
- 2 bulan lalu
Apple kabarnya tengah menyusun strategi branding ultra-premium yang bakal menjadi ciri khas baru di seluruh lini produk mereka.

Hedra.ID, Jakarta - Kenaikan biaya perjalanan membuat konsumen Indonesia makin selektif memakai transportasi online. Data Databoks dari survei Populix menunjukkan promo langsung menjadi cara paling banyak dipilih, dengan 37% responden memakainya sebagai strategi utama untuk menekan ongkos perjalanan.
Pilihan lain bergerak ke luar aplikasi. Dalam survei yang sama, 20% responden memilih transportasi umum, 17% berjalan kaki untuk perjalanan jarak dekat, dan 15% memakai kode voucher.
Sementara itu sebagian konsumen masih menggunakan transportasi online seperti biasa, tetapi porsinya lebih kecil: 6% tetap memakai layanan tanpa promo, sementara 5 persen memilih paket berlangganan.
Temuan ini menunjukkan konsumen tidak serta-merta meninggalkan transportasi online. Mereka lebih dulu mengatur ulang cara memakai layanan, dari mencari potongan harga sampai mengganti moda untuk perjalanan tertentu.
Namun, data tersebut perlu dibaca sebagai gambaran adaptasi konsumen terhadap biaya perjalanan, bukan bukti adanya kenaikan tarif resmi terbaru untuk ojek online. Pada akhir Juni, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan tarif ojol tidak naik setelah pemerintah memangkas komisi aplikator menjadi maksimal 8 persen.
Bagi pengguna, harga kini menjadi faktor yang makin menentukan. Promo masih berperan sebagai penahan utama, tetapi sebagian perjalanan mulai bergeser ke transportasi umum atau jalan kaki ketika jaraknya memungkinkan.