- 8.8/10 (12 Reviews)

- 4 hari lalu
Perubahan benefit GrabUnlimited memisahkan diskon GrabBike dari paket lintas layanan, tetapi Grab menyebutnya bukan semata akibat komisi 8%.

Hedra.ID, Jakarta - Bagi pengguna Galaxy Watch, munculnya generasi baru biasanya memicu dua pertanyaan sekaligus. Apakah sekarang waktunya upgrade, atau justru ini kesempatan untuk pindah ke Garmin?
Untuk saat ini, keputusan pertama belum bisa dijawab dengan tegas. Per 19 Juli 2026, Galaxy Watch 9 belum resmi diluncurkan. Samsung Indonesia baru menjadwalkan Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026 pukul 20.00 WIB. Harga, pilihan model, daya tahan baterai, dan jadwal penjualannya baru dapat dinilai setelah acara tersebut.
Karena itu, belum ada alasan kuat untuk langsung menyiapkan pre-order. Pengguna Galaxy Watch juga tidak perlu pindah ke Garmin hanya karena Samsung belum menunjukkan peningkatan yang meyakinkan. Perpindahan baru masuk akal ketika kebutuhan Anda memang sudah bergeser: dari smartwatch serbaguna menuju jam yang lebih fokus pada olahraga, pemulihan, dan baterai panjang.
Samsung sudah memberikan gambaran tentang arah fitur kesehatan pada Galaxy Watch generasi berikutnya. Beberapa fitur yang diperkenalkan mencakup Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, Fitness Index, dan pengembangan fungsi Energy Score di Samsung Health.
Di atas kertas, arahnya cukup jelas. Samsung ingin Galaxy Watch semakin berguna sebagai pendamping kesehatan harian, bukan hanya layar tambahan untuk ponsel Galaxy. Masalahnya, daftar fitur belum menjawab pertanyaan yang paling penting bagi pengguna lama.
Apakah jam barunya benar-benar lebih nyaman dipakai, lebih akurat membaca aktivitas, dan lebih tahan lama sebelum harus diisi daya?
Penjelasan Samsung juga masih berupa klaim perusahaan. Belum ada pengujian independen yang menunjukkan bagaimana fitur tersebut bekerja dalam penggunaan sehari-hari. Belum jelas pula apakah semua fungsi tersedia di Indonesia sejak awal, model mana yang mendukungnya, dan apakah pemantauan tambahan akan memengaruhi baterai.
Samsung sendiri menempatkan fitur-fitur kesehatan tersebut sebagai alat wellness, bukan sarana diagnosis atau pengobatan. Batas ini penting karena skor energi, beban kardio, dan indikator kesehatan mudah terlihat lebih pasti daripada kemampuan sebenarnya.
Bagi pengguna Galaxy Watch 7 atau Watch 8, kehadiran Watch 9 juga belum otomatis membuat perangkat lama perlu diganti. Upgrade baru terasa masuk akal apabila ada perbaikan yang jelas pada hal-hal yang benar-benar mengganggu: baterai, akurasi GPS, sensor detak jantung, kenyamanan saat tidur, atau fitur latihan yang belum tersedia di jam sekarang.
Garmin sering muncul sebagai alternatif ketika pengguna mulai lelah mengisi daya smartwatch setiap satu atau dua hari. Namun, “pindah ke Garmin” bukan sekadar mengganti merek. Pengguna sebenarnya sedang memilih jenis perangkat yang berbeda.
Untuk pembanding yang relatif dekat dengan Galaxy Watch, Garmin Venu 4 lebih relevan daripada seri Fenix atau Forerunner kelas atas. Venu 4 tetap dirancang sebagai jam harian, tetapi fokusnya lebih kuat pada kesehatan, latihan, dan pemulihan.
Garmin Indonesia menyebut Venu 4 berukuran 45 mm dapat bertahan hingga 12 hari dalam mode smartwatch. Angka tersebut tentu merupakan batas maksimum dari produsen. Penggunaan layar selalu aktif, GPS, musik, dan fitur pemantauan lain akan mengurangi durasinya. Meski begitu, pengujian Android Authority juga menunjukkan daya tahan lebih dari satu minggu dalam pola penggunaan mereka.
Keunggulan ini bukan hanya soal lebih jarang mencari charger. Baterai panjang membuat pengguna lebih mudah memakai jam saat tidur, berolahraga, dan menjalani aktivitas harian tanpa banyak jeda data. Hal itu menjadi penting bagi orang yang sering kehilangan catatan tidur karena Galaxy Watch sedang diisi daya pada malam hari.
