
- sebulan lalu
Samsung resmi mengonfirmasi bahwa aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, akan segera dihentikan. Aplikasi yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu identitas khas ponsel Galaxy

Hedra.ID, California - Apple selama ini sangat bergantung pada TSMC untuk memproduksi chip utama di iPhone, iPad, Mac, dan perangkat lainnya. Relasi itu belum berubah dalam waktu dekat, tetapi Apple mulai membuka opsi baru.
Menurut laporan Bloomberg yang juga dikutip Reuters, Kamis (7/5/2026), Apple telah melakukan pembicaraan awal dengan Intel dan Samsung untuk kemungkinan produksi chip perangkat utama di Amerika Serikat. Eksekutif Apple juga disebut telah mengunjungi fasilitas Samsung yang sedang dibangun di Taylor, Texas.
Belum ada keputusan final, pesanan resmi, atau kontrak produksi yang diumumkan. Karena itu, langkah ini lebih tepat dibaca sebagai penjajakan strategis, bukan tanda bahwa Apple akan segera meninggalkan TSMC.
Meski begitu, sinyalnya tetap penting. Di tengah perebutan kapasitas chip canggih dan tekanan geopolitik di Asia Timur, Apple tampak mulai menyiapkan ruang gerak yang lebih luas.
Ada beberapa alasan mengapa Apple mulai melihat alternatif di luar TSMC. Yang pertama adalah risiko konsentrasi rantai pasok.
TSMC masih menjadi pemain paling penting dalam produksi chip canggih dunia. Namun, sebagian besar kapasitas kunci perusahaan itu tetap terkait erat dengan Taiwan. Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut membuat perusahaan global seperti Apple perlu memikirkan skenario cadangan.
Alasan kedua adalah kapasitas. Ledakan permintaan AI membuat banyak perusahaan berebut akses ke node tercanggih, dari pembuat chip AI sampai perusahaan cloud. Dalam kondisi seperti ini, Apple tidak hanya bersaing dengan sesama produsen perangkat konsumen, tetapi juga dengan industri AI yang sedang menyerap kapasitas manufaktur dalam jumlah besar.
Alasan ketiga adalah posisi tawar. Dengan lebih dari satu calon mitra foundry, Apple punya peluang lebih besar untuk menjaga fleksibilitas harga, jadwal produksi, dan alokasi kapasitas. Ini tidak berarti TSMC mudah digantikan, tetapi Apple tentu diuntungkan jika punya opsi lain yang kredibel.
Samsung menjadi salah satu nama yang masuk radar karena sedang membangun fasilitas foundry di Taylor, Texas. Pabrik ini diproyeksikan menjadi bagian penting dari ambisi Samsung untuk memperkuat bisnis produksi chip pesanan, termasuk pada proses canggih berbasis gate-all-around.
Sejumlah laporan industri menyebut fasilitas Taylor bergerak menuju fase pemasangan dan pengujian peralatan untuk produksi 2nm. Namun, jadwal produksi massal disebut masih bergeser ke 2027, sehingga kapasitasnya belum bisa langsung menjadi solusi jangka pendek bagi Apple.
Inilah bagian yang penting untuk dipahami. Apple bisa saja tertarik pada Samsung sebagai alternatif, tetapi standar Apple untuk chip iPhone dan Mac sangat tinggi. Yield, efisiensi daya, performa, stabilitas pasokan, dan kemampuan produksi massal harus benar-benar terbukti.
Samsung punya pengalaman panjang sebagai produsen semikonduktor. Namun, untuk chip utama Apple, tantangannya bukan hanya bisa memproduksi chip canggih, melainkan memproduksinya dalam volume besar dengan konsistensi yang memenuhi standar Apple.
Intel juga masuk dalam pembicaraan awal. Dari sisi teknologi, Intel sedang mendorong kembali bisnis foundry dan ingin membuktikan bahwa perusahaan tersebut bisa bersaing di produksi chip pesanan untuk pelanggan besar.
Namun, konteks Intel tidak hanya teknis. Pemerintah Amerika Serikat kini memiliki kepentingan yang jauh lebih besar terhadap Intel setelah mengambil hampir 10 persen saham perusahaan tersebut melalui skema yang terkait pendanaan CHIPS Act dan program manufaktur semikonduktor.
Bagi Apple, memakai Intel Foundry suatu hari nanti bisa memberi sinyal positif kepada Washington. Langkah semacam itu akan sejalan dengan dorongan Amerika Serikat untuk membawa lebih banyak produksi chip strategis ke dalam negeri.
Tetap saja, Apple kemungkinan akan berhati-hati. Foundry bukan hanya soal lokasi pabrik, tetapi juga kemampuan mengeksekusi desain kompleks dalam skala besar. TSMC masih menjadi tolok ukur utama di titik ini.
Penjajakan foundry baru ini terjadi ketika Apple juga memasuki masa transisi kepemimpinan. Apple telah mengumumkan bahwa Tim Cook akan menjadi executive chairman, sementara John Ternus akan menjadi CEO Apple mulai 1 September 2026.
Transisi ini relevan karena Ternus berasal dari sisi hardware. Di saat yang sama, laporan lain menyebut tim hardware Apple diorganisasi ulang ke beberapa area utama, termasuk divisi silicon yang dipimpin Sri Santhanam.
Artinya, strategi chip Apple kemungkinan akan tetap menjadi prioritas besar. Sejak beralih ke Apple Silicon, chip bukan lagi sekadar komponen, tetapi fondasi utama diferensiasi produk Apple.
Jika Apple ingin memperluas kemampuan AI lokal di perangkat, menjaga performa Mac, dan mengamankan generasi iPhone berikutnya, rantai pasok chip akan menjadi isu yang semakin strategis.
Untuk saat ini, TSMC masih menjadi mitra paling penting Apple di produksi chip canggih. Tidak ada indikasi kuat bahwa posisi itu akan berubah cepat.
Namun, penjajakan dengan Samsung dan Intel menunjukkan bahwa Apple tidak ingin seluruh masa depan chipnya bergantung pada satu jalur produksi. Di era AI, kapasitas semikonduktor menjadi terlalu penting untuk dibiarkan tanpa opsi cadangan.
Langkah ini juga memperlihatkan arah industri yang lebih luas. Chip kini bukan hanya urusan performa perangkat, tetapi juga strategi geopolitik, kebijakan industri, dan daya tahan rantai pasok.
Bagi Apple, diversifikasi foundry bukan keputusan sederhana. Tetapi jika Samsung atau Intel mampu membuktikan kualitas produksi yang setara dengan kebutuhan Apple, peta rantai pasok chip global bisa berubah perlahan dalam beberapa tahun ke depan.