
- sehari lalu
Permintaan memori untuk pusat data AI menekan pasokan komponen smartphone, menaikkan harga, dan mempersempit pilihan perangkat murah.

Hedra.ID - Shanghai - Shanghai Xingshu Tiansuan Space Technology dan Fudan University memperkenalkan konstelasi perdana Xingshu Plan dalam World Artificial Intelligence Conference 2026 di Shanghai pada Sabtu (18/7/2026). Proyek ini dirancang untuk membangun jaringan satelit yang dapat mengolah data dan menjalankan beban kerja kecerdasan buatan langsung di orbit.
Konstelasi awal tersebut menggunakan susunan “satu utama, dua pendukung”. Satu satelit komputasi berperan sebagai pusat pengolahan, sedangkan dua satelit lainnya digunakan untuk pengamatan cuaca dan penginderaan jauh. Ketiganya dirancang saling terhubung melalui komunikasi laser antarsatelit.
Dalam rancangan itu, satelit utama akan menerima data dari dua satelit pendukung, menggabungkan informasi dari beberapa sensor, lalu menjalankan analisis menggunakan model AI. Dengan memproses data di orbit, pengembang ingin mengurangi kebutuhan untuk mengirimkan seluruh data mentah ke stasiun di Bumi.
Satelit cuaca Fuxi disiapkan untuk mengumpulkan informasi mengenai suhu, kelembapan, dan distribusi awan. Sementara itu, satelit penginderaan jauh akan membawa sensor cahaya tampak dan inframerah untuk mendukung pemantauan wilayah, pertanian, garis pantai, serta penilaian kondisi setelah bencana.
“Proyek ini bertujuan membangun jaringan komputasi cerdas berbasis antariksa yang mencakup seluruh dunia, memproses data di orbit, mengatur daya komputasi sesuai kebutuhan, dan merespons permintaan layanan secara waktu nyata,” tulis Fudan University ketika mengumumkan Xingshu Plan pada Mei 2026.
Pengembang merencanakan pembangunan jaringan tersebut secara bertahap. Tahap verifikasi teknis menargetkan dua satelit komputasi dan 12 satelit komputasi tepi. Pada tahap penyebaran komersial, jumlahnya direncanakan bertambah menjadi 50 satelit komputasi dan 100 satelit tepi.
Ketika memasuki operasi komersial, jaringan itu ditargetkan mencakup hingga 1.000 satelit. Angka tersebut masih merupakan sasaran pengembangan, bukan jumlah satelit yang telah berada di orbit. Jadwal peluncuran konstelasi awal dan dimulainya layanan komersial belum diumumkan.