- 8.8/10 (12 Reviews)

- 12 hari lalu
Putusan MK melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet, tetapi tidak otomatis menjadikan semua paket memakai skema rollover yang sama.

Hedra.ID, India - ASUS kembali serius melirik pasar tablet Android setelah cukup lama absen. Produk yang menandai kembalinya perusahaan Taiwan tersebut adalah ASUS Pad, tablet berlayar besar yang mengandalkan panel OLED 144Hz, chipset MediaTek Dimensity 8300, dan baterai 9.000 mAh.
Setelah diperkenalkan secara global pada Computex 2026, ASUS Pad kini resmi dipasarkan di India. Tablet ini tersedia dalam dua konfigurasi, yakni RAM 8 GB dengan penyimpanan 128 GB seharga 45.990 rupee dan versi 8 GB/256 GB seharga 49.990 rupee atau sekitar Rp8,6 juta.
Mengutip informasi yang dilansir situs resmi ASUS, Jumat (7/8/2026), penjualan di India dilakukan melalui Flipkart, ASUS eShop, ASUS Store, ROG Store, Reliance Digital, serta jaringan ritel resmi lainnya. Protective folio case sudah termasuk dalam paket penjualan.
ASUS sendiri menyebut kehadiran ASUS Pad sebagai kembalinya perusahaan ke kategori tablet setelah beberapa tahun. Berbeda dengan ROG Flow yang lebih dekat dengan komputer Windows berbentuk tablet, perangkat baru ini menjalankan Android 16 dan menyasar penggunaan sehari-hari.
ASUS memosisikannya sebagai perangkat untuk menikmati konten, membaca, mencatat, bermain game, hingga menjalankan pekerjaan ringan ketika pengguna tidak ingin membawa laptop.
Strategi tersebut terasa masuk akal karena batas antara tablet hiburan dan perangkat produktivitas terus menyempit. Tablet Android kelas menengah hingga premium kini semakin sering dibekali keyboard, stylus, multitasking, serta fitur yang menghubungkannya dengan komputer.
Daya tarik paling menonjol dari ASUS Pad ada pada layarnya. Tablet ini menggunakan panel dual-layer OLED 12,2 inci beresolusi 2.800 x 1.840 piksel dengan refresh rate hingga 144Hz. Rasio aspek 3:2 membuat layar memiliki ruang vertikal lebih luas dibandingkan panel 16:10 sehingga lebih nyaman untuk membaca dokumen, membuka situs, atau mencatat.
Teknologi dual-layer OLED menggunakan dua lapisan emisi OLED. Menurut ASUS, konstruksi tersebut dapat meningkatkan efisiensi daya sekaligus memperpanjang usia panel dibandingkan OLED satu lapis konvensional.
Panelnya menawarkan tingkat kecerahan tipikal 600 nit, cakupan warna 100% DCI-P3, dan rasio layar terhadap bodi sekitar 92%. ASUS juga memperoleh sertifikasi TÜV Rheinland untuk pengurangan cahaya biru dan flicker.
Refresh rate 144Hz terutama akan terasa ketika menggulir halaman, menggunakan stylus, memainkan gim yang mendukung frame rate tinggi, atau sekadar berpindah antarmuka.
ASUS turut melengkapinya dengan empat speaker dan Dolby Atmos. Kombinasi OLED dan speaker tersebut memperlihatkan bahwa konsumsi multimedia menjadi salah satu fokus utama perangkat ini.
ASUS Pad menggunakan MediaTek Dimensity 8300 yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 4 nanometer. Chip tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5X 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 berkapasitas 128 GB atau 256 GB. Pengguna yang membutuhkan kapasitas tambahan masih memperoleh slot microSD hingga 1 TB.
Keberadaan microSD cukup menarik karena fitur tersebut semakin jarang ditemui pada tablet kelas premium. Sementara itu, Dimensity 8300 bukan chipset terbaru MediaTek untuk kelas flagship, tetapi performanya masih cukup kuat untuk aktivitas seperti multitasking, penyuntingan ringan, streaming video resolusi tinggi, dan sebagian besar gim Android.
Pendekatan ASUS terlihat lebih mengarah pada keseimbangan performa dan efisiensi dibandingkan mengejar benchmark tertinggi.
ASUS Pad langsung menjalankan Android 16. ASUS juga memasukkan sejumlah fitur Google yang kini semakin umum ditemui pada perangkat Android baru. Salah satunya adalah Circle to Search. Pengguna dapat mencari informasi mengenai objek atau teks yang muncul di layar tanpa harus berpindah aplikasi.
Google Gemini juga tersedia untuk membantu berbagai pekerjaan berbasis AI, termasuk mencari informasi dan menangani tugas tertentu. Ketersediaan dan kemampuan Gemini tetap dapat berbeda berdasarkan wilayah, bahasa, akun, serta layanan Google yang tersedia.
ASUS turut membawa GlideX untuk menghubungkan tablet dengan komputer. Fitur tersebut dapat digunakan untuk berbagi layar, memindahkan berkas, dan membangun alur kerja lintas perangkat. Bagi pengguna laptop ASUS, integrasi seperti ini berpotensi menjadi nilai tambah karena tablet tidak harus berdiri sebagai perangkat terpisah.
Untuk kebutuhan mencatat dan menggambar, ASUS Pad mendukung ASUS Pen 2.0. Stylus tersebut dapat digunakan untuk menulis tangan, membuat sketsa, memberikan anotasi, atau melakukan navigasi yang membutuhkan presisi lebih tinggi. Tablet juga mendukung keyboard Bluetooth sehingga dapat digunakan dengan tata letak yang lebih menyerupai laptop.
Namun, ASUS Pen 2.0 dan keyboard merupakan aksesori opsional. Isi paket dan ketersediaannya juga dapat berbeda antara satu negara dengan negara lain.
Selain itu, ASUS berusaha menjaga perangkat ini tetap mudah dibawa meskipun menggunakan layar lebih dari 12 inci. Ketebalan bodinya hanya 6,5 mm, sementara bobotnya sekitar 523 gram.
ASUS menggunakan rangka berbahan magnalium dan bagian belakang fiberglass untuk menyeimbangkan bobot dengan kekakuan struktur. Untuk dimensinya mencapai 271,1 x 182,4 mm.
Selain itu, bobot sekitar setengah kilogram memang masih terasa ketika tablet dipegang dengan satu tangan dalam waktu lama. Namun, untuk perangkat berlayar 12,2 inci, angka tersebut tetap relatif ringan.
Di balik bodinya yang tipis, ASUS memasang baterai berkapasitas 9.000 mAh.Tablet mendukung pengisian USB-C hingga 45W.
Dalam pengujian internal ASUS, kapasitas baterai dapat terisi hingga sekitar 50% dalam waktu 30 menit. Hasil penggunaan sebenarnya tentu dapat berbeda berdasarkan kondisi baterai, suhu, charger, serta aktivitas yang sedang berjalan.
Port USB-C yang digunakan sudah mendukung USB 3.2 Gen 1, Power Delivery 3.0, dan DisplayPort 1.4. Dukungan DisplayPort memungkinkan tablet mengirimkan tampilan ke monitor eksternal yang kompatibel melalui USB-C.
Untuk saat ini, ASUS belum mengumumkan harga maupun jadwal penjualan ASUS Pad di Indonesia. Hal tersebut penting karena harga 45.990 rupee atau sekitar Rp8,6 juta di India tidak bisa langsung diasumsikan akan menjadi harga Indonesia. Pajak, distribusi, promosi, paket aksesori, dan strategi pasar dapat menghasilkan harga yang berbeda.