
- 7 hari lalu
Registrasi kartu SIM biometrik memakai verifikasi wajah untuk mencocokkan identitas pelanggan. Yang perlu dipahami bukan hanya manfaatnya, tetapi batas penyimpanan dan pemrosesan data wajah.

Hedra.ID, California - xAI menggugat Terry Wayne Harwood, seorang warga South Carolina, dengan tuduhan menyalahgunakan Grok untuk membuat materi eksploitasi seksual anak serta gambar seksual tanpa persetujuan. Gugatan perdata itu diajukan pada 14 Juli 2026 di pengadilan federal Texas dan berpusat pada dugaan pelanggaran ketentuan layanan xAI.
Dalam dokumen perkara yang diinformasikan Reuters, Rabu (15/7/2026), xAI menuduh Harwood mengunggah foto nonseksual orang dewasa dan anak-anak ke Grok, kemudian mencoba menggunakan sistem tersebut untuk menghasilkan gambar seksual berdasarkan foto-foto itu. Perusahaan juga mengeklaim Harwood membuat materi seksual tanpa persetujuan yang menampilkan orang dewasa. Seluruh uraian tersebut masih merupakan tuduhan dari pihak xAI dan belum dibuktikan melalui putusan pengadilan.
xAI menyebut penggunaan itu melanggar ketentuan layanan yang diterima pengguna saat mengakses Grok. Perusahaan menggambarkan tindakan tergugat sebagai “skema terencana untuk menjadikan alat perusahaan sebagai senjata demi tujuan kriminal”, yang menurut xAI membahayakan korban sekaligus menimbulkan risiko hukum dan reputasi bagi perusahaan.
Melalui gugatan tersebut, xAI meminta ganti rugi dalam jumlah yang belum ditentukan. Perusahaan juga menginginkan perintah pengadilan yang secara permanen melarang Harwood menggunakan Grok. Langkah ini membuat perkara tersebut bukan hanya membahas materi yang diduga dibuat, tetapi juga penerapan kontrak dan aturan penggunaan antara penyedia sistem AI dan penggunanya.
Sebagai bagian dari argumennya, xAI menyatakan perusahaan menegakkan kebijakan melalui penangguhan dan penghentian akun serta pelaporan dugaan materi eksploitasi seksual anak kepada National Center for Missing & Exploited Children atau NCMEC. Dalam gugatan, perusahaan ini mengeklaim telah menangguhkan 52.222 akun dan mengirimkan 73.604 laporan kepada NCMEC sepanjang 2026, yang disebut berujung pada sedikitnya 244 penangkapan. Angka tersebut merupakan pernyataan perusahaan dan tidak seluruhnya berkaitan dengan perkara Harwood.
Gugatan perdata di Texas berjalan terpisah dari perkara pidana yang dihadapi Harwood di South Carolina. Kantor Jaksa Agung South Carolina menyatakan Harwood ditangkap pada 26 Februari 2026 setelah penyelidik menerima laporan CyberTipline dari NCMEC. Penyidik menuduhnya memiliki dan menyebarkan berkas materi eksploitasi seksual anak.
Harwood menghadapi tiga dakwaan eksploitasi seksual anak tingkat dua dan lima dakwaan tingkat tiga. Masing-masing dakwaan merupakan tindak pidana berat yang dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 10 tahun berdasarkan hukum South Carolina. Kantor Jaksa Agung negara bagian itu menegaskan bahwa seluruh terdakwa tetap dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah di pengadilan.
xAI mengeklaim sebagian materi yang terkait dengan perkara pidana tersebut dibuat atau diubah menggunakan Grok. Namun, hubungan antara keluaran Grok dan setiap dakwaan pidana masih menjadi klaim yang harus diuji dalam proses hukum. Gugatan xAI juga tidak menggantikan pembuktian dalam perkara pidana yang ditangani otoritas South Carolina.
Perkara ini muncul ketika Grok sedang menghadapi pengawasan di berbagai negara terkait tuduhan bahwa sistem tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan gambar seksual tanpa persetujuan. Gugatan terhadap Harwood memperlihatkan jalur berbeda yang ditempuh xAI: perusahaan tidak hanya menangguhkan akun atau melaporkan konten yang diduga melanggar hukum, tetapi juga membawa pengguna yang dituduh melanggar aturan layanannya ke pengadilan.
Namun, gugatan ini belum menghasilkan keputusan mengenai tanggung jawab Harwood maupun kecukupan sistem pengamanan Grok. Pengadilan masih harus menilai tuduhan xAI, dasar kontrak yang digunakan perusahaan, bukti penggunaan akun, serta tuntutan ganti rugi dan larangan permanen yang diminta.