- 8.8/10 (12 Reviews)

- 9 hari lalu
Pemerintah menyiapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi di luar Komdigi. Independensinya akan ditentukan oleh desain pelaporan, anggaran, dan penegakan.

Hedra.ID, China - Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max menunjukkan tanda-tanda akan dipasarkan di luar China. Dua perangkat yang diduga merupakan bagian dari seri flagship tersebut muncul dalam basis data sertifikasi Eurasian Economic Commission atau EEC.
Seperti dikutip Hedra.ID dari Android Authority, Jumat (31/8/2026), perangkat dengan nomor model 2611FPNFAG diyakini sebagai Xiaomi 18, sedangkan model 2609BPN61G dikaitkan dengan Xiaomi 18 Pro Max. Huruf “G” pada bagian akhir nomor model biasanya digunakan Xiaomi untuk menandai perangkat yang disiapkan bagi pasar global.
Kemunculan dalam sertifikasi menjadi petunjuk bahwa Xiaomi sedang mempersiapkan perangkat untuk memenuhi persyaratan teknis sebelum dipasarkan di wilayah Eurasian Economic Union. Namun, sertifikasi tersebut belum menjadi konfirmasi peluncuran resmi.
Xiaomi belum mengumumkan nama kedua perangkat, spesifikasi, harga, jadwal penjualan, maupun negara yang akan mendapatkannya. Informasi mengenai identitas model saat ini masih berasal dari pola nomor perangkat dan keterangan pembocor teknologi.
Rencana membawa Xiaomi 18 ke pasar global sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Pendahulunya, Xiaomi 17, juga dipasarkan secara internasional dan memiliki halaman produk di situs global Xiaomi.
Perhatian justru tertuju pada Xiaomi 18 Pro Max. Generasi sebelumnya, Xiaomi 17 Pro Max, hanya ditawarkan melalui situs Xiaomi China dan tidak muncul sebagai produk resmi di situs global perusahaan.
Jika Xiaomi 18 Pro Max benar-benar diluncurkan secara internasional, langkah itu akan menunjukkan perubahan strategi. Pengguna global tidak lagi hanya mendapat model standar dan Ultra, tetapi berpeluang memperoleh varian Pro Max yang selama ini lebih banyak ditujukan bagi pasar domestik China.
Baca juga: Xiaomi 18 Jadi Kandidat Smartphone Pertama yang Ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 6
Sertifikasi EEC memang sering menjadi salah satu petunjuk awal mengenai rencana pemasaran internasional. Meski demikian, keberadaan perangkat di dalam basis data tidak selalu berarti peluncurannya akan berlangsung dalam waktu dekat.
Produsen dapat mengurus sertifikasi jauh sebelum produk diumumkan. Beberapa perangkat bahkan dapat mengalami perubahan nama, ditunda, atau hanya dipasarkan di wilayah tertentu setelah memperoleh persetujuan teknis.
Perlu dicatat, EEC dalam konteks ini merujuk pada Eurasian Economic Commission, bukan lembaga sertifikasi Uni Eropa. Sistem regulasi teknis Eurasian Economic Union digunakan untuk menilai kesesuaian produk yang akan beredar di negara-negara anggotanya.
Huruf “G” pada nomor model mengindikasikan bahwa perangkat kemungkinan disiapkan untuk pasar internasional. Namun, istilah global tidak berarti ponsel tersebut otomatis tersedia di seluruh negara.
Xiaomi dapat memilih pasar tertentu berdasarkan permintaan, kesiapan jaringan distribusi, sertifikasi lokal, strategi harga, dan persaingan. Satu model global juga dapat memiliki beberapa nomor perangkat berbeda untuk wilayah seperti India, Jepang, Eropa, dan Asia Tenggara.
Di Indonesia, sebuah ponsel harus memenuhi persyaratan sertifikasi perangkat telekomunikasi dan ketentuan tingkat komponen dalam negeri sebelum dapat dipasarkan secara resmi. Sampai saat ini, Xiaomi Indonesia belum mengumumkan Xiaomi 18 maupun Xiaomi 18 Pro Max.
Situs resmi Xiaomi Indonesia masih menampilkan Xiaomi 17, Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi 17T, dan Xiaomi 17T Pro sebagai bagian dari jajaran ponsel flagship yang tersedia di pasar lokal. Karena itu, kemunculan Xiaomi 18 Pro Max dalam sertifikasi Eurasia belum cukup untuk memastikan perangkat tersebut akan dijual di Indonesia.