- 8.8/10 (12 Reviews)

- 5 hari lalu
50 tahun satelit Indonesia menunjukkan bahwa satelit tetap penting untuk konektivitas wilayah 3T, layanan publik, kebencanaan, dan kemandirian infrastruktur digital.

Hedra.ID, Seoul - Samsung memperkenalkan Flex Titanium, struktur layar baru yang akan digunakan pada perangkat foldable Galaxy generasi berikutnya. Teknologi tersebut menggabungkan dua komponen berbasis titanium untuk meningkatkan dukungan pada panel, mempertahankan desain tipis dan fleksibel, serta mengurangi tampilan garis lipatan.
Pengembangan Flex Titanium berangkat dari tantangan yang terus dihadapi perangkat lipat. Layar perlu cukup kuat untuk menghadapi benturan dan penggunaan harian, tetapi juga harus tetap lentur ketika dibuka dan ditutup berulang kali. Pada saat yang sama, struktur tambahan tidak boleh membuat perangkat menjadi terlalu tebal atau berat.
Seperti dilansir Samsung Newsroom, Rabu (15/7/2026), untuk menyeimbangkan kebutuhan itu, Samsung menempatkan film paduan titanium dan pelat titanium di bawah panel OLED. Meski sama-sama menggunakan titanium, kedua komponen tersebut memiliki fungsi berbeda dalam menopang modul layar.
Film paduan titanium berada tepat di bawah panel OLED dan berfungsi memperkuat layar dari dalam. Samsung menyatakan material tersebut memiliki kekakuan mekanis 20 kali lebih tinggi dibandingkan film polimer. Angka itu merujuk pada sifat film, bukan berarti keseluruhan perangkat akan 20 kali lebih kuat.
Melalui proses penggulungan presisi, film tersebut dapat dibuat dengan ketebalan sekitar sepertiga diameter rata-rata rambut manusia. Struktur yang sangat tipis memungkinkan Samsung menambahkan dukungan mekanis tanpa memperbesar ketebalan panel secara signifikan.
Di bawah film tersebut terdapat pelat titanium yang menopang keseluruhan modul layar. Samsung menggunakan lubang-lubang bermikropola pada bagian pelat yang ikut terlipat agar komponen itu tetap kokoh, tetapi masih mampu mengikuti gerakan layar ketika perangkat dibuka dan ditutup.
Pemrosesan lubang tersebut juga dirancang untuk menghilangkan celah udara antara modul layar dan perekat pada pelat. Dukungan yang lebih rapat dan merata saat layar dibuka menjadi bagian dari upaya Samsung meningkatkan stabilitas panel sekaligus mengurangi tampilan garis lipatan.

Kyung-Jin Yoo, EVP dan Head of Mobile Display Product Development Team Samsung Display, mengatakan pola lubang pada bagian lipatan memungkinkan perusahaan mempertahankan fleksibilitas tanpa melepaskan kebutuhan akan daya tahan. Samsung juga memadukan struktur itu dengan arsitektur layar beresolusi tinggi dan material organik generasi baru untuk meningkatkan efisiensi daya.
Namun, Samsung belum menerbitkan angka konsumsi energi, hasil pengujian ketahanan, atau perbandingan tampilan lipatan dengan perangkat sebelumnya. Karena itu, peningkatan efisiensi, daya tahan, dan visibilitas lipatan masih merupakan klaim perusahaan sampai perangkat final dapat diuji secara independen.
Sunghoon Moon, EVP dan Senior Executive Mobile R&D Office Hardware Samsung Electronics, mengatakan Flex Titanium dibangun dari pengalaman perusahaan mengembangkan tujuh generasi perangkat foldable. “Kebutuhan pengguna tidak hanya mencakup layar yang lebih luas, tetapi juga lipatan yang tidak terlalu terlihat tanpa mengorbankan portabilitas dan ketahanan,” ujarnya.
Samsung belum mengungkap model pertama yang akan memakai Flex Titanium. Nama perangkat, ukuran layar, spesifikasi, harga, dan wilayah pemasarannya juga belum diumumkan.
Rincian lebih lanjut dijadwalkan disampaikan dalam Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026 di London, Inggris. Samsung mengatakan acara tersebut akan memperkenalkan anggota terbaru portofolio Galaxy, termasuk generasi baru perangkat dengan bentuk foldable.