- 8.8/10 (12 Reviews)

- 3 bulan lalu
Apple resmi mengumumkan pergantian kepemimpinan tertinggi setelah mengarungi era Tim Cook selama kurang lebih 15 tahun.

Hedra.ID, China - Claude Code, alat coding berbasis AI dari Anthropic, menjadi sorotan setelah ditemukan mekanisme yang dapat menandai pengguna terkait China. Dalam laporan Reuters, Selasa (7/7/2026), mekanisme itu disebut memeriksa lingkungan pengguna, termasuk zona waktu dan proxy, lalu menyisipkan penanda halus ke prompt yang dikirim ke server Anthropic.
Isu ini mencuat setelah Alibaba dilaporkan melarang karyawannya memakai Claude Code di tempat kerja. Reuters menyebut larangan itu muncul karena alat tersebut dinilai memiliki fitur yang bisa membantu mengidentifikasi pengguna terkait China. Karyawan Alibaba kemudian diarahkan memakai Qoder, platform coding milik perusahaan.
Detail teknisnya memperkuat kekhawatiran itu. The Next Web menulis bahwa kode yang ditemukan peneliti keamanan memeriksa apakah zona waktu pengguna berada di Asia/Shanghai atau Asia/Urumqi. Mekanisme yang sama juga disebut memindai URL proxy untuk melihat kemungkinan keterkaitan dengan domain China atau laboratorium AI tertentu.
Penanda tersebut tidak muncul sebagai log biasa. Menurut The Next Web, sinyalnya disembunyikan lewat perubahan kecil pada sistem prompt, seperti format tanggal dan karakter apostrof yang tampak serupa bagi pengguna, tetapi tetap bisa dibaca mesin.
Anthropic tidak membantah keberadaan mekanisme itu dalam laporan Reuters. Seorang engineer di tim Claude Code menyebut fitur tersebut sebagai eksperimen yang diluncurkan pada Maret untuk mencegah penyalahgunaan akun oleh reseller tidak resmi dan melindungi model dari distilasi.
Dengan begitu, bisa dibilang bahwa Anthropic tidak benar-benar memantau seluruh pengguna Claude di China. Hal yang masih perlu dipastikan adalah cakupan data yang diproses, durasi fitur tersebut aktif, dan apakah seluruh kode terkait sudah dihapus dari versi terbaru.