
- 14 hari lalu
Samsung memperkenalkan Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, dan Flip8 serta membuka preorder di Indonesia. Simak harga dan perbedaan utama ketiganya.

Hedra.ID, California - Akuisisi Electronic Arts atau EA oleh konsorsium investor yang dipimpin Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi resmi rampung. Transaksi senilai US$55 miliar tersebut membuat perusahaan di balik EA Sports FC, Battlefield, The Sims, Apex Legends, dan Need for Speed kembali berstatus sebagai perusahaan tertutup.
Jika dirupiahkan transaksi tersebut senilai Rp989,5 triliun dengan kurs saat ini. Angka itu menjadikannya salah satu transaksi terbesar yang pernah terjadi di industri teknologi dan hiburan interaktif.
Konsorsium pembeli terdiri dari PIF, perusahaan investasi teknologi Silver Lake, dan Affinity Partners. PIF dilaporkan menguasai lebih dari 93% kepemilikan EA setelah transaksi selesai, menjadikannya pemegang kendali utama perusahaan.
EA sebelumnya merupakan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Nasdaq. Setelah akuisisi selesai pada 4 Agustus 2026, saham EA tidak lagi tersedia untuk diperdagangkan di pasar modal.
Ketika kesepakatan diumumkan pada September 2025, pemegang saham EA ditawarkan pembayaran tunai sebesar US$210 per saham. Nilainya setara sekitar Rp3,78 juta per saham berdasarkan kurs yang sama.
Harga tersebut memberikan premi sekitar 25% dibandingkan harga saham EA sebelum rencana akuisisi diumumkan. Konsorsium membeli 100% perusahaan, sedangkan PIF mempertahankan atau menggulirkan kepemilikan 9,9% yang sebelumnya telah dimilikinya.
Andrew Wilson tetap menjabat sebagai CEO EA. Kantor pusat perusahaan juga tetap berada di Redwood City, California, Amerika Serikat. Dengan demikian, perubahan kepemilikan belum disertai pengumuman mengenai perpindahan kantor pusat atau pergantian pemimpin tertinggi perusahaan.
“Ketika memulai babak baru ini, saya lebih optimistis dari sebelumnya mengenai apa yang akan kami ciptakan bersama,” kata Wilson dalam pesan kepada karyawan EA, seperti dikutip Hedra.ID dari Engadget, Rabu (5/8/20260.
Besarnya nilai akuisisi bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Transaksi EA juga menggunakan pembiayaan utang sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp359,8 triliun.
Pendanaan ekuitas yang disiapkan konsorsium mencapai sekitar US$36 miliar atau setara Rp647,7 triliun. Adapun pembiayaan utang disediakan oleh JPMorgan Chase, dengan sekitar US$18 miliar direncanakan dicairkan ketika transaksi diselesaikan.
Skema ini menjadikan akuisisi EA sebagai leveraged buyout terbesar dalam sejarah. Leveraged buyout merupakan pembelian perusahaan yang sebagian besar dananya berasal dari utang, kemudian pembayaran utang tersebut bergantung pada kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas.
Utang tidak otomatis berarti EA akan melakukan pemutusan hubungan kerja, menutup studio, atau menaikkan harga gim. Namun, beban pembiayaan yang besar dapat menciptakan tekanan agar perusahaan meningkatkan pendapatan, mengendalikan biaya, dan lebih berhati-hati dalam memilih proyek.
EA kemungkinan akan semakin mengandalkan waralaba yang telah memiliki basis pemain besar dan pendapatan berulang, seperti EA Sports FC, Madden NFL, Battlefield, Apex Legends, dan The Sims. Meski demikian, perusahaan belum mengumumkan perubahan strategi produksi gim secara terperinci setelah akuisisi.
Akuisisi ini memperkuat posisi Arab Saudi dalam industri game global. Melalui PIF dan berbagai perusahaan portofolionya, negara tersebut telah menjadikan gim, olahraga, dan hiburan sebagai bagian penting dari strategi diversifikasi ekonomi.
Sebelum transaksi diselesaikan, PIF telah menjadi investor minoritas EA selama lebih dari lima tahun. Lembaga tersebut menilai EA memiliki waralaba olahraga dan game berskala global, kekayaan intelektual populer, serta basis pemain yang besar.
“Hiburan dan olahraga merupakan area fokus strategis utama bagi PIF,” ujar Deputy Governor and Head of International Investments PIF, Turqi Alnowaiser.
Menurutnya, konsorsium ingin menjadi mitra jangka panjang bagi manajemen EA untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi perusahaan.
Investasi ini juga sejalan dengan upaya Arab Saudi mengurangi ketergantungan ekonominya terhadap minyak. Selain gim, negara tersebut meningkatkan investasi di bidang pariwisata, infrastruktur, teknologi, olahraga, dan hiburan.
Bagi pemain, penyelesaian akuisisi belum langsung mengubah cara mengakses gim EA. Layanan seperti EA Play, EA Sports FC, Apex Legends, The Sims, dan Battlefield tetap berjalan seperti sebelumnya.
Perubahan yang lebih besar kemungkinan baru terlihat dalam jangka menengah, terutama pada keputusan investasi, prioritas waralaba, strategi layanan berlangganan, serta pengembangan gim baru.
Status sebagai perusahaan tertutup dapat memberikan EA ruang lebih besar untuk membuat keputusan tanpa harus menghadapi tekanan laporan keuangan setiap kuartal dari pasar saham. Namun, perusahaan tetap harus memenuhi harapan para investor baru sekaligus membayar utang yang digunakan dalam akuisisi.
Hal tersebut dapat menghasilkan dua kemungkinan. EA dapat memperoleh modal dan dukungan lebih besar untuk memperluas game, teknologi, kecerdasan buatan, serta pengalaman hiburan baru. Di sisi lain, perusahaan juga berpotensi lebih berfokus pada proyek yang dianggap aman secara komersial.