- 8.8/10 (12 Reviews)

- 2 bulan lalu
Samsung resmi memperluas fitur Galaxy AI ke perangkat generasi sebelumnya melalui pembaruan One UI 8.5.

Hedra.ID, California - Google menghentikan produksi Nest Mini dan Nest Audio. Dua speaker pintar lama itu tidak lagi menjadi fokus hardware Google setelah perusahaan membuka pre-order Google Home Speaker baru yang dibangun untuk Gemini.
Kabar ini tidak berarti Nest Mini dan Nest Audio yang sudah ada di rumah pengguna langsung berhenti bekerja. Google menyatakan perangkat yang sudah dipakai tetap mendapat pembaruan software, patch keamanan, dan layanan pelanggan.
“Seiring upaya kami dalam membangun masa depan rumah pintar, kami menyempurnakan portofolio perangkat Google Home dan Nest kami. Sebagai bagian dari evolusi ini, kami telah menghentikan produksi Google Nest Mini dan Google Nest Audio," demikian pernyataan Goggle yang dikutip Hedra.ID melalui blog resminya, Jumat (19/6/2026).
Penghentian produksi Nest Mini dan Nest Audio datang setelah Google memperkenalkan Home Speaker baru. Perangkat ini menjadi speaker pertama Google yang dibangun khusus untuk Gemini for Home, asisten suara baru yang dirancang agar percakapan dengan perangkat rumah terasa lebih natural.
Google menyebut Home Speaker bisa memahami perintah yang lebih fleksibel, termasuk instruksi bertahap, koreksi di tengah kalimat, dan pertanyaan lanjutan tanpa pengguna harus terus mengulang konteks. Beberapa kemampuan AI yang lebih maju tetap dikaitkan dengan Google Home Premium.
Dari sisi perangkat keras, Google Home Speaker membawa audio 360 derajat, pemrosesan mikrofon yang diklaim lebih adaptif, lampu indikator baru, tombol fisik untuk mematikan mikrofon, serta opsi pairing dengan Google TV Streamer untuk membuat audio ruang keluarga terasa lebih imersif.

Google Home Speaker dibanderol US$99,99 dan dijadwalkan tersedia di rak toko mulai 25 Juni 2026. Harga itu berada di kisaran yang sama dengan Nest Audio, tetapi jauh di atas posisi Nest Mini yang selama ini menjadi pintu masuk lebih murah ke ekosistem speaker pintar Google.
Di titik ini, perubahan portofolio Google terasa lebih besar daripada sekadar pergantian model. Nest Mini dulu berperan sebagai speaker kecil yang mudah disebar ke beberapa ruangan, termasuk untuk pengguna yang hanya ingin mencoba ekosistem Google Home tanpa membeli perangkat lebih mahal.
Jika Google belum menyiapkan pengganti di harga lebih rendah, pengguna baru akan masuk ke ekosistem Google Home lewat perangkat yang lebih mahal. Sementara untuk pemilik Nest Mini dan Nest Audio, keputusan paling masuk akal adalah tidak terburu-buru mengganti perangkat selama kebutuhan utama masih terpenuhi.
Dukungan software dan keamanan masih dijanjikan, sementara fitur Gemini for Home juga mulai diarahkan ke perangkat speaker dan smart display lama. Artinya, pergantian ini lebih terasa sebagai perubahan arah produk Google ke depan daripada pemutusan mendadak bagi pengguna lama.
Yang berubah adalah posisi speaker pintar dalam strategi Google. Perangkat seperti ini tidak lagi hanya dipakai untuk memutar musik, memasang timer, menanyakan cuaca, atau mengontrol lampu. Lewat Home Speaker baru, Google mulai menjadikan perangkat rumah sebagai pintu masuk Gemini di ruang keluarga.
Tantangannya ada pada nilai praktisnya. Gemini bisa membuat interaksi suara terdengar lebih pintar, tetapi pengguna tetap akan menilai dari hal sederhana: apakah perintah lebih sering dipahami, apakah respons terasa lebih cepat, dan apakah fitur berbayar benar-benar berguna dalam rutinitas harian.