
- 6 hari lalu
Permintaan memori untuk pusat data AI menekan pasokan komponen smartphone, menaikkan harga, dan mempersempit pilihan perangkat murah.

Hedra.ID, London - Samsung memperlihatkan perkembangan terbaru kacamata pintarnya dalam acara Galaxy Unpacked di London, Rabu (22/7/2026) lalu. Perangkat yang masih disebut sebagai intelligent eyewear itu dikembangkan bersama Google, Gentle Monster, dan Warby Parker.
Kemunculan tersebut melanjutkan perkenalan awal perangkat di Google I/O pada Mei 2026. Kali ini, Samsung mengungkap lebih banyak detail mengenai komponen, daya tahan baterai, cara penggunaan, dan beberapa fungsi yang akan dibawa oleh koleksi pertamanya.
Namun, perangkat ini belum tersedia untuk dibeli. Samsung juga belum mengumumkan nama produk komersial, harga, tanggal penjualan yang pasti, ataupun daftar lengkap negara peluncurannya.
Samsung dan Google sebelumnya menyebut koleksi pertama kacamata tersebut akan hadir di pasar tertentu pada musim gugur 2026. Jadwal itu masih berupa rentang peluncuran dan dapat berubah sebelum produk benar-benar dipasarkan.
Melalui informasi tertulis di situs resmi Samsung, kacamata pintar ini menggunakan Android XR, platform untuk perangkat realitas tertambah dan perangkat komputasi yang dapat dikenakan. Platform tersebut dikembangkan Google bersama Samsung dan Qualcomm.
Selain desainnya yang keren, Gemini menjadi pusat interaksi pada perangkat ini. Pengguna dapat memberikan perintah suara, sementara kamera yang tertanam pada bingkai membantu asisten memahami benda atau situasi yang sedang dilihat.
Menjadi “otak” di dalamnya, Samsung menggunakan Snapdragon AR1 Gen 1 sebagai platform pemrosesnya. Chip dari Qualcomm itu dirancang untuk kacamata pintar dengan bentuk ringkas, termasuk untuk menangani fitur AI, konektivitas, kontrol sentuh, konsumsi daya, dan pengelolaan suhu.
Dalam penggunaan sehari-hari, pengguna dapat meminta petunjuk arah atau mencari tempat di sekitar tanpa membuka ponsel. Google menyebut sistem navigasinya dapat memberikan informasi dengan mempertimbangkan lokasi dan arah pandang pengguna.
Kamera pada kacamata juga memungkinkan Gemini mengenali tulisan atau objek di sekitar. Salah satu penerapannya adalah menerjemahkan percakapan, menu, maupun papan petunjuk secara langsung.
Ketersediaan fungsi tersebut tetap bergantung pada bahasa, negara, aplikasi, layanan, dan koneksi jaringan yang didukung. Samsung belum merinci fitur mana saja yang akan tersedia pada setiap pasar ketika perangkat diluncurkan.
Untuk komunikasi, kacamata dapat membacakan informasi penting, merangkum pesan panjang, mengelola panggilan, dan membantu pengguna mengirim pesan melalui perintah suara. Google menyatakan perangkat itu dirancang agar dapat terhubung dengan ponsel Android maupun iOS.
Kameranya juga dapat digunakan untuk mengambil foto dan video atau membagikan sudut pandang pengguna ketika melakukan panggilan. Dalam skenario kerja, perangkat dapat merekam informasi dari papan tulis atau percakapan rapat, lalu membantu menyusun poin penting ke Samsung Notes.
Integrasi tersebut mungkin memerlukan perangkat dan layanan Samsung yang kompatibel. Dengan demikian, tidak semua fungsi dipastikan tersedia bagi setiap pengguna atau pada seluruh ponsel yang terhubung.
Pengoperasian kacamata dapat dilakukan melalui suara atau sentuhan pada bagian bingkai. Samsung juga menyebut beberapa kontrol berbasis gestur akan memerlukan Galaxy Watch9.
Untuk baterai, Samsung mengklaim perangkat dapat digunakan hingga sembilan jam dalam sekali pengisian. Kotak penyimpanannya disebut mampu memberikan hingga tujuh kali pengisian penuh tambahan.
Angka tersebut masih berasal dari pengujian produsen. Daya tahan sebenarnya dapat berubah bergantung pada penggunaan kamera, akses Gemini, kondisi jaringan, pengaturan perangkat, dan intensitas pemakaian.
Samsung belum mengungkap kapasitas baterai, waktu pengisian, resolusi kamera, ruang penyimpanan, ataupun berat setiap model. Keterbatasan informasi itu membuat perbandingan teknis dengan kacamata pintar lain belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Dari sisi desain, Samsung berusaha membuat perangkat ini terlihat seperti kacamata biasa. Gentle Monster menampilkan bingkai hitam ramping dengan garis atas yang tegas, sedangkan desain Warby Parker menggunakan bingkai cokelat dengan bagian atas sedikit terangkat.
Menurut Samsung, bentuk kedua model dirancang dengan mempertimbangkan titik tekanan pada dahi dan telinga agar tetap nyaman dipakai dalam waktu lama. Klaim kenyamanan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengujian independen setelah produknya tersedia.
Keberadaan kamera pada kacamata pintar ini rupanya turut memunculkan persoalan privasi. Berdasarkan pengamatan The Verge terhadap unit yang dipamerkan, bagian depan kacamata dilengkapi lampu indikator ketika kamera merekam.
Seorang eksekutif Samsung juga menyatakan perangkat akan mencegah perekaman apabila sistem mendeteksi lampu indikator itu ditutup atau dihalangi. Efektivitas mekanisme tersebut dalam penggunaan nyata belum dapat dinilai.
Samsung menempatkan intelligent eyewear sebagai pelengkap ekosistem Galaxy, bukan pengganti ponsel. Smartphone tetap menjadi pusat konektivitas dan layanan, sedangkan kacamata menawarkan cara yang lebih cepat untuk berinteraksi dengan AI ketika pengguna sedang bergerak atau tidak dapat melihat layar.
Perangkat ini sekaligus menunjukkan arah baru persaingan wearable berbasis AI. Kamera, mikrofon, speaker, dan asisten multimodal mulai dipindahkan dari layar ponsel ke perangkat yang dapat digunakan sepanjang hari.
Meski demikian, sejumlah informasi penting masih belum tersedia. Harga, nama produk final, negara peluncuran, kompatibilitas perangkat, dukungan bahasa, dan kebijakan pemrosesan data akan menentukan posisi kacamata pintar Samsung ketika memasuki pasar.