
- sehari lalu
iPhone Fold dikabarkan akan memakai engsel 3D printing untuk meminimalkan bekas lipatan layar. Apple disebut fokus pada pengalaman foldable yang lebih mulus.

Hedra.ID, Amerika Serikat - Samsung resmi mengonfirmasi bahwa aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, akan segera dihentikan. Aplikasi yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu identitas khas ponsel Galaxy itu disebut akan berakhir pada Juli 2026, setidaknya untuk pasar Amerika Serikat.
Bagi banyak pengguna Samsung, kabar ini mungkin tidak terlalu mengejutkan. Dalam beberapa generasi terakhir, arah Samsung memang sudah terlihat jelas bahwa perusahaan asal Korea Selatan ini perlahan mendorong pengguna Galaxy untuk beralih ke Google Messages sebagai aplikasi pesan utama mereka.
Berdasarkan pemberitahuan resmi yang dikunjungi Hedra.ID di situs resminya, Selasa (7/4/2026), Samsung menyampaikan bahwa aplikasi Samsung Messages akan dihentikan dan pengguna disarankan segera berpindah ke Google Messages agar tetap mendapatkan pengalaman berkirim pesan yang konsisten di Android.
“The Samsung Messages application will be discontinued in July 2026. Upgrade to Google Messages as your default messaging app today to maintain a consistent messaging experience on Android," demikian yang ditulis Samsung.

Samsung juga meminta pengguna untuk mengecek langsung aplikasi Samsung Messages guna melihat tanggal pasti penghentian layanan di perangkat masing-masing. Ini mengindikasikan bahwa proses penghentian kemungkinan akan dilakukan secara bertahap, bukan serentak untuk semua pengguna.
Meski terdengar seperti penutupan total, Samsung juga memberi satu catatan penting: perangkat yang masih menjalankan Android 11 atau versi lebih lama disebut tidak akan terdampak oleh penghentian layanan ini.
Artinya, untuk pengguna Galaxy lawas, Samsung Messages kemungkinan masih akan tetap bisa digunakan seperti biasa, setidaknya dalam waktu dekat. Namun untuk perangkat yang lebih baru, arah migrasinya sudah semakin jelas: Samsung ingin ekosistem messaging di Galaxy sepenuhnya beralih ke Google.
Sebenarnya, perubahan ini bukan keputusan yang datang tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung memang secara bertahap mulai menempatkan Google Messages sebagai aplikasi pesan utama di perangkat Galaxy baru.
Di Amerika Serikat, langkah itu bahkan sudah mulai terasa sejak lini Galaxy S22, ketika Samsung mulai mengurangi peran aplikasi pesan buatannya sendiri. Tren itu kemudian berlanjut lebih jauh di perangkat-perangkat terbaru.
Seri seperti Galaxy S25, Galaxy Z Fold6, Galaxy Z Flip6, dan model yang lebih baru kini sudah hadir dengan Google Messages sebagai aplikasi pesan default. Dalam beberapa kasus, Samsung Messages bahkan sudah tidak lagi dipasang sebagai aplikasi bawaan utama.
Dengan kata lain, yang diumumkan Samsung sekarang sebenarnya lebih mirip penegasan resmi atas proses transisi yang sudah berjalan cukup lama.
Secara strategis, keputusan ini cukup masuk akal. Alih-alih terus mempertahankan dua aplikasi pesan yang fungsinya mirip, Samsung tampaknya memilih menyederhanakan pengalaman pengguna dan lebih selaras dengan arah Android secara keseluruhan.
Google Messages sendiri saat ini memang semakin diposisikan sebagai tulang punggung komunikasi Android, terutama karena dukungannya terhadap RCS (Rich Communication Services). Samsung dalam penjelasan resminya juga menonjolkan beberapa alasan kenapa pengguna diarahkan ke Google Messages, mulai dari fitur keamanan, dukungan RCS, hingga fitur AI yang kini mulai menjadi bagian dari pengalaman chat modern.
Buat Samsung, langkah ini kemungkinan bukan sekadar soal aplikasi pesan. Ini juga bagian dari penyelarasan ekosistem dengan Google, terutama di tengah semakin eratnya kerja sama kedua perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski secara umum transisinya terlihat sederhana, Samsung juga mengakui ada beberapa catatan untuk pengguna perangkat lama. Dalam pemberitahuan resminya itu, Samsung menyebut bahwa pada perangkat yang dirilis sebelum 2022, perpindahan aplikasi pesan bisa saja sementara mengganggu percakapan RCS yang sedang aktif.
Hanya saja Samsung menegaskan bahwa percakapan bisa kembali normal jika kedua pengguna sama-sama memakai Google Messages. Untuk SMS dan MMS biasa, layanan disebut akan tetap berjalan seperti biasa.
Samsung juga mencatat bahwa Galaxy S26 dan perangkat yang lebih baru tidak lagi bisa mengunduh Samsung Messages dari Galaxy Store, sementara perangkat lain juga akan kehilangan akses unduhan setelah layanan resmi dihentikan pada Juli 2026.
Bagi pengguna lama Galaxy, hilangnya Samsung Messages mungkin terasa lebih simbolis daripada sekadar teknis. Aplikasi ini dulu merupakan bagian dari identitas Samsung, sebuah ciri khas yang membedakan pengalaman Galaxy dari Android lain.
Namun seperti banyak hal lain di dunia software, keputusan produk hari ini semakin ditentukan oleh efisiensi, penyederhanaan, dan integrasi ekosistem yang lebih besar. Dan dalam konteks itu, keputusan Samsung untuk mengakhiri Samsung Messages terasa seperti langkah yang hampir tak terhindarkan.
Pada akhirnya, ini bukan sekadar soal satu aplikasi yang pensiun. Ini juga menandai bagaimana pengalaman Android modern semakin bergerak ke arah yang lebih terpusat, lebih seragam, dan lebih bergantung pada platform inti Google.
Nah, apakah kamu merupakan pengguna setia Samsung Messages atau malah tidak pernah tahu jika aplikasi ini ada?