
- 14 hari lalu
iPhone 20 Pro dan Pro Max dirumorkan hadir dengan layar nyaris tanpa bezel, ukuran lebih besar, dan desain khusus untuk menandai 20 tahun iPhone.

Hedra.ID, Jakarta - Pemerintah memperluas cakupan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2026. Gelaran yang sebelumnya lebih banyak bertumpu pada marketplace tahun ini akan melibatkan online travel agent (OTA), layanan ride-hailing, social commerce, serta platform perdagangan dan layanan digital lainnya.
Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–16 Desember. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan program tahun ini juga tidak lagi hanya berisi promosi barang.
“Harbolnas 2026 tidak hanya mencakup promosi barang, tetapi juga produk dan layanan jasa,” kata Budi dalam Kick Off Road to Harbolnas 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Perluasan tersebut membuka ruang bagi layanan seperti akomodasi dan tiket transportasi untuk masuk dalam rangkaian Harbolnas. Menurut Budi, pemerintah juga memperluas jenis platform yang dilibatkan karena aktivitas perdagangan digital masyarakat kini tidak hanya berlangsung di lokapasar. OTA, ride-hailing, dan social commerce termasuk kategori yang disebut pemerintah.
Budi mengatakan perubahan cakupan itu juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Namun, pemerintah belum merinci daftar perusahaan atau platform yang sudah memastikan keikutsertaan dalam Harbolnas tahun ini.
Baca juga: Kenapa PPh Marketplace Bisa Terasa Seperti Tarif Baru bagi Seller?
Bersamaan dengan format yang lebih luas, pemerintah menargetkan nilai transaksi Harbolnas 2026 mencapai Rp40 triliun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai Rp36,4 triliun.
“Target tahun lalu kita capai sebesar Rp36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10%,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Adapun pada 2025, transaksi Harbolnas tumbuh 17% dari Rp31,2 triliun pada 2024. Produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun atau sekitar 45% dari total transaksi tahun lalu.
Target Rp40 triliun masih merupakan sasaran pemerintah, bukan proyeksi yang sudah pasti tercapai. Dengan perluasan ke layanan perjalanan, transportasi, dan social commerce, Harbolnas 2026 akan menjadi ujian apakah peningkatan jumlah kanal digital juga diikuti pertumbuhan transaksi dibandingkan tahun sebelumnya.