- 8.8/10 (12 Reviews)

- 14 hari lalu
Pemerintah menyiapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi di luar Komdigi. Independensinya akan ditentukan oleh desain pelaporan, anggaran, dan penegakan.

Hedra.ID, California - Pengguna Android tidak perlu buru-buru mengubah semua kebiasaan hanya karena Google sedang mengalihkan peran Assistant ke Gemini. Namun, menunggu sampai Google Assistant benar-benar tidak bisa dipakai juga berisiko membuat perpindahan terasa lebih merepotkan daripada seharusnya.
Menurut laporan 9to5Google, Google akan mulai menghapus akses Google Assistant pada ponsel dan tablet mulai 4 September 2026. Prosesnya diperkirakan berjalan bertahap selama beberapa minggu, bukan serentak pada semua perangkat. Setelah akses dicabut, pengguna yang terdampak tidak lagi bisa memilih kembali Google Assistant.
Perubahan ini juga menyentuh perangkat yang bergantung pada ponsel, seperti jam tangan Wear OS, headphone, earbud, dan Android Auto. Mobil dengan Google built-in disebut masih mempertahankan Assistant setelah tanggal tersebut.
Arah keputusan yang paling aman bagi sebagian besar pengguna cukup jelas: mulai mencoba Gemini sekarang, tetapi jangan menganggap perpindahan selesai hanya karena aplikasinya sudah aktif. Gunakan waktu sebelum Assistant dihapus untuk memastikan tugas-tugas yang paling penting tetap berjalan.
Keuntungan utama pindah lebih awal bukan karena Gemini pasti lebih baik dalam semua hal. Nilainya ada pada kesempatan mencoba tanpa langsung kehilangan jalan kembali.
Dokumentasi Google yang tersedia saat artikel ini disusun masih menjelaskan cara mengganti asisten utama dari Gemini kembali ke Google Assistant melalui menu profil aplikasi Gemini. Artinya, pengguna masih punya ruang untuk bereksperimen. Gemini bisa dijadikan asisten utama selama beberapa hari, lalu Assistant dapat dipakai kembali jika ada perintah penting yang belum bekerja sebagaimana mestinya.
Kesempatan semacam ini menjadi lebih berharga karena setelah Assistant dihapus dari perangkat yang terdampak, opsi kembali tersebut tidak lagi tersedia. Menunda sampai hari terakhir berarti pengguna baru menemukan kekurangan Gemini ketika cadangannya sudah hilang.
Namun, perpindahan tidak perlu dilakukan secara dramatis. Pengguna tidak harus langsung mengubah seluruh pengaturan atau menyerahkan semua aktivitas kepada Gemini. Cara yang lebih masuk akal adalah mengujinya pada rutinitas yang memang selama ini bergantung pada Assistant.
Gemini bukan lagi sekadar chatbot yang dibuka untuk bertanya atau membuat teks. Melalui integrasi Utilities di Android, Gemini dapat menangani sejumlah fungsi perangkat, termasuk alarm, timer, pembukaan aplikasi, kontrol media, serta membaca dan membalas notifikasi setelah izin yang diperlukan diberikan.
Google juga menyediakan dukungan untuk panggilan dan pesan melalui aplikasi komunikasi tertentu, termasuk WhatsApp. Namun, ketersediaan dan perilakunya dapat bergantung pada aplikasi yang terhubung, izin akun, bahasa, serta pengaturan perangkat.
Karena itu, pengujian yang berguna bukan sekadar meminta Gemini menjawab pertanyaan umum. Coba gunakan dalam situasi yang benar-benar penting: memasang alarm dari layar terkunci, menelepon kontak dengan nama yang mirip, mengirim pesan melalui aplikasi yang biasa dipakai, membuka navigasi, memutar musik, atau menjalankan perintah saat ponsel terhubung ke headphone dan Android Auto.
Pengguna yang sering memakai perintah suara juga perlu memperhatikan detail kecil. Apakah Gemini memilih kontak yang benar? Apakah aplikasi komunikasi yang dipakai sesuai keinginan? Apakah perintah tetap berjalan saat layar terkunci? Apakah hasilnya konsisten ketika ponsel berada di tas atau terhubung ke perangkat lain?
Gemini tersedia di Indonesia dan mendukung bahasa Indonesia. Persyaratan perangkat resminya mencakup ponsel atau tablet dengan Android 9 atau lebih baru serta RAM minimal 2 GB. Meski begitu, memenuhi syarat minimum tidak berarti semua fungsi akan tersedia atau bekerja identik pada setiap perangkat. Merek ponsel, versi sistem, konfigurasi akun, aplikasi yang terpasang, dan bahasa yang digunakan tetap dapat memengaruhi pengalaman.
