- 8.8/10 (12 Reviews)

- 9 hari lalu
Samsung meluncurkan Certified Re-Newed di India, program HP refurbished resmi dengan garansi satu tahun, suku cadang asli, dan pembaruan software.

Hedra.ID, Washington - Microsoft kembali memperbarui lini Surface untuk segmen bisnis. Perusahaan memperkenalkan Surface Laptop for Business 13,8 inci dan 15 inci generasi ke-8, Surface Laptop for Business 13 inci, serta Surface Pro for Business 13 inci generasi ke-12.
Sekilas, pembaruan ini terlihat seperti refresh tahunan biasa. Namun, arah yang dibawa Microsoft cukup jelas: Surface kini makin diposisikan sebagai perangkat kerja berbasis AI PC, bukan sekadar laptop Windows premium.
Model baru ini menggunakan Intel Core Ultra Series 3 dengan NPU 50 TOPS, yang dirancang untuk memproses beban kerja AI langsung di perangkat. Seperti dikutip dari blog-nya, Rabu (20/5/2026), Microsoft mengatakan Surface Pro dan Surface Laptop baru ini tersedia lebih dulu untuk pasar bisnis di sejumlah negara, sementara model dengan Snapdragon X2 akan menyusul pada akhir tahun.
Surface Laptop for Business generasi ke-8 hadir dalam dua ukuran layar, yakni 13,8 inci dan 15 inci. Keduanya membawa desain khas Surface yang minimalis, layar sentuh PixelSense Flow, serta performa yang ditujukan untuk pekerja profesional.
Microsoft membekali perangkat ini dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 335, Intel Core Ultra 7 366H, hingga Intel Core Ultra X7 368H. Untuk memori, tersedia pilihan RAM LPDDR5x hingga 64GB, dengan penyimpanan SSD Gen 4 hingga 1TB yang dapat dilepas.
Salah satu fitur menariknya adalah integrated privacy screen pada konfigurasi tertentu. Fitur ini memungkinkan layar mempersempit sudut pandang agar informasi sensitif tidak mudah dilihat orang di sekitar. Ini relevan untuk pekerja yang sering membuka dokumen penting di kafe, bandara, ruang rapat, atau coworking space.
Microsoft juga menyebut Surface Laptop 8 mendukung baterai hingga 23 jam untuk model 13,8 inci dan hingga 21 jam untuk model 15 inci dalam skenario pemutaran video lokal. Perangkat ini turut mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, touchpad haptic, serta kemampuan menjalankan beberapa monitor eksternal 4K.
Selain model 13,8 inci dan 15 inci, Microsoft juga memperkenalkan Surface Laptop for Business 13 inci. Model ini lebih ringkas dan ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan laptop tipis, ringan, tetapi tetap membawa kemampuan AI PC.
Perangkat ini memakai Intel Core Ultra 5 325 Series 3, NPU 50 TOPS, RAM 16GB atau 24GB LPDDR5x, serta SSD Gen 4 hingga 1TB. Layarnya berukuran 13 inci dengan resolusi 1920 x 1280 piksel, rasio 3:2, refresh rate 60Hz, dan tingkat kecerahan 500 nits. Bobotnya sekitar 1,24 kg, sehingga lebih cocok untuk pekerja mobile.
Menariknya, Microsoft juga menyiapkan konfigurasi RAM 8GB yang akan hadir belakangan dengan harga lebih rendah. Namun, varian ini perlu dilihat hati-hati karena pengalaman Windows modern, aplikasi kerja berat, dan fitur AI lokal umumnya lebih ideal di RAM 16GB ke atas.
Untuk pengguna yang membutuhkan perangkat 2-in-1, Microsoft menghadirkan Surface Pro for Business 13-inch 12th Edition. Secara konsep, perangkat ini tetap membawa formula klasik Surface Pro: bisa dipakai sebagai tablet, bisa juga menjadi laptop saat dipasangkan dengan keyboard.
Surface Pro baru ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra 5 335 atau Intel Core Ultra 7 366H, RAM hingga 64GB, SSD Gen 4 hingga 1TB, serta NPU 50 TOPS. Layarnya berukuran 13 inci dengan resolusi 2880 x 1920 piksel, refresh rate hingga 120Hz, dan tersedia opsi OLED anti-reflektif.
