- 8.8/10 (12 Reviews)

- 11 hari lalu
Data Gemini menunjukkan pemakaian AI di Indonesia didominasi ponsel, bahasa lokal, dan input multimodal, meski belum mewakili seluruh pengguna AI.

Hedra.ID, San Diego - Qualcomm dilaporkan akan menaikkan harga produknya dengan persentase dua digit. Penyesuaian tersebut disebut berlaku untuk produk yang dikirim setelah 1 September 2026.
Informasi itu pertama kali dilaporkan Bloomberg berdasarkan surat Qualcomm kepada pelanggan, Jumat (24/7/2026). Reuters turut memberitakan laporan tersebut, tetapi belum dapat memverifikasinya secara independen.
Dalam surat itu, Qualcomm disebut menjelaskan bahwa perusahaan tidak lagi mampu menyerap kenaikan biaya dari pemasok. Sebelum mengambil keputusan tersebut, Qualcomm dilaporkan sempat mencari komponen alternatif dari pemasok lain.
Besaran kenaikan secara pasti belum diketahui. Laporan tersebut juga tidak menjelaskan produk, pelanggan, atau wilayah mana yang akan terdampak.
Qualcomm menolak berkomentar kepada Reuters. Hingga laporan ini diterbitkan, perusahaan tersebut juga belum mengumumkan penyesuaian harga tersebut melalui kanal resminya.
Baca juga: Qualcomm Siap Luncurkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah
Laporan ini muncul ketika industri elektronik masih menghadapi tekanan biaya dan pasokan komponen. Pada Februari, Qualcomm mengatakan kekurangan cip memori global telah memengaruhi pelanggan ponselnya dan membatasi jumlah perangkat yang dapat mereka produksi.
Meski demikian, kenaikan harga dari pemasok belum tentu langsung membuat harga ponsel atau perangkat lain naik dengan persentase yang sama. Dampaknya akan bergantung pada produk yang tercakup serta keputusan masing-masing produsen untuk menyerap atau meneruskan biaya tambahan kepada konsumen.