- 8.8/10 (12 Reviews)

- 14 hari lalu
Samsung resmi memperluas fitur Galaxy AI ke perangkat generasi sebelumnya melalui pembaruan One UI 8.5.

Hedra.ID, California - Sidang sengketa antara Elon Musk dan Sam Altman atau/OpenAI resmi dimulai di Pengadilan Oakland, California, pekan ini. Musk menuntut ganti rugi sebesar US$134 miliar dan meminta Altman beserta Greg Brockman dilepaskan dari posisi mereka di perusahaan.
Ini bukan sekadar pertarungan hukum, melainkan ini perang terbuka antara dua raksasa AI yang pernah berjalan beriringan, kini saling menyerang. Lalu apa penyebab dari tuntutan hukum ini?
Tuntutan Musk berpusat pada tuduhan pelanggaran kontrak. Ia mengklaim Altman merusak perjanjian pendirian OpenAI ketika mengubah struktur perusahaan dari nirlaba menjadi entitas berburu laba. Altman membalas dengan menyebut Musk sebagai "sore loser" , karena merasa kalah dari permainan yang dulu ia menangkan. Sementara Musk sendiri sudah hengkang dari OpenAI sejak 2018 dan kini menjalankan xAI, perusahaan AI pesaingnya.
Sidang ini langsung mencengangkan publik teknologi. Bukti-bukti yang diajukan mengungkap serentetan percakapan internal yang selama ini tersembunyi. Diary entry Greg Brockman, salah satu pendiri OpenAI, menuliskan frasa yang kini menjadi viral: "It would be nice to be making the billions."
Pertanyaan tentang penggunaan ketamine Elon Musk di Burning Man juga muncul ke permukaan, begitu pula korespondensi antara Musk dan Mark Zuckerberg yang mengindikasikan rencana tandingan terhadap proyek-proyek masing-masing.
Seperti yang dilansir Guardian, Selasa (28/4/2026), persidangan ini lebih didominasi oleh "personal pettiness" dan grievance finansial daripada perdebatan substantif soal keamanan AI, di mana menjadi sesuatu yang seharusnya menjadi fokus utama, mengingat OpenAI memosisikan diri sebagai entitas yang menjanjikan pengembangan AI yang aman bagi umat manusia.
Ironi lain mencuat di sekitar persidangan. Di saat Musk melancarkan serangan hukum, dua raksasa teknologi lainnya , yakni Meta dan Microsoft secara bersamaan memangkas ribuan karyawan. Meta mengumumkan bakal memotong sekitar 8.000 posisi, atau hampir 10% dari total tenaga kerjanya. Microsoft menawarkan program pensiun dini kepada sekitar 7% staf AS-nya.
Ironisnya, pemutusan hubungan kerja ini terjadi di tengah pengeluaran infrastruktur AI yang mencapai ratusan miliar dolar. Meta menggelontorkan US$115-135 miliar untuk infrastruktur AI dalam periode tertentu. Microsoft dan para pesaingnya juga tengah menghabiskan angka serupa. Sederhananya: industri ini sedang memecat ribuan orang sambil mengalirkan puluhan miliar dollar ke pusat-pusat data.
Situasi ini menunjukkan ironi yang mencolok: industri yang mengeruk keuntungan miliaran dollar justru sedang merumahkan ribuan orang. Keputusan pemangkasan terjadi ketika perusahaan-perusahaan ini sedang berjudi besar-besaran di infrastruktur AI, seperti membangun pusat data, membeli chip mutakhir, dan berebut talenta berkeahlian tinggi.
Persaingan langsung antara xAI dan OpenAI kini memasuki dimensi baru. Musk tidak lagi hanya mengoperasikan Grok sebagai produk pesaing ChatGPT, tetapi ia juga menggunakan jalur hukum sebagai senjata komersial untuk melemahkan posisi Altman dan Brockman di pasar. Sidang Oakland bisa mengubah peta kekuasaan di industri AI global, atau sekadar menambahkan satu bab panjang lainnya dalam drama yang sudah terlampau personal untuk sebuah industri yang seharusnya ditentukan oleh visi dan keamanan.
Tidak ada pihak yang datang ke sidang ini dengan tangan bersih. Seperti ditulis Guardian: tidak ada "lesser of two evils" di sini , tapi keduanya sama-sama punya agenda tersembunyi yang terbongkar sedikit demi sedikit di ruang sidang.