Perangkat ini juga mendukung Wi-Fi 7 dan opsi 5G. Untuk pekerja lapangan, konsultan, tenaga medis, kreator, atau eksekutif yang sering berpindah tempat, kombinasi tablet Windows, stylus, keyboard, dan koneksi seluler bisa menjadi nilai jual utama.
Namun, seperti generasi sebelumnya, keyboard dan stylus biasanya menjadi aksesori terpisah. Artinya, harga akhir untuk pengalaman lengkap Surface Pro bisa jauh lebih tinggi dari harga dasar perangkat.
Surface Laptop for Business 13 inci dibanderol mulai US$1.499, sementara konfigurasi 8GB yang hadir belakangan akan mulai dari US$1.299,99. Surface Laptop for Business 13,8 inci dan 15 inci mulai dari US$1.949,99, sama seperti Surface Pro for Business 13 inci generasi ke-12.
Jika memakai kurs sekitar Rp17.723 per dolar AS pada 20 Mei 2026, harga tersebut setara sekitar Rp23 jutaan sampai Rp34,5 jutaan untuk model dasar. Varian tertinggi bahkan bisa menembus kisaran Rp78 juta sampai Rp80 jutaan, belum termasuk pajak, aksesori, dan penyesuaian harga jika masuk pasar Indonesia.
Dengan harga seperti ini, Surface jelas bukan perangkat mass-market. Posisinya lebih dekat ke laptop premium untuk perusahaan, profesional, eksekutif, dan organisasi yang membutuhkan integrasi kuat dengan ekosistem Microsoft 365, Intune, Windows Autopilot, serta fitur keamanan enterprise.
Pembaruan Surface ini datang di tengah tren besar AI PC. Gartner memperkirakan pengiriman AI PC global mencapai 77,8 juta unit pada 2025 dan bisa mewakili 55 persen pasar PC pada 2026. Artinya, dalam waktu dekat, laptop dengan NPU bukan lagi barang niche, melainkan mulai menjadi standar baru di segmen menengah atas dan premium.
Microsoft juga punya momentum lain: Windows 10 sudah mencapai akhir dukungan pada 14 Oktober 2025. Setelah tanggal tersebut, Microsoft tidak lagi menyediakan pembaruan keamanan gratis untuk Windows 10. Kondisi ini mendorong banyak perusahaan melakukan refresh perangkat ke Windows 11 atau membeli PC baru yang lebih siap untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan.
Di Indonesia, konteks ini cukup relevan. APJII mencatat penetrasi internet Indonesia pada 2026 mencapai 81,72 persen, setara lebih dari 235 juta pengguna internet. Internet kini menjadi bagian penting dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik.
Dengan pola kerja hybrid, rapat online, dokumen cloud, keamanan data, dan penggunaan AI yang makin umum, kebutuhan laptop bisnis tidak lagi hanya soal prosesor cepat. Perusahaan mulai melihat aspek lain seperti keamanan perangkat, daya tahan baterai, konektivitas, kamera, mikrofon, serta kemampuan AI lokal.
Jika Surface Laptop 8 dan Surface Pro 12 masuk Indonesia, perangkat ini kemungkinan tidak akan bersaing langsung dengan laptop konsumen Rp10 jutaan. Pasarnya lebih spesifik: korporasi, konsultan, lembaga pendidikan premium, startup, perusahaan teknologi, dan pengguna profesional yang butuh perangkat kerja ringkas dengan dukungan ekosistem Microsoft.
Fitur seperti privacy screen, SSD yang dapat dilepas, pengelolaan perangkat lewat Intune, dan keamanan berbasis chip seperti Microsoft Pluton bisa menarik bagi perusahaan yang menangani data sensitif. Di sektor keuangan, kesehatan, hukum, konsultan, hingga pemerintahan, keamanan perangkat menjadi pertimbangan yang makin penting.
Namun, tantangannya tetap besar. Harga Surface biasanya lebih tinggi dibanding banyak laptop Windows lain dengan spesifikasi serupa. Di Indonesia, pengguna juga akan mempertimbangkan ketersediaan garansi resmi, jaringan servis, aksesori, dan harga keyboard atau stylus tambahan.