- 8.8/10 (12 Reviews)

- 7 hari lalu
Kampanye #PSBlackout mengajak pemain tidak login, bermain, atau berbelanja di PlayStation selama sepekan untuk memprotes penghentian disc mulai 2028.

Hedra.ID, California - WhatsApp mulai menyediakan fitur Scam Alert kepada sebagian pengguna beta Android. Fitur keamanan ini dirancang untuk memberi peringatan ketika pesan dari orang yang tidak tersimpan sebagai kontak menunjukkan pola yang berpotensi sebagai penipuan.
Hanya saja, seperti dikutip dari WABetaInfo, Senin (31/8/2026), ketersediaannya masih terbatas. Ya, Scam Alert mulai muncul pada sebagian akun pengguna versi beta Android, sehingga memasang aplikasi beta terbaru belum tentu membuat fitur tersebut langsung tersedia bagi semua orang.
Scam Alert sendiri bukan fitur yang baru diperkenalkan. Meta telah memaparkan teknologi di balik fitur tersebut pada 12 Agustus 2026, bersamaan dengan dimulainya pengujian beta terbatas. Perubahan terbaru adalah semakin banyaknya penguji yang mulai memperoleh akses untuk mengaktifkannya.
Setelah diaktifkan, WhatsApp mengunduh model machine learning ke perangkat pengguna. Model itu kemudian memeriksa pesan masuk dari pengirim yang tidak tersimpan sebagai kontak dan mencari pola percakapan maupun sinyal bahasa yang menyerupai modus penipuan yang telah dikenali sistem. Fitur ini bersifat opsional dan dapat dimatikan kembali oleh pengguna.
Meta menekankan bahwa proses tersebut dilakukan langsung di perangkat, bukan dengan mengirim percakapan pengguna ke server perusahaan.
“Tidak ada isi pesan yang keluar dari perangkat untuk proses klasifikasi atau dilaporkan secara otomatis kepada WhatsApp, Meta, maupun pihak lain,” tulis Meta dalam penjelasan teknisnya.
Jika model menemukan pesan yang dinilai berpotensi sebagai scam, WhatsApp akan menampilkan peringatan di dalam percakapan. Peringatan itu hanya terlihat oleh penerima dan tidak memberi tahu pengirim bahwa pesannya telah ditandai.
Pengguna kemudian dapat menentukan sendiri tindakan berikutnya, mulai dari memblokir dan melaporkan pengirim hingga tetap melanjutkan percakapan. Jika peringatan dianggap keliru, chat tersebut bisa ditandai sebagai tepercaya sehingga Scam Alert tidak lagi memberikan peringatan untuk percakapan yang sama.
Meta mengatakan modelnya dilatih menggunakan pola yang ditemukan dalam percakapan scam yang sebelumnya dilaporkan pengguna. Namun, hasil deteksi tidak berarti sebuah pesan dipastikan sebagai penipuan. Sistem melakukan klasifikasi probabilistik berdasarkan pola yang ditemukan, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna.
Pengguna yang merasa suatu chat salah ditandai juga dapat memilih untuk membagikan lima pesan terakhir yang diterima kepada WhatsApp guna membantu meningkatkan akurasi fitur. Pengiriman tersebut tidak berlangsung otomatis dan hanya dilakukan apabila pengguna memilihnya.
:
Selain menjaga isi pesan tetap di perangkat saat klasifikasi, Meta mengatakan model yang digunakan Scam Alert juga dibuat agar dapat diperiksa oleh peneliti keamanan. Perusahaan berencana mempublikasikan artefak model dan memperluas program bug bounty untuk menguji apakah implementasinya bekerja sesuai tujuan.
Meta mengakui bahwa perlindungan semacam ini juga harus terus berubah mengikuti cara penipu beroperasi.
“Penipu akan terus mengembangkan taktik mereka. Untuk tetap selangkah di depan, kami juga akan terus berkembang,” tulis Meta.
Untuk saat ini, Scam Alert masih berada dalam tahap beta terbatas. WhatsApp belum mengumumkan tanggal peluncuran fitur tersebut untuk seluruh pengguna Android maupun platform lainnya.