- 8.8/10 (12 Reviews)

- 24 hari lalu
IMAX 70mm bisa layak dibayar lebih mahal daripada IMAX digital, tetapi hanya untuk film dan bioskop yang benar-benar memanfaatkan format tersebut.

Hedra.ID, California - iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan membawa peningkatan besar pada sektor chipset. Bocoran terbaru menyebut A20 Pro dapat menawarkan performa hingga 18% lebih tinggi dengan efisiensi daya yang ikut meningkat dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, angka tersebut ternyata tidak sesederhana klaim “18% lebih cepat”.
Adapun informasi ini berawal berasal dari leaker Fixed Focus Digital di Weibo, Rabu (19/8/2026). Ia menyebut chip generasi terbaru Apple akan memanfaatkan proses fabrikasi 2 nanometer TSMC, dengan potensi peningkatan performa sekitar 18% dan pengurangan konsumsi daya hingga 30%.
A20 Pro diperkirakan menjadi penerus A19 Pro yang saat ini digunakan pada iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max. Apple sendiri menyebut A19 Pro sebagai chip iPhone paling bertenaga dan efisien yang pernah dibuat saat perangkat tersebut diluncurkan pada September 2025.
Perubahan terbesar A20 Pro diperkirakan berasal dari perpindahan proses manufaktur ke TSMC 2 nm atau N2, di mana TSMC menyatakan teknologi N2 sudah memasuki produksi volume sejak kuartal keempat 2025. Berbeda dari proses 3 nm sebelumnya yang menggunakan transistor FinFET, N2 menggunakan arsitektur nanosheet generasi pertama.
Secara sederhana, teknologi tersebut memungkinkan produsen chip meningkatkan kepadatan transistor sekaligus mengoptimalkan performa dan konsumsi daya.
Dalam data resmi TSMC, proses N2 menawarkan peningkatan kecepatan sekitar 10–15% pada konsumsi daya yang sama, atau pengurangan konsumsi daya sekitar 25–30% pada kecepatan yang sama dibandingkan N3E.
Sejumlah laporan kemudian menerjemahkan angka tersebut sebagai A20 Pro akan 18% lebih cepat sekaligus 30% lebih hemat daya dibandingkan A19 Pro. Namun, Macworld mengingatkan bahwa angka tersebut lebih tepat menggambarkan potensi dari teknologi fabrikasi, bukan hasil benchmark A20 Pro yang sudah jadi.
Dengan kata lain, chip dengan desain yang sama secara teoritis dapat dibuat lebih cepat dengan proses manufaktur baru. Namun, performa akhir sebuah chipset juga bergantung pada desain CPU, GPU, Neural Engine, cache, jumlah transistor, sistem pendinginan, hingga cara Apple mengatur konsumsi daya.
Angka peningkatan performa dan efisiensi juga tidak berarti keduanya selalu terjadi secara maksimal pada saat bersamaan. TSMC sendiri menjelaskan teknologi N2 sebagai pilihan antara menaikkan performa pada tingkat konsumsi daya yang sama atau mempertahankan performa sambil menurunkan penggunaan daya.
Bagi pengguna, peningkatan efisiensi sebenarnya bisa lebih terasa dibandingkan sekadar skor benchmark yang lebih tinggi. Chip yang lebih hemat energi dapat membantu memperpanjang daya tahan baterai dan mengurangi panas ketika perangkat menjalankan tugas berat seperti bermain game, merekam video resolusi tinggi, atau menjalankan model AI secara lokal.
Apple sudah menggunakan pendekatan serupa pada iPhone 17 Pro. A19 Pro dipasangkan dengan sistem pendingin vapor chamber dan desain unibody aluminium untuk mempertahankan performa dalam penggunaan jangka panjang. Apple mengklaim konfigurasi tersebut memberikan performa berkelanjutan hingga 40% lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Jika Apple mempertahankan sistem pendinginan tersebut pada iPhone 18 Pro sekaligus beralih ke fabrikasi 2 nm, ruang untuk meningkatkan performa atau efisiensi menjadi lebih besar. Namun, hasil akhirnya tetap harus menunggu pengujian perangkat produksi.