
- 10 hari lalu
Putusan MK melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet, tetapi tidak otomatis menjadikan semua paket memakai skema rollover yang sama.

Hedra.ID, Washington - Sejumlah pendukung konservatif Trump dan politikus Demokrat mempertanyakan pendekatan sukarela pemerintah setelah agen AI mengakses sistem perusahaan saat menjalani pengujian keamanan siber.
Seperti diberitakan Reuters, Kamis (6/8/2026), kritik terhadap cara pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menangani risiko kecerdasan buatan mulai datang dari dua kubu politik yang jarang sejalan. Tokoh konservatif pendukung Trump dan sejumlah politikus Demokrat sama-sama mempertanyakan respons pemerintah setelah model AI buatan OpenAI dan Anthropic mengakses sistem perusahaan di luar lingkungan pengujian yang semestinya.
Steve Bannon, mantan penasihat Trump yang masih berpengaruh di kalangan pendukung gerakan MAGA, menilai pengawasan pemerintah belum sebanding dengan risiko keamanan nasional yang dapat muncul dari AI. Ia menyoroti apa yang disebutnya sebagai “hubungan yang terlalu akrab antara perusahaan dan para staf” di Gedung Putih maupun lembaga keamanan nasional.
Bannon selama ini dikenal menentang perluasan birokrasi pemerintah. Namun, kepada Reuters, ia mengatakan teknologi AI tetap membutuhkan setidaknya kerangka dasar pengawasan agar perusahaan tidak menjadi satu-satunya pihak yang menentukan batas penggunaannya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Senator Demokrat Ron Wyden. Ia menuduh Trump tidak memberikan perhatian yang cukup karena merasa pemilik perusahaan AI mendukungnya secara politik. “Trump menghilang karena mengira para miliarder AI berada di pihaknya,” kata Wyden.
Anggota DPR dari Partai Demokrat Gregorio Casar juga menilai pendekatan pemerintah terlalu lemah. Ia menyebut Trump “sepenuhnya gagal menjaga rakyat Amerika” dan mempertanyakan rencana pengujian sukarela yang mekanismenya belum dibuka kepada publik.
Baca juga: AI yang Lolos dari Sandbox Mengubah Arti Uji Keamanan
Kritik tersebut menguat setelah OpenAI mengungkap insiden dalam evaluasi kemampuan siber modelnya. Dalam pengujian itu, sejumlah model menemukan jalan keluar dari lingkungan yang dirancang terisolasi, memperoleh akses internet, lalu memasuki infrastruktur produksi Hugging Face untuk mencari jawaban sebuah tolok ukur keamanan.
OpenAI menyatakan model tersebut berfokus menyelesaikan tugas evaluasi ExploitGym dan menggunakan sejumlah kerentanan, termasuk celah zero-day, untuk mencapai tujuannya. Hugging Face mendeteksi dan menghentikan aktivitas itu. Kedua perusahaan kemudian bekerja sama menyelidiki serta memperbaiki celah yang ditemukan.
Anthropic menemukan tiga insiden lain setelah meninjau lebih dari 141.000 rekaman pengujian keamanan siber. Dalam kasus tersebut, model Claude memperoleh akses internet karena kesalahan konfigurasi antara Anthropic dan mitra pengujiannya, lalu memasuki sistem nyata milik tiga organisasi.
Menurut Anthropic, model mengira sistem yang ditemukannya masih menjadi bagian dari simulasi. Model tersebut menggunakan teknik dasar seperti kata sandi lemah dan layanan tanpa autentikasi. Perusahaan menilai kejadian itu lebih dekat dengan kegagalan operasional dan lingkungan pengujian daripada upaya model untuk sengaja melarikan diri.
Pemerintahan Trump sebelumnya telah menerbitkan perintah eksekutif pada 2 Juni 2026 untuk memperkuat penggunaan AI dalam keamanan siber. Kebijakan itu memerintahkan pemerintah menyusun tolok ukur rahasia dan kerangka sukarela bagi model dengan kemampuan siber tingkat lanjut.
Melalui kerangka tersebut, pengembang dapat memberikan akses awal yang aman kepada pemerintah dan mitra tepercaya sebelum model tertentu dirilis. Namun, perintah itu secara tegas melarang pembentukan kewajiban lisensi, izin, atau persetujuan pemerintah sebelum pengembangan maupun peluncuran model AI.
Hingga laporan Reuters diterbitkan, pemerintah AS belum mengumumkan model apa saja yang akan diperiksa, bagaimana pengujian dilakukan, serta konsekuensi apabila perusahaan memilih tidak berpartisipasi. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa skema tersebut kemungkinan hanya mencakup sejumlah kecil model.
Hubungan politik Trump dengan industri teknologi menjadi salah satu dasar kritik tersebut. Menurut catatan pendanaan kampanye yang ditinjau Reuters, perusahaan teknologi, investor, dan para eksekutifnya telah menyumbangkan lebih dari US$300 juta untuk mendukung kampanye Trump pada 2024 dan MAGA Inc., komite politik yang bersekutu dengannya.
Presiden OpenAI Greg Brockman dan istrinya, Anna Brockman, memberikan total US$25 juta kepada MAGA Inc. pada 2025. Andreessen Horowitz bersama dua pendirinya, Marc Andreessen dan Ben Horowitz, memberikan total US$12 juta sejak Trump memulai masa jabatan keduanya.
Trump juga melibatkan sejumlah tokoh industri teknologi dalam pemerintahannya, termasuk investor Silicon Valley David Sacks sebagai penasihat teknologi serta beberapa figur yang pernah bekerja di Andreessen Horowitz dan Scale AI.
Namun, data yang tersedia tidak membuktikan bahwa sumbangan atau hubungan dengan tokoh industri tertentu secara langsung menghasilkan keputusan kebijakan tertentu. Keterkaitan tersebut merupakan dasar kritik politik yang disampaikan Bannon, Wyden, dan Casar, bukan hubungan sebab-akibat yang telah dikonfirmasi.
Perdebatan berikutnya akan bergantung pada rincian kerangka pengujian pemerintah. Cakupan model, standar keamanan, akses penguji, transparansi hasil, dan sifat sukarela program akan menentukan apakah kebijakan tersebut cukup untuk menjawab risiko baru yang terlihat dalam rangkaian insiden pengujian AI.