
- 9 hari lalu
Registrasi kartu SIM biometrik memakai verifikasi wajah untuk mencocokkan identitas pelanggan. Yang perlu dipahami bukan hanya manfaatnya, tetapi batas penyimpanan dan pemrosesan data wajah.

Hedra.ID, California - Apple sempat menyalip Nvidia sebagai perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Pergeseran itu terjadi ketika saham Nvidia melemah di tengah tekanan yang lebih luas pada sektor semikonduktor, sementara saham Apple relatif mampu bertahan.
Saat Reuters menerbitkan laporannya di hari yang sama, kapitalisasi pasar Apple berada di kisaran US$4,88 triliun. Nvidia, yang sahamnya turun sekitar 3,5%, tercatat memiliki valuasi sekitar US$4,86 triliun. Perbedaan sekitar US$20 miliar itu cukup untuk membawa Apple ke posisi teratas secara sementara.
Hanya saja keunggulan tersebut tidak bertahan sampai pasar ditutup. Data penutupan yang dilaporkan The Wall Street Journal menempatkan Nvidia kembali di atas Apple dengan kapitalisasi pasar sekitar US$4,908 triliun. Apple berada sangat dekat di belakangnya dengan valuasi sekitar US$4,902 triliun.
Selisih sekitar US$6 miliar pada penutupan tergolong kecil dibandingkan skala valuasi kedua perusahaan yang telah melampaui US$4,9 triliun. Karena itu, perubahan harga saham dalam persentase yang relatif tipis sudah cukup untuk membalikkan posisi keduanya.
Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham perusahaan yang beredar. Ukuran ini terus berubah selama perdagangan berlangsung, sehingga peringkat perusahaan paling bernilai tidak selalu bertahan dari awal hingga akhir sesi. Posisi Apple dan Nvidia pada hari itu menunjukkan bahwa gelar perusahaan publik terbesar dapat berpindah dalam hitungan jam tanpa perubahan mendasar pada jumlah saham yang beredar.
Pergerakan tersebut juga berlangsung ketika saham perusahaan chip menghadapi tekanan. Associated Press mencatat Nvidia menjadi salah satu beban terbesar bagi pasar pada hari yang sama, ketika indeks Nasdaq turun 1,4%. Pelemahan Nvidia dengan demikian tidak terjadi sendirian, tetapi menjadi bagian dari penurunan yang lebih luas pada saham teknologi dan semikonduktor.
Di sisi lain, sentimen terhadap Apple disebut mulai berubah. Toni Meadows, kepala investasi BRI Wealth Management, mengatakan dalam bahasa Inggris, “Apple sebelumnya dianggap tertinggal dalam persaingan AI karena tidak berinvestasi untuk mengembangkan model, tetapi sekarang sentimen telah berubah.”
Pernyataan Meadows merupakan penilaian seorang pelaku pasar, bukan bukti bahwa perubahan sentimen tersebut menjadi penyebab tunggal pergerakan saham Apple. Namun, komentarnya menggambarkan bagaimana pandangan investor terhadap strategi AI Apple mulai berbeda dibandingkan sebelumnya, ketika perusahaan itu dinilai tertinggal karena tidak mengeluarkan belanja besar untuk mengembangkan model sendiri.
Persaingan valuasi Apple dan Nvidia juga mencerminkan dua sumber kekuatan yang berbeda. Apple bertumpu pada ekosistem perangkat, layanan, dan basis pengguna yang besar, sedangkan Nvidia menjadi salah satu perusahaan utama yang memperoleh dorongan dari belanja infrastruktur AI. Artikel ini tidak menunjukkan bahwa salah satu model bisnis lebih unggul, tetapi pergerakan saham keduanya membuat jarak valuasi menjadi sangat tipis.
Karena itu, Apple lebih tepat disebut sempat menyalip Nvidia, bukan mengambil alih posisi teratas secara permanen. Nvidia kembali unggul saat penutupan, tetapi selisih yang hanya beberapa miliar dolar membuat urutan kedua perusahaan tetap dapat berubah mengikuti perdagangan berikutnya.