- 8.8/10 (12 Reviews)

- 4 hari lalu
Pemerintah menyiapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi di luar Komdigi. Independensinya akan ditentukan oleh desain pelaporan, anggaran, dan penegakan.

Hedra.ID, Washington - Microsoft akhirnya membawa backward compatibility Xbox ke PC. Namun, peluncuran awalnya masih sangat terbatas: baru empat game Xbox orisinal yang tersedia, yaitu BLiNX: The Time Sweeper, Conker: Live and Reloaded, Crimson Skies: High Road to Revenge, dan Fuzion Frenzy.
Karena itu, arah keputusannya sebenarnya cukup sederhana. Beli sekarang jika salah satu dari empat game tersebut memang ingin Anda mainkan. Namun, bila tujuan utamanya adalah menunggu game era Xbox 360 hadir di PC, belum ada alasan kuat untuk melakukan pembelian sebagai langkah antisipasi.
Xbox menyebut Backward Compatibility on PC masih berada dalam tahap early release. Empat game pembuka sudah dapat dibeli melalui PC di wilayah yang didukung dan juga tersedia dalam seluruh paket Xbox Game Pass.
Pemilik lisensi digital game yang sama di konsol juga tidak perlu membelinya lagi. Menurut pengumuman Xbox, lisensi tersebut dapat terbawa ke PC atau perangkat genggam yang didukung. Bagi pengguna yang pernah membeli salah satu gamenya secara digital, langkah pertama yang lebih masuk akal adalah memeriksa pustaka Xbox sebelum mengeluarkan biaya tambahan.
Microsoft turut menyediakan sejumlah pengaturan grafis, termasuk peningkatan resolusi hingga empat kali, VSync, pilihan layar penuh atau windowed, anisotropic filtering, dan anti-aliasing. Dukungan Achievements dijanjikan menyusul dalam beberapa bulan setelah peluncuran.
Artinya, empat game ini sudah merupakan produk nyata yang bisa dimainkan, bukan sekadar uji teknologi. Nilainya juga sudah dapat dinilai sekarang: apakah Anda memang ingin memainkan BLiNX, Conker, Crimson Skies, atau Fuzion Frenzy?
Bagi pelanggan Game Pass, mencoba melalui langganan yang sudah aktif menjadi pilihan paling rendah risiko. Anda dapat memastikan gamenya masih menarik untuk dimainkan sebelum mempertimbangkan pembelian permanen. Sementara itu, pengguna tanpa Game Pass dapat membeli langsung bila salah satu judul memang punya nilai nostalgia atau ingin disimpan dalam pustaka.
Masalah muncul ketika empat game ini dianggap sebagai tanda bahwa katalog Xbox 360 akan segera menyusul. Sampai saat ini, anggapan tersebut belum punya dasar resmi yang cukup.
Harapan terhadap game Xbox 360 muncul setelah peneliti dan modder memeriksa paket game yang dirilis Microsoft. Tom’s Hardware melaporkan bahwa game Xbox orisinal tersebut berjalan melalui sistem emulasi yang melibatkan emulator internal Xbox 360.
Sejumlah modder kemudian berhasil menjalankan file game Xbox 360 lain dengan hasil dan tingkat stabilitas yang berbeda. Temuan ini menunjukkan bahwa fondasi teknis untuk menjalankan software Xbox 360 di PC kemungkinan sudah tersedia di dalam sistem tersebut.
Namun, sesuatu yang bisa dijalankan secara teknis belum tentu siap dijual sebagai produk resmi. Microsoft tetap perlu menangani kompatibilitas setiap game, hak penerbitan, lisensi musik, layanan daring, Achievements, penyimpanan cloud, dan berbagai persoalan distribusi lainnya. Game yang dapat dijalankan melalui modifikasi juga belum tentu stabil, mendapat dukungan, atau aman dipakai oleh pengguna umum.
Windows Central menegaskan bahwa Microsoft belum memberikan roadmap, jadwal, maupun konfirmasi resmi mengenai dukungan game Xbox 360 di PC. Karena itu, keberadaan emulator sebaiknya dibaca sebagai petunjuk bahwa ekspansi mungkin dilakukan, bukan sebagai kepastian bahwa sebuah katalog besar akan segera dibuka.
Perbedaan ini penting untuk keputusan membeli. Membeli salah satu dari empat game awal tidak akan memberi akses ke game Xbox 360 lain, tidak menjamin judul tertentu akan dirilis, dan tidak mempercepat Microsoft menghadirkan katalog tambahan. Dengan kata lain, jangan menilai pembelian hari ini berdasarkan produk yang belum diumumkan.
Membeli sekarang masuk akal bagi pengguna yang memang menginginkan salah satu dari empat judul awal. Keputusannya lebih mudah dibenarkan bila Anda tidak berlangganan Game Pass, tidak memiliki lisensi digital lama, dan ingin menyimpan akses permanen terhadap game tertentu.
Keempatnya juga lebih relevan untuk pengguna yang ingin memainkan game Xbox klasik di PC atau perangkat genggam yang didukung tanpa perlu mempertahankan konsol lama. Dalam konteks itu, nilai produknya sudah jelas dan tidak bergantung pada ekspansi katalog.
Sebaliknya, menunggu adalah keputusan yang lebih aman bila game incaran Anda berasal dari era Xbox 360. Belum ada daftar resmi, belum ada tanggal peluncuran, dan belum diketahui apakah lisensi digital lama akan mengikuti mekanisme yang sama seperti empat game pembuka.
Pemilik koleksi fisik Xbox 360 juga sebaiknya menahan ekspektasi. Pengumuman Xbox saat ini hanya menjelaskan perpindahan lisensi digital untuk empat game yang dirilis. Dukungan disc, konversi disc-to-digital, atau hak akses terhadap koleksi fisik Xbox 360 belum dijelaskan.
Menunggu bukan berarti semua game klasik di PC perlu dihindari. Keputusannya cukup dipisahkan berdasarkan kebutuhan.
Jika Anda ingin memainkan Conker sekarang, nilai pembeliannya dapat dinilai dari game tersebut saja. Namun, jika yang sebenarnya Anda tunggu adalah Fable II, Gears of War 2, Lost Odyssey, atau game Xbox 360 lain, empat judul awal ini belum menjawab kebutuhan tersebut.
Jangan membeli game Xbox klasik yang baru hadir di PC hanya karena berharap katalog Xbox 360 segera menyusul. Fondasi teknis yang ditemukan memang membuat kemungkinan itu terlihat lebih masuk akal, tetapi Microsoft belum mengumumkan game, jadwal, maupun ketentuan aksesnya.
Beli sekarang jika Anda memang menginginkan salah satu dari empat game yang sudah tersedia. Sebelum membayar, periksa apakah lisensinya sudah terbawa dari konsol atau apakah game tersebut sudah termasuk dalam paket Game Pass yang Anda gunakan.
Jika alasan utama Anda adalah memainkan koleksi Xbox 360 di PC, lebih aman menunggu pengumuman resmi. Untuk saat ini, dukungan Xbox 360 masih merupakan kemungkinan teknis, bukan produk yang layak dijadikan dasar pembelian.