
- 11 hari lalu
IMAX 70mm bisa layak dibayar lebih mahal daripada IMAX digital, tetapi hanya untuk film dan bioskop yang benar-benar memanfaatkan format tersebut.

Hedra.ID, Jakarta - Google memperluas ketersediaan Ask Maps ke Indonesia bersama Australia, Brasil, Kanada, Jepang, Meksiko, serta lebih dari 150 negara dan wilayah lainnya. Fitur berbasis Gemini tersebut memungkinkan pengguna mencari tempat, menyusun rencana perjalanan, dan memperoleh rekomendasi melalui percakapan langsung di Google Maps.
Informasi dari blog resmi Google, Kamis (6/8/2026), Ask Maps tidak hanya menerima kata kunci sederhana seperti “restoran terdekat”. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan yang lebih terperinci, misalnya mencari tempat makan yang tenang untuk mengobrol, menyusun rute perjalanan dengan beberapa pemberhentian, atau menemukan kegiatan yang dapat dilakukan dalam waktu tertentu.
Namun, untuk tahap awal, Ask Maps di Indonesia baru diluncurkan dalam bahasa Inggris. Distribusinya juga dilakukan secara bertahap sehingga fitur tersebut mungkin belum langsung muncul pada seluruh akun dan perangkat pada waktu yang sama.
Ask Maps pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat dan India pada Maret 2026. Google menyebutnya sebagai salah satu perubahan terbesar pada Maps dalam lebih dari satu dekade karena pengguna kini dapat berinteraksi dengan peta melalui percakapan.
Fitur ini memanfaatkan model Gemini serta informasi yang tersedia di Google Maps, termasuk data mengenai lebih dari 300 juta tempat dan kontribusi dari lebih dari 500 juta pengguna. Informasi tersebut mencakup lokasi, ulasan, foto, jam operasional, kondisi lalu lintas, dan berbagai detail lain yang membantu sistem memberikan rekomendasi.
Sebagai contoh, pengguna dapat menanyakan tempat yang bisa dikunjungi pada akhir pekan dalam jarak berkendara 15 menit. Pertanyaan juga dapat dibuat lebih rumit, seperti mencari toko untuk membeli pengisi daya sekaligus stasiun pengisian gratis yang tidak mengharuskan pengunjung memesan makanan atau minuman.
Setelah memperoleh jawaban, pengguna dapat melanjutkan percakapan tanpa harus mengulangi konteks dari awal. Rekomendasi akan ditampilkan bersama peta agar lokasi dan jaraknya lebih mudah dibandingkan.
Salah satu pembaruan utama Ask Maps adalah widget transportasi umum yang menampilkan informasi keberangkatan dan keterlambatan secara langsung. Pengguna dapat menanyakan pilihan bus, kereta, MRT, kapal feri, atau moda transportasi lain menuju suatu lokasi. Ask Maps kemudian akan menampilkan pilihan perjalanan dalam tampilan menyerupai papan keberangkatan virtual.
Apabila kendaraan mengalami keterlambatan, estimasi waktu tunggu akan diperbarui dari menit ke menit. Fitur ini dirancang agar pengguna tidak perlu berulang kali membuka halaman rute untuk memeriksa perubahan jadwal.
Ketersediaan informasi transportasi langsung di Indonesia kemungkinan akan bergantung pada data yang diberikan operator dan cakupan masing-masing kota. Dengan demikian, kualitas informasi untuk TransJakarta, MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT, atau angkutan daerah dapat berbeda antara satu layanan dan layanan lainnya.
Ini merupakan konsekuensi dari ketergantungan fitur terhadap kelengkapan data waktu nyata di setiap wilayah. Sedangkan untuk widget transportasi langsung mulai diluncurkan di seluruh negara yang memperoleh Ask Maps, termasuk Indonesia.
Google juga membawa Personal Intelligence ke Ask Maps. Fitur ini memungkinkan pengguna menghubungkan Google Maps dengan informasi pribadi yang tersimpan di Gmail.
Ketika akses diberikan, Ask Maps dapat mempertimbangkan informasi seperti tiket penerbangan, reservasi hotel, atau pemesanan restoran. Pengguna kemudian bisa memperoleh rekomendasi tanpa harus mengetik ulang seluruh detail perjalanan.
Misalnya, seseorang yang memiliki jadwal penerbangan dan reservasi hotel di Gmail dapat menanyakan kegiatan yang bisa dilakukan selama beberapa jam sebelum berangkat ke bandara. Ask Maps akan menggunakan lokasi hotel dan waktu penerbangan untuk memberikan rekomendasi sekaligus memperkirakan waktu yang tepat untuk meninggalkan lokasi.
Integrasi dengan Gmail tidak aktif secara otomatis. Pengguna harus memilih untuk menghubungkannya sendiri. Google juga berencana memperluas Personal Intelligence ke aplikasi lain, termasuk Google Calendar.
Kehadiran fitur ini memang dapat membuat perencanaan perjalanan lebih praktis. Namun, pengguna sebaiknya tetap memeriksa izin akun dan memastikan hanya layanan yang benar-benar diperlukan yang memperoleh akses ke informasi pribadi.
Sebagai pelengkap, Ask Maps kini dapat mengingat percakapan sebelumnya selama pengaturan riwayat pengguna diaktifkan.Pengguna dapat kembali membuka saran perjalanan yang pernah diberikan tanpa harus memulai pencarian dari awal. Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Maps mengingatkan kembali daftar kegiatan yang sebelumnya direkomendasikan untuk perjalanan ke suatu kota.
Riwayat percakapan dapat dibuka melalui menu Ask Maps. Pengguna juga dapat menghapus percakapan yang tidak ingin disimpan, tetapi Google menjelaskan bahwa penghapusan dilakukan untuk satu percakapan secara utuh, bukan sebagian pesan di dalamnya.
Kemampuan mengingat konteks dapat berguna ketika pengguna merencanakan perjalanan selama beberapa hari. Namun, hasil dari sistem AI tetap perlu diperiksa kembali, terutama untuk informasi yang dapat berubah cepat seperti jam operasional, harga, jadwal keberangkatan, dan ketersediaan tempat.
Peluncuran Ask Maps di Indonesia menunjukkan bahwa Google ingin mengubah Maps dari aplikasi navigasi menjadi asisten yang membantu pengguna merencanakan kegiatan. Manfaat terbesarnya bukan sekadar menemukan jalan, tetapi menggabungkan pencarian tempat, perjalanan, transportasi, dan konteks pribadi ke dalam satu percakapan.