Alasan utama untuk berhati-hati bukan karena Gemini belum bisa melakukan apa pun, melainkan karena beberapa fungsi Assistant masih belum memiliki pengganti yang setara.
Dokumentasi Google masih mencantumkan sejumlah layanan yang belum didukung, termasuk Interpreter Mode, podcast, berita dan radio, serta beberapa penyedia musik pihak ketiga. Bagi pengguna yang tidak pernah memakai fungsi tersebut, kekurangan ini mungkin tidak terasa. Namun, bagi pengguna yang mengandalkannya setiap hari, perpindahan penuh bisa langsung mengganggu rutinitas.
Android Auto juga layak diuji lebih serius. Pada Juli 2026, sebagian pengguna dilaporkan mengalami masalah saat melakukan panggilan melalui Gemini di Android Auto dan perangkat seluler. Google menyatakan perbaikan telah disalurkan melalui pembaruan aplikasi di Play Store.
Laporan tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa panggilan Gemini bermasalah bagi semua pengguna. Namun, kasus itu menunjukkan bahwa migrasi asisten tidak selalu selesai hanya dengan mengaktifkan aplikasi baru. Fungsi hands-free yang dipakai saat berkendara perlu dicoba sendiri sebelum dijadikan satu-satunya pilihan.
Pengguna juga sebaiknya memeriksa pengaturan data dan privasinya. Google menjelaskan bahwa aktivitas Gemini dan Assistant dapat tersimpan melalui sistem aktivitas akun yang berbeda. Menghapus aplikasi Gemini pun tidak otomatis menghapusnya sebagai asisten bawaan.
Pengguna tetap dapat mengubah aplikasi asisten default, menonaktifkan aktivasi melalui “Hey Google”, membatasi akses ketika layar terkunci, atau memilih tidak menggunakan asisten digital sama sekali. Perpindahan ke Gemini bukan berarti semua izin harus langsung diberikan.
Beralih sekarang paling masuk akal bagi pengguna dengan perangkat kompatibel yang memakai Assistant untuk tugas umum, seperti alarm, panggilan, pesan, navigasi, pembukaan aplikasi, dan kontrol media. Masa sebelum 4 September dapat dipakai untuk menyesuaikan izin, Connected Apps, Voice Match, akses layar terkunci, serta pilihan aplikasi komunikasi dan musik.
Menunggu masih dapat dibenarkan bagi pengguna yang hanya memakai Assistant sesekali dan tidak ingin mengubah pengalaman yang sudah berjalan baik. Namun, menunggu sebaiknya tidak berarti sama sekali tidak mencoba Gemini. Pengujian singkat tetap diperlukan agar pengguna tidak menghadapi perpindahan permanen tanpa persiapan.
Kelompok yang paling perlu berhati-hati adalah pengguna Interpreter Mode, layanan radio atau podcast tertentu, automasi khusus, fitur aksesibilitas, serta komunikasi hands-free di kendaraan. Mereka sebaiknya membuat daftar tugas yang tidak boleh gagal, lalu mengujinya satu per satu.
Apabila Gemini belum mampu menjalankan salah satu fungsi kritis tersebut, pertahankan Assistant sementara selama masih tersedia. Pada saat yang sama, cari cara pengganti agar ketergantungan pada Assistant tidak baru disadari setelah aksesnya dihapus.
Sebagian besar pengguna Android sebaiknya mulai beralih ke Gemini sekarang. Bukan karena Gemini sudah menggantikan Assistant dengan sempurna, tetapi karena perpindahan lebih awal memberi waktu untuk menemukan masalah ketika pilihan cadangan masih tersedia.
Menunggu sampai mendekati 4 September hanya lebih masuk akal bagi pengguna yang sudah mengetahui ada fungsi penting yang belum dapat digantikan. Bagi pengguna lain, menunda tidak memberi banyak keuntungan.
Uji Gemini pada rutinitas yang benar-benar dipakai, pertahankan Assistant sebagai cadangan selama masih bisa dipilih, lalu selesaikan perpindahan setelah fungsi penting terbukti berjalan. Dengan cara itu, penghentian Google Assistant tidak berubah menjadi kejutan pada hari ketika satu perintah yang dianggap sepele ternyata masih dibutuhkan.