Venu 4 juga menawarkan lebih dari 80 profil olahraga, Recovery Time, Garmin Coach, pelacakan tidur, Health Status, dan Body Battery. Di antara fitur tersebut, Body Battery sering menjadi pembeda yang paling mudah dipahami.
Garmin menjelaskan bahwa Body Battery memakai kombinasi data detak jantung, variabilitas detak jantung, stres, tidur, dan aktivitas untuk memperkirakan cadangan energi pengguna. Nilainya bergerak sepanjang hari, bukan hanya muncul sebagai satu skor pada pagi hari.
Android Authority menilai pendekatan ini lebih dinamis daripada Energy Score Samsung yang berfungsi sebagai gambaran harian. Namun, pengalaman satu media tidak cukup untuk menyatakan Body Battery selalu lebih akurat. Skor semacam ini lebih aman dipakai untuk membaca pola kebiasaan, bukan sebagai ukuran pasti kondisi tubuh.
Ada pula konsekuensi yang harus diterima. Venu 4 tidak memiliki pilihan LTE dan tidak menawarkan pengalaman aplikasi selengkap Wear OS. Pengguna yang sering membalas pesan dari jam, memakai layanan Google, atau mengandalkan integrasi dengan perangkat Samsung mungkin merasa Garmin lebih terbatas.
Perbedaan utama Galaxy Watch dan Garmin bukan sekadar Energy Score melawan Body Battery. Perbedaannya ada pada prioritas produk.
Galaxy Watch lebih cocok disebut smartwatch yang juga mampu melacak kebugaran. Garmin Venu 4 lebih tepat dipandang sebagai jam kebugaran dengan fungsi smartwatch dasar.
Galaxy Watch lebih menarik bagi pengguna ponsel Samsung yang ingin notifikasi, aplikasi, pembayaran, layanan Google, kontrol perangkat, dan integrasi ekosistem dalam satu jam. Pilihan LTE juga penting bagi pengguna yang ingin tetap terhubung tanpa membawa ponsel.
Garmin lebih menarik bagi orang yang rutin berlari, bersepeda, berlatih di gym, atau ingin memahami hubungan antara tidur, stres, latihan, dan pemulihan. Baterai panjang memperkuat manfaat tersebut karena pencatatan dapat berlangsung lebih konsisten.
Namun, Body Battery saja belum cukup menjadi alasan untuk mengeluarkan biaya dan meninggalkan Galaxy Watch. Perpindahan baru layak ketika beberapa kebutuhan muncul bersamaan: baterai smartwatch sekarang terasa merepotkan, olahraga sudah menjadi rutinitas, data pemulihan benar-benar akan dipakai, dan aplikasi Wear OS tidak terlalu penting.
Sebaliknya, pengguna yang hanya berolahraga sesekali dan lebih sering memakai jam untuk notifikasi, navigasi, musik, atau fungsi ponsel kemungkinan akan merasa Galaxy Watch lebih praktis.
Untuk sebagian besar pengguna Galaxy Watch, keputusan yang paling aman saat ini adalah menunggu peluncuran Galaxy Watch 9 pada 22 Juli 2026, lalu melihat harga Indonesia dan pengujian independennya. Fitur kesehatan baru menarik untuk dipantau, tetapi belum cukup menjadi alasan upgrade.
Pengguna Galaxy Watch 7 atau Watch 8 lebih rasional mempertahankan jamnya, kecuali baterai atau kemampuan pelacakan latihan sudah menjadi masalah nyata. Pengguna Watch 4 atau Watch 5 memiliki alasan lebih besar untuk mengganti perangkat, tetapi tetap perlu melihat apakah peningkatan Watch 9 sebanding dengan harganya.
Garmin Venu 4 menjadi pilihan yang lebih kuat bagi pengguna yang sejak awal mencari baterai panjang, data latihan yang lebih dalam, dan pemantauan pemulihan yang berjalan sepanjang hari. Harga yang dibayar bukan hanya dalam bentuk uang, tetapi juga hilangnya sebagian fleksibilitas aplikasi, LTE, dan integrasi khas Galaxy Watch.
Jadi, jangan pindah ke Garmin karena Galaxy Watch 9 belum terlihat meyakinkan. Pindahlah ketika Anda sudah yakin bahwa kebutuhan utama Anda bukan lagi smartwatch Samsung yang lebih baru, melainkan jam kebugaran yang bisa dipakai lebih lama dan lebih serius mengikuti pola latihan.