399,99 menjadi €599,99 atau setara sekitar Rp12,5 juta. Tambahan €200 pada model tersebut bernilai kurang lebih Rp4,2 juta.
Kenaikan €200 juga berlaku pada dua varian Xbox Series X berkapasitas 1TB. Versi digital kini dijual €749,99 atau sekitar Rp15,7 juta. Sementara itu, versi dengan pembaca cakram naik dari €599,99 menjadi €799,99, setara sekitar Rp16,7 juta.
Di Inggris, Xbox Series S 512GB naik £130 menjadi £429,99. Berdasarkan kurs jual BI sebesar Rp24.418,52 per pound sterling, harga tersebut setara sekitar Rp10,5 juta, dengan kenaikan sekitar Rp3,2 juta.
Model Series S 1TB kini dijual £519,99 atau sekitar Rp12,7 juta setelah naik £170. Xbox Series X Digital 1TB juga bertambah £170 menjadi £619,99, setara sekitar Rp15,1 juta.
Untuk Xbox Series X 1TB dengan pembaca cakram, harganya naik dari £499,99 menjadi £669,99. Nilai barunya setara sekitar Rp16,4 juta, sedangkan kenaikannya kurang lebih Rp4,15 juta.
Baca juga: Xbox Tawarkan Uji Streaming Gratis untuk Game yang Sudah Dibeli
Microsoft sebelumnya mengumumkan bahwa harga konsol Xbox akan diperbarui secara global mulai 1 Agustus. Perusahaan menetapkan kenaikan setara US$100 untuk model 512GB dan US$150 untuk model 1TB, meski nominal akhirnya berbeda di setiap wilayah. Microsoft juga menghentikan model Xbox Series X berkapasitas 2TB.
Menurut Microsoft, perubahan harga dipicu oleh kenaikan biaya penyimpanan dan memori konsol. Perusahaan mengklaim biaya kedua komponen tersebut telah meningkat lebih dari 2,5 kali dan masih berpotensi bertambah hingga 2027. Pernyataan itu merupakan proyeksi Microsoft, bukan kepastian mengenai perkembangan harga komponen mendatang.