
- 12 hari lalu
RUU Hak Cipta berpotensi mengubah relasi kreator dan platform AI melalui aturan lisensi, transparansi data, kompensasi, dan perlindungan karya.

Hedra.ID, Stockholm - Spotify mencatatkan pencapaian baru dengan menembus angka 300 juta pelanggan Premium di seluruh dunia. Angka tersebut menjadi jumlah pelanggan berbayar tertinggi yang pernah dicapai sebuah layanan streaming audio.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang dipublikasikan Spotify Newsroom, Selasa (4/8/2026), jumlah pelanggan Spotify Premium tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah pengguna aktif bulanan atau monthly active users (MAU) meningkat 12% menjadi 777 juta pengguna.
Artinya, sekitar 39% pengguna aktif Spotify kini menggunakan layanan berbayar. Sisanya masih mengakses Spotify melalui layanan gratis yang didukung iklan.
Pertumbuhan pelanggan berbayar turut mengangkat kinerja keuangan Spotify. Perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar €4,8 miliar pada kuartal kedua 2026, naik 14% secara tahunan.
Margin kotor Spotify juga mencapai rekor tertinggi sebesar 33,4%, meningkat sekitar 1,93 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun laba operasional perusahaan tercatat sebesar €655 juta.
Spotify menyebut peningkatan margin didorong oleh pertumbuhan pelanggan Premium yang lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya untuk musik, podcast, dan buku audio. Dengan basis pengguna berbayar yang semakin besar, perusahaan memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan fitur baru sekaligus meningkatkan profitabilitas bisnisnya.
“Spotify telah mencapai skala yang hanya mampu diraih sedikit perusahaan dalam sejarah,” kata Co-CEO Spotify, Alex Norström.
Menurut Norström, Spotify kini digunakan dalam berbagai bagian kehidupan sehari-hari, mulai dari perjalanan ke kantor, berolahraga, belajar, bermain gim, makan malam, hingga menemani pengguna tidur.
Pencapaian 300 juta pelanggan Premium memperlihatkan perubahan Spotify dari aplikasi streaming musik menjadi platform audio dan hiburan yang lebih luas.
Spotify saat ini tersedia di 184 pasar dengan koleksi lebih dari 100 juta lagu, tujuh juta judul podcast, dan sekitar 700.000 buku audio.
Sepanjang kuartal kedua 2026, perusahaan juga memperkenalkan sejumlah fitur yang mengandalkan personalisasi dan kecerdasan buatan. Salah satunya adalah Personal Podcasts, fitur yang dapat membuat episode audio singkat berdasarkan minat dan kebiasaan mendengarkan pengguna.
Namun, Personal Podcasts masih diuji dalam versi beta untuk pelanggan Premium tertentu di Amerika Serikat. Konten yang dihasilkan bersifat pribadi dan tidak dapat didengarkan oleh pengguna lain.
Spotify juga mulai menguji Studio by Spotify Labs, aplikasi desktop yang membantu pengguna mencari musik, podcast, dan buku audio menggunakan perintah yang lebih alami.
Fitur lain yang dikembangkan adalah Talk to Spotify. Pengguna dapat berbicara atau mengetik langsung di aplikasi untuk memilih lagu, mencari kembali riwayat musik, serta memperoleh informasi lebih dalam mengenai musik atau podcast yang sedang didengarkan.
Salah satu fitur menarik yang diumumkan Spotify adalah Running Mode. Fitur ini dirancang untuk mengubah daftar putar menjadi sesi lari yang disesuaikan dengan target latihan, selera musik, dan tempo pengguna.
Spotify menyebut Running Mode dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari latihan menghadapi lomba, lari santai, hingga berjalan kaki. Pengguna tidak perlu lagi mencari lagu satu per satu karena sistem akan menyesuaikan musik dengan kebutuhan aktivitasnya.
Fitur tersebut memperlihatkan strategi Spotify untuk membuat personalisasi musik semakin kontekstual. Rekomendasi tidak hanya didasarkan pada genre atau artis favorit, tetapi juga aktivitas yang sedang dilakukan pengguna.
Meski demikian, Spotify belum menjelaskan secara terperinci kapan Running Mode dan sejumlah fitur berbasis AI lainnya akan tersedia secara luas, termasuk di Indonesia.