
- 21 hari lalu
Kemensos mempercepat digitalisasi bansos dengan integrasi data lintas sektor untuk meningkatkan akurasi dan transparansi penyaluran bantuan di Indonesia.

Hedra.ID, Jakarta - XLSMART memakai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 untuk membawa cerita besarnya setelah merger: bisnis sudah disatukan, tetapi pekerjaan integrasi masih berjalan.
Ya, dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta pada 20 Mei 2026, pemegang saham menyetujui tiga agenda utama. Agenda itu mencakup laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penunjukan auditor untuk tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Di atas kertas, rapat ini bersifat administratif. Namun, bagi XLSMART, RUPST tersebut juga menjadi cara untuk menunjukkan progres transformasi setelah penggabungan bisnis.
Perusahaan ini mencatat pendapatan Rp42,49 triliun sepanjang 2025, naik 23% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA yang dinormalisasi disebut mencapai Rp20,14 triliun, tumbuh 13%, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp3,00 triliun, naik 63%.
Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan 2025 menjadi periode penting bagi perusahaan dalam membangun fondasi transformasi pascamerger.
“Tahun 2025 menjadi periode penting bagi XLSMART dalam membangun fondasi transformasi pascamerger. Dukungan pemegang saham melalui RUPST ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik, memperkuat kualitas jaringan, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Rajeev melalui keterangan resmi yang diterima Hedra.ID, Senin (25/5/2026).
Bagian yang paling dekat dengan pelanggan bukan hanya angka pendapatan atau laba, melainkan sejauh mana integrasi jaringan sudah berjalan. XLSMART melaporkan pencapaian sinergi sebesar USD252 juta pada periode kuartal II hingga kuartal IV 2025. Pihaknya juga menyebut sekitar 70% site telah terintegrasi hingga akhir 2025.
Angka itu memberi gambaran bahwa proses penyatuan jaringan sudah bergerak cukup jauh. Meski begitu, merger operator seluler tidak selesai hanya dengan menggabungkan entitas bisnis.
Tantangan berikutnya ada pada penyatuan infrastruktur, efisiensi operasional, kualitas layanan, dan pengalaman pelanggan di lapangan. Pasalnya, bagi pelanggan XL, AXIS, atau Smartfren, dampak merger baru benar-benar terasa jika integrasi itu berubah menjadi sinyal yang lebih stabil, kapasitas jaringan yang lebih baik, dan layanan digital yang tidak membingungkan.
Karena itu, progres 70% site bisa dibaca sebagai arah awal. Namun, angka tersebut belum otomatis berarti seluruh pelanggan akan merasakan perubahan yang sama di semua wilayah.
Pada mata acara pertama, RUPST menyetujui Laporan Tahunan 2025, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan.
Rapat juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025, sepanjang tindakan itu tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan.
Pada mata acara kedua, pemegang saham menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan, dengan Akuntan Publik Lukmanul Arsyad sebagai auditor eksternal untuk laporan keuangan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026.
Sementara itu, mata acara ketiga menyetujui penetapan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris sesuai ketentuan dan kebijakan perusahaan.
RUPST ini memberi sinyal bahwa XLSMART ingin menempatkan 2025 sebagai tahun fondasi setelah merger. Namun, ukuran keberhasilan berikutnya tidak berhenti pada persetujuan pemegang saham, pertumbuhan pendapatan, atau klaim sinergi. Bagian yang lebih menentukan adalah kelanjutan integrasi jaringan dan apakah pengalaman pelanggan benar-benar membaik dalam pemakaian harian.
Dalam industri telekomunikasi, hasil merger besar biasanya baru terlihat lebih jelas setelah integrasi teknis, operasional, dan layanan berjalan lebih matang.
Bagi pelanggan, indikatornya tetap sederhana: kualitas sinyal, kestabilan data, cakupan 5G, harga paket, dan konsistensi layanan setelah XL, AXIS, dan Smartfren berada di bawah payung XLSMART.