- 8.8/10 (12 Reviews)

- 9 hari lalu
Permintaan memori untuk pusat data AI menekan pasokan komponen smartphone, menaikkan harga, dan mempersempit pilihan perangkat murah.

Hedra.ID, Jakarta - Berlangganan YouTube Music Premium dan memakai earphone yang bagus belum tentu membuat musik langsung diputar pada kualitas tertinggi. Aplikasi masih dapat menggunakan setelan bawaan Normal jika pengguna belum pernah mengubahnya.
Menurut dokumentasi YouTube Music, kualitas Normal memiliki batas atas 128 kbps dalam format AAC atau Opus. Opsi tertingginya mencapai 256 kbps, tetapi pengaturannya perlu dipilih secara terpisah untuk Wi-Fi, jaringan seluler, dan musik yang didownload.
Perubahan dari 128 kbps ke 256 kbps dapat membuat audio terdengar lebih bersih. Namun, angka yang lebih tinggi tidak otomatis berarti suaranya menjadi lossless. Di sinilah label kualitas dalam aplikasi perlu dibaca dengan lebih hati-hati.
Bitrate menunjukkan jumlah data yang digunakan untuk membawa audio setiap detik. YouTube Music menyediakan kualitas Rendah dengan batas 48 kbps, Normal pada 128 kbps, serta Tinggi dan Selalu Tinggi pada 256 kbps.
Semakin tinggi bitrate, semakin besar ruang yang tersedia untuk mempertahankan informasi audio selama proses kompresi. Perbedaannya mungkin lebih mudah terdengar pada lagu dengan banyak lapisan instrumen, bagian musik yang ramai, atau detail kecil yang diputar melalui headphone dan speaker yang memadai.
Perpindahan dari kualitas Normal ke 256 kbps dapat menghasilkan suara yang lebih bersih. Meski begitu, hasilnya tidak selalu dramatis. Rekaman sumber, perangkat audio, kebisingan di sekitar, dan kemampuan pendengar membedakan detail juga ikut menentukan.
Karena itu, menaikkan kualitas lebih tepat dipahami sebagai membuka batas terbaik yang disediakan layanan. Perubahan setelan tidak dapat memperbaiki rekaman yang sejak awal kurang baik, dan tidak menjamin setiap lagu akan terdengar sangat berbeda.
Istilah “batas atas” juga perlu diperhatikan. Opsi Tinggi memungkinkan aplikasi mencapai 256 kbps ketika kondisi jaringan mendukungnya. Angka tersebut bukan jaminan bahwa semua pemutaran akan terus berjalan pada bitrate yang sama tanpa penyesuaian.
YouTube Music menyediakan dua opsi yang sama-sama mencapai 256 kbps: Tinggi dan Selalu Tinggi. Perbedaannya bukan pada kualitas maksimum, melainkan pada cara aplikasi merespons perubahan koneksi.
Opsi Tinggi berusaha memutar audio hingga 256 kbps ketika jaringan cukup kuat. Jika koneksi melemah, aplikasi dapat menurunkan kualitas agar lagu tetap berjalan tanpa terlalu sering berhenti.
Selalu Tinggi mengambil pendekatan berbeda. Aplikasi berusaha mempertahankan 256 kbps meskipun kondisi koneksi sedang kurang baik. Pilihan ini lebih memprioritaskan kualitas, tetapi pemutaran juga lebih rentan tersendat ketika jaringan tidak mampu mengirimkan data secara stabil.
Pada Wi-Fi yang baik, opsi Tinggi biasanya sudah cukup untuk membuka kualitas maksimum. Selalu Tinggi lebih cocok bagi pengguna yang tetap ingin mempertahankan bitrate dan bersedia menghadapi kemungkinan buffering saat koneksi berubah.
Pertimbangannya berbeda ketika memakai jaringan seluler. Kualitas lebih tinggi membutuhkan lebih banyak data. Pengguna dengan kuota terbatas dapat mempertahankan kualitas Normal atau Tinggi untuk jaringan seluler, lalu memakai Tinggi atau Selalu Tinggi saat terhubung ke Wi-Fi.
Pengaturan untuk Wi-Fi dan jaringan seluler tidak saling mengikuti. Mengubah salah satunya tidak otomatis mengubah yang lain. Pengguna perlu memeriksa keduanya secara terpisah di menu pengaturan.
Pada kualitas tertingginya, YouTube Music masih memakai audio terkompresi dalam format AAC atau Opus. Kompresi ini mengurangi sebagian informasi untuk mengecilkan jumlah data yang perlu dikirim dan disimpan.
Karena itu, 256 kbps di YouTube Music berbeda dari audio lossless, yang dirancang untuk mempertahankan seluruh informasi audio dari sumbernya. Label Tinggi merujuk pada pilihan terbaik di dalam layanan tersebut, bukan tingkatan tertinggi dalam seluruh format audio digital.
Perbedaan ini tidak berarti kualitas YouTube Music buruk untuk pemakaian sehari-hari. Format kompresi modern tetap dapat menghasilkan suara yang baik, terutama saat didengarkan melalui perangkat konsumen dalam situasi normal.
YouTube Music juga mempunyai keunggulan lain yang tidak berkaitan langsung dengan bitrate. Katalognya dapat memuat rekaman pertunjukan langsung, remix, versi alternatif, dan unggahan yang sulit ditemukan di platform musik lain. Bagi sebagian pengguna, keluasan pilihan itu lebih penting daripada dukungan format lossless.
Satu hal lain perlu diperhatikan pada musik yang sudah didownload. Mengganti kualitas download menjadi Tinggi hanya berlaku untuk file yang disimpan setelah perubahan tersebut. Lagu lama yang sebelumnya didownload pada kualitas Normal tidak otomatis diperbarui.
Untuk memakai kualitas baru, pengguna perlu menghapus download lama dan mengunduh ulang musiknya. Pengaturan download juga terpisah dari kualitas streaming melalui Wi-Fi dan jaringan seluler.
Jadi, memilih kualitas terbaik di YouTube Music bukan sekadar menekan opsi dengan nama paling tinggi. Pengguna perlu memahami batas 256 kbps, menyesuaikannya dengan kestabilan jaringan dan kuota, serta memperbarui download lama bila diperlukan.
Hasil akhirnya tetap bukan audio lossless. Namun, setelan yang tepat memastikan pengguna tidak mendengarkan pada kualitas lebih rendah hanya karena aplikasi masih memakai pilihan bawaan.