- 8.8/10 (12 Reviews)

- 18 hari lalu
Permintaan memori untuk pusat data AI menekan pasokan komponen smartphone, menaikkan harga, dan mempersempit pilihan perangkat murah.

Hedra.ID, Taipei - Foxconn membukukan pendapatan bulanan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada Juli 2026, ketika permintaan produk kecerdasan buatan terus mendorong bisnis server dan infrastruktur komputasinya.
Seperti diberitakan Reuters, Rabu (5/8/2026), produsen elektronik asal Taiwan tersebut mencatat pendapatan NT$946,5 miliar atau sekitar Rp527 triliun, naik 54,2% dibandingkan Juli tahun lalu. Pencapaian ini menjadi pertama kalinya pendapatan bulanan Foxconn melampaui NT$900 miliar, atau sekitar Rp501 triliun.
Pendapatan tersebut juga meningkat sekitar 15,2% dari NT$821,8 miliar yang dibukukan pada Juni. Perbandingan bulanan itu dihitung berdasarkan angka pendapatan yang dilaporkan untuk kedua periode.
Menurut Foxconn, divisi produk cloud dan jaringan mencatat pertumbuhan kuat karena meningkatnya permintaan produk AI. Divisi ini mencakup server AI dan perangkat infrastruktur yang digunakan untuk menjalankan serta menghubungkan sistem komputasi berskala besar.
Namun, AI bukan satu-satunya sumber pertumbuhan pada Juli. Divisi elektronik konsumen pintar, yang mencakup ponsel, juga mencatat kenaikan kuat. Karena Foxconn tidak memublikasikan rincian nilai pendapatan setiap divisi dalam laporan bulanannya, kontribusi khusus server AI terhadap total NT$946,5 miliar belum dapat dihitung dari data yang tersedia.
Foxconn, yang secara resmi bernama Hon Hai Precision Industry, dikenal sebagai produsen kontrak untuk sejumlah perusahaan teknologi global. Perusahaan tersebut merupakan pemasok utama Nvidia sekaligus salah satu mitra manufaktur terbesar Apple. Posisi itu membuat kinerja Foxconn kerap digunakan sebagai salah satu indikator permintaan perangkat elektronik konsumen dan infrastruktur pusat data.
Pertumbuhan Juli melanjutkan tren yang terlihat pada kuartal kedua. Foxconn sebelumnya melaporkan pendapatan kuartal tersebut sebesar NT$2,513 triliun, naik 39,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan saat itu juga mengaitkan pertumbuhan bisnis cloud dan jaringan dengan kuatnya permintaan produk AI.
Memasuki kuartal ketiga, Foxconn memperkirakan pengiriman rak AI tetap tumbuh. Aktivitas bisnis secara keseluruhan juga diperkirakan meningkat secara bertahap ketika produk teknologi informasi dan komunikasi memasuki musim penjualan yang lebih ramai.
Perusahaan ini mengharapkan pendapatan kuartal ketiga tumbuh, baik dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Namun, Foxconn tidak memberikan proyeksi dalam bentuk angka dan mengingatkan bahwa perkembangan politik serta ekonomi global masih perlu dipantau. Pernyataan tersebut merupakan ekspektasi perusahaan, bukan kepastian mengenai hasil keuangan berikutnya.
:
Sebagai dampak pencapaian tersebut, saham Foxconn ditutup naik 3,4% pada 5 Agustus, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 2,9% pada indeks pasar Taiwan. Pergerakan itu terjadi sebelum angka pendapatan Juli diumumkan sehingga tidak dapat langsung disebut sebagai reaksi investor terhadap laporan bulanan tersebut.
Foxconn dijadwalkan merilis laporan keuangan lengkap kuartal kedua pada 12 Agustus 2026. Laporan itu akan memuat informasi yang lebih lengkap mengenai laba, margin, dan biaya perusahaan. Angka NT$946,5 miliar yang diumumkan untuk Juli merupakan pendapatan, bukan laba, sehingga belum menunjukkan seberapa besar pertumbuhan penjualan AI diterjemahkan menjadi keuntungan.