- 8.8/10 (12 Reviews)

- 5 hari lalu
Permintaan memori untuk pusat data AI menekan pasokan komponen smartphone, menaikkan harga, dan mempersempit pilihan perangkat murah.

Hedra.ID, Jakarta - Menjadi yang terbongsor di lini foldable Samsung, Galaxy Z Fold8 bukan hanya datang dengan ukuran yang paling besar. Perangkat ini juga menjadi model dengan spesifikasi tertinggi dalam jajaran ponsel lipat terbaru Samsung, yang juga mencakup Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8.
Kehadiran model Ultra sekaligus mengubah susunan lini Galaxy Z Fold. Samsung kini menawarkan dua ponsel lipat model buku dengan pendekatan berbeda. Galaxy Z Fold8 Ultra meneruskan format Fold generasi sebelumnya untuk produktivitas dan kamera kelas atas, sedangkan Fold8 reguler hadir dengan bodi yang lebih pendek dan lebar untuk konsumsi konten.
Saat ditutup, Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki cover screen 6,5 inci dengan resolusi 1.080 x 2.520 piksel. Layar utamanya memakai panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 8 inci dengan resolusi 2.504 x 2.256 piksel. Kedua layar mendukung refresh rate adaptif dari 1 hingga 120 Hz.
Samsung menyebut layar utama perangkat ini dapat mencapai tingkat kecerahan puncak 3.000 nit dan dilengkapi lapisan antirefleksi. Menurut perbandingan internal perusahaan, tingkat kecerahannya meningkat 15 persen dari Galaxy Z Fold7.
Perubahan desainnya relatif kecil. Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki ketebalan 8,9 milimeter saat dilipat dan 4,1 milimeter ketika dibuka, tidak termasuk bingkai layar utama. Bobotnya tetap 215 gram, sama seperti pendahulunya.
Peningkatan yang lebih terasa terdapat pada baterai. Samsung menaikkan kapasitasnya dari 4.400 mAh pada Galaxy Z Fold7 menjadi 5.000 mAh. Dukungan pengisian kabel juga meningkat menjadi 45 watt, disertai pengisian nirkabel 20 watt dan fitur Wireless PowerShare.
Dalam pengujian Samsung, baterainya dapat terisi hingga 67% dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan adaptor 45 watt yang dijual terpisah. Perusahaan juga mengklaim perangkat ini mampu memutar video hingga 27 jam. Hasil pemakaian sehari-hari tetap dapat berbeda, tergantung jaringan, aplikasi, kecerahan layar, dan kebiasaan pengguna.
Galaxy Z Fold8 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Samsung menawarkan konfigurasi RAM 12 GB dengan penyimpanan 256 GB atau 512 GB, serta RAM 16 GB untuk varian penyimpanan 1 TB.
Dibandingkan Galaxy Z Fold7, Samsung mengklaim performa CPU meningkat 16 persen, GPU 15 persen, dan NPU 21 persen. Sistem pendinginnya juga memakai struktur grafit yang lebih luas untuk membantu membuang panas ketika perangkat menjalankan aplikasi berat.
Kamera menjadi salah satu pembeda utama antara Galaxy Z Fold8 Ultra dan Fold8 reguler. Model Ultra dibekali kamera utama 200 MP dengan stabilisasi optik, kamera ultra-wide 50 MP, serta kamera telefoto 10 MP dengan pembesaran optik tiga kali. Kamera pada cover screen dan layar utama masing-masing beresolusi 10 MP.
Peningkatan terbesar terdapat pada kamera ultra-wide, yang naik dari 12 MP pada Galaxy Z Fold7 menjadi 50 MP. Samsung juga menambahkan dukungan HDR pada mode 200 MP, perekaman video 8K, codec APV, dan Cine LUT untuk pengaturan warna video.[5]
Fitur Nightography dan ProVisual Engine kembali digunakan untuk pemrosesan foto dan video. Namun, kualitas kamera dalam berbagai kondisi masih perlu dinilai melalui pengujian independen.
Dari sisi perangkat lunak, Galaxy Z Fold8 Ultra menjalankan Android 17 dengan antarmuka One UI 9. Sejumlah fitur Galaxy AI dirancang untuk memanfaatkan layar lipatnya, termasuk Now Nudge, Gemini Intelligence, dan Gemini Notebook.
Now Nudge dapat menyarankan langkah lanjutan berdasarkan percakapan, misalnya memeriksa jadwal atau menyimpan alamat. Samsung menyebut otomatisasi melalui Gemini Intelligence telah mendukung lebih dari 40 aplikasi dan layanan.
Gemini Notebook dapat mengumpulkan catatan, gambar, rekaman, dan dokumen dalam satu ruang kerja. Pengguna juga dapat memindahkan materi melalui drag-and-drop saat menjalankan dua aplikasi dalam tampilan Split View.
Untuk keamanan, Samsung menyertakan Knox, Knox Vault, Knox Matrix, Personal Data Engine, dan Knox Enhanced Encrypted Protection. Dukungan konektivitasnya mencakup jaringan 5G, Wi-Fi 7, dan Bluetooth 6.0.
Galaxy Z Fold8 Ultra mengantongi sertifikasi IP48. Berdasarkan pengujian Samsung, perangkat dapat bertahan di dalam air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama maksimal 30 menit. Sertifikasi tersebut tidak berarti perangkat aman digunakan di pantai atau kolam renang, dan daya tahannya dapat menurun seiring pemakaian.
Satu hal yang tidak tersedia adalah dukungan S Pen. Keputusan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna Fold generasi lama yang terbiasa memakai layar besarnya untuk menulis atau menggambar.
Samsung menawarkan Galaxy Z Fold8 Ultra dalam warna Violet Shadow, Graphite, dan Cream. Warna Green Shadow juga tersedia secara eksklusif melalui Samsung.com di pasar tertentu.

Di Indonesia, harga Galaxy Z Fold8 Ultra dimulai dari Rp32,4 juta. Masa pemesanan awal berlangsung dari 22 Juli 2026 pukul 20.00 WIB hingga 13 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.
Harga akhirnya dapat berbeda sesuai kapasitas penyimpanan, promosi bank, program tukar tambah, dan kanal pembelian. Di pasar global, perangkat ini dijual mulai US$2.099.
Reuters melaporkan harga awal tersebut lebih mahal US$100 dibandingkan perangkat premium sebelumnya. Kenaikan harga muncul ketika industri menghadapi biaya komponen memori yang lebih tinggi, sementara pengiriman ponsel lipat diproyeksikan tetap tumbuh di tengah pelemahan pasar smartphone secara keseluruhan.
Kesimpulannya, Galaxy Z Fold8 Ultra membawa peningkatan utama pada baterai, kecepatan pengisian, kamera ultra-wide, prosesor, dan perangkat lunak. Meski desain dasarnya masih dekat dengan Galaxy Z Fold7, perubahan terbesarnya justru terlihat pada strategi Samsung dalam membagi lini Fold menjadi dua kategori yang lebih jelas.