- 8.8/10 (12 Reviews)

- 5 hari lalu
Ponsel lipat memperluas kemampuan smartphone, sedangkan ponsel minimalis membatasi gangguan. Bentuknya mirip, tetapi masalah yang dijawab berbeda.

Hedra.ID, China - Tecno kembali bereksperimen dengan desain smartphone berlayar penuh. Perusahaan berbasis di China tersebut memperlihatkan konsep ponsel generasi baru yang diklaim memiliki bezel layar 0 mm, membuat area tampilan terlihat membentang hingga ke setiap sisi perangkat.
Perangkat yang sementara disebut Tecno Next-Gen Bezelless Concept Phone itu dijadwalkan tampil dalam acara ShowStoppers menjelang IFA 2026 di Berlin, Jerman. IFA 2026 sendiri akan berlangsung pada 4–8 September 2026.
“Bezel layar 0mm sejati yang melampaui batas visual,” demiian tulis Tecno dalam pengumuman resminya, seperti dikutip GSM Arena, Jumat (31/7/2026). Perusahaan ini menyebut perangkat tersebut sebagai konsep smartphone pertama di industri dengan batas layar 0 mm. Klaim ini masih perlu dibuktikan melalui demonstrasi perangkat secara langsung.
Meski tampilannya mulai diperlihatkan, Tecno belum mengungkap spesifikasi teknis, ukuran layar, ketebalan bodi, teknologi panel, kapasitas baterai, maupun konfigurasi kameranya.

Gambar yang beredar memperlihatkan layar datar dengan sudut membulat dan tepian yang nyaris tidak terlihat. Area aktif layar tampak memenuhi seluruh bagian depan, termasuk sisi atas dan bawah yang biasanya masih menyisakan sedikit bingkai hitam.
Desain tersebut memberikan kesan seolah-olah layar menyatu langsung dengan rangka ponsel. Namun, istilah bezel 0 mm perlu dipahami secara hati-hati.
Tecno menggunakan istilah "0mm display border", yang kemungkinan merujuk pada hilangnya batas hitam di sekeliling area aktif panel. Hal itu belum tentu berarti ponsel sama sekali tidak memiliki rangka fisik yang melindungi layar.
Dalam perangkat produksi, bagian tepi tetap diperlukan untuk menopang panel, menyatukannya dengan bodi, dan memberikan perlindungan saat ponsel terjatuh atau terbentur. Karena itu, penjelasan mengenai konstruksi perangkat akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dilihat saat konsep tersebut dipamerkan.
Seperti yang terlihat, materi awal ini tidak memperlihatkan lubang kamera di bagian layar. Belum jelas apakah Tecno menempatkan kamera depan di bawah panel, menyembunyikannya menggunakan mekanisme tertentu, atau sekadar tidak menampilkannya dalam gambar konsep.
Kamera bawah layar dapat membantu menghasilkan tampilan depan yang bersih, tetapi penerapannya masih membawa tantangan. Panel yang menutupi sensor dapat mengurangi jumlah cahaya yang masuk dan memengaruhi ketajaman foto.
Penelitian mengenai teknologi kamera bawah layar juga menunjukkan bahwa lapisan panel dapat menimbulkan penurunan kualitas gambar sehingga membutuhkan pemrosesan tambahan untuk memperbaikinya.
Selain kamera depan, Tecno belum menjelaskan posisi lubang suara, sensor cahaya, dan sensor jarak. Seluruh komponen tersebut biasanya berada di bagian atas ponsel dan perlu ditempatkan ulang ketika bingkai layar diperkecil.
Konsep terbaru ini bukan percobaan pertama Tecno dalam membuat ponsel dengan bezel sangat tipis. Dalam ajang Mobile World Congress 2026, perusahaan memperkenalkan Tecno Slim 2 Concept. Perangkat itu memiliki bezel 0,7 mm, ketebalan bodi 5,49 mm, dan baterai berkapasitas 6.150 mAh.
Slim 2 memperlihatkan bahwa Tecno tidak hanya mengejar layar yang lebih luas, tetapi juga mencoba mempertahankan kapasitas baterai besar dalam bodi yang tipis. Namun, perangkat tersebut tetap berstatus konsep dan belum dijual kepada konsumen.
Ponsel bezel 0 mm terbaru tampaknya menjadi tahap lanjutan dari eksperimen itu. Dalam waktu beberapa bulan, Tecno mengurangi batas layar yang sebelumnya diklaim 0,7 mm menjadi 0 mm.
Perubahan tersebut mungkin terlihat kecil secara angka. Namun, menghilangkan sisa bingkai kurang dari 1 mm dapat membutuhkan perubahan pada struktur panel, rangka, perekat, jalur kabel, serta proses produksinya.
Bezel tipis dapat membuat ukuran layar terasa lebih besar tanpa memperlebar bodi. Desain ini juga memberikan tampilan yang lebih modern dan meningkatkan kesan imersif saat menonton video atau bermain gim. Namun, desain tanpa bezel tidak otomatis membuat pengalaman penggunaan menjadi lebih baik.
Pabrikan perlu memastikan telapak tangan atau jari pengguna tidak memicu sentuhan yang tidak disengaja ketika menggenggam perangkat. Sistem penolakan sentuhan pada sisi layar harus mampu membedakan antara sentuhan yang disengaja dan bagian tangan yang hanya menopang ponsel.
Ketahanan perangkat juga menjadi pertimbangan. Layar yang semakin dekat dengan bagian terluar bodi dapat memiliki ruang perlindungan lebih kecil saat perangkat terjatuh. Tecno belum menjelaskan material penutup layar maupun cara rangkanya meredam benturan.
Penggunaan casing juga berpotensi menutupi sedikit bagian layar jika desain aksesori tidak disesuaikan. Detail seperti ini akan menentukan apakah bezel 0 mm hanya menarik secara visual atau benar-benar nyaman digunakan setiap hari.
Tecno belum menyebutkan apakah teknologi layar tersebut akan masuk ke ponsel komersial. Perusahaan juga belum memberikan nama produk, harga, jadwal produksi, atau negara yang akan memasarkannya.
Status sebagai perangkat konsep berarti desain tersebut terutama digunakan untuk menunjukkan kemampuan riset dan arah pengembangan perusahaan. Sebagian teknologinya bisa masuk ke produk masa depan, tetapi bentuk akhirnya belum tentu sama dengan prototipe yang dipamerkan.
Tecno cukup aktif menggunakan pameran teknologi untuk memperlihatkan berbagai eksperimen. Selain Slim 2, perusahaan pernah membawa konsep ponsel modular magnetis, perangkat dengan pencahayaan neon, serta ponsel lipat tiga Phantom Ultimate G Fold.
Strategi tersebut membantu Tecno membangun citra sebagai merek yang tidak hanya bermain di segmen ponsel terjangkau, tetapi juga mencoba menawarkan inovasi desain.