- 8.8/10 (12 Reviews)

- sebulan lalu
Samsung resmi mengonfirmasi bahwa aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, akan segera dihentikan. Aplikasi yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu identitas khas ponsel Galaxy

Hedra.ID, Bandung - Telkom Indonesia kembali menggelar IT and Digital Summit atau ITD Summit 2026 di Bandung. Ajang ini menjadi ruang bagi TelkomGroup untuk menampilkan berbagai solusi digital dan kecerdasan buatan yang mulai digunakan dalam kebutuhan operasional.
Dalam keterangan resminya, Telkom menyebut ITD Summit 2026 menghadirkan area eksibisi yang melibatkan ekosistem TelkomGroup. Pameran tersebut menampilkan kapabilitas teknologi, infrastruktur digital, serta implementasi AI untuk kebutuhan internal dan eksternal.
Salah satu sorotan utamanya adalah Telkom AI Center of Excellence atau AI CoE. Melalui unit ini, TelkomGroup menampilkan beberapa implementasi AI, termasuk Telkom Legal Intelligence System atau TELIS dan BigBox AI.
Keduanya membawa pendekatan yang berbeda. TELIS diarahkan untuk membantu pekerjaan terkait dokumen legal dan kebijakan perusahaan. BigBox AI lebih berfokus pada pengelolaan data besar dan analisis untuk mendukung pengambilan keputusan.
TELIS merupakan aplikasi legal intelligence berbasis Cognitive AI. Telkom menyebut aplikasi ini dirancang untuk membantu pengelolaan, pencarian, dan analisis dokumen kebijakan perusahaan secara cepat dan kontekstual.
Dalam praktiknya, solusi seperti ini relevan untuk organisasi besar yang memiliki banyak dokumen, aturan internal, kontrak, atau kebijakan. Proses pencarian informasi legal biasanya memakan waktu karena membutuhkan ketelitian tinggi dan konteks yang tepat.
Dengan bantuan AI, pekerjaan tersebut bisa dibuat lebih efisien. Namun, hasil AI di area legal tetap perlu diperlakukan sebagai alat bantu, bukan pengganti keputusan manusia sepenuhnya, terutama untuk dokumen yang menyangkut kepatuhan, risiko, atau kewajiban hukum.
BigBox AI membawa fungsi yang berbeda. Telkom menyebut platform ini digunakan untuk membantu organisasi mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data agar pengambilan keputusan bisa lebih berbasis informasi.
Di ITD Summit 2026, BigBox AI disebut telah diimplementasikan oleh Bappeda Jawa Barat. Ini penting karena menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya diarahkan untuk perusahaan, tetapi juga bisa masuk ke kebutuhan pemerintahan daerah.
ITD Summit 2026 juga memperlihatkan bagaimana TelkomGroup mencoba mendorong kolaborasi lintas entitas. Telkom menyebut ada 24 use case digital yang dikembangkan oleh unit bisnis dan operating company di bawah TelkomGroup.
Beberapa anak usaha dan entitas seperti Telkomsel, Telin, Infomedia, Nuon, Digiserve, Finnet, Sigma, dan Telkom Akses ikut menampilkan inovasi masing-masing. Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak lagi cukup dikerjakan oleh satu unit teknologi saja.
Bagi perusahaan besar, tantangan digitalisasi sering kali bukan hanya pada teknologinya. Masalah yang lebih sulit justru ada pada data yang tersebar, sistem yang tidak saling terhubung, dan proses kerja yang masih berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, pameran lintas entitas seperti ini menjadi menarik. Jika solusi yang dikembangkan bisa saling terhubung dan benar-benar dipakai di operasional, nilainya akan lebih besar daripada sekadar demo teknologi.
Kehadiran TELIS dan BigBox AI menunjukkan bahwa penggunaan AI di Indonesia mulai bergerak ke area yang lebih praktis. AI tidak hanya dipakai untuk chatbot atau pembuatan konten, tetapi juga untuk pencarian dokumen, analisis data, otomasi proses, dan pengambilan keputusan.
Bagi bisnis di Indonesia, arah ini cukup relevan. Banyak perusahaan sudah memiliki data dalam jumlah besar, tetapi belum selalu mampu mengolahnya menjadi informasi yang bisa membantu keputusan bisnis.
Di sektor pemerintahan, tantangannya lebih kompleks. Data sering tersebar di banyak sistem, standar pengelolaan belum seragam, dan kebutuhan keamanan informasi lebih tinggi. Karena itu, solusi seperti BigBox AI baru akan terasa dampaknya jika dibarengi tata kelola data yang rapi.
Hal yang sama berlaku untuk TELIS. AI dapat membantu mempercepat pencarian dan ringkasan dokumen, tetapi organisasi tetap membutuhkan validasi manusia, standar keamanan, serta aturan yang jelas soal penggunaan data internal.
ITD Summit 2026 memperlihatkan satu hal penting: percakapan soal AI enterprise di Indonesia mulai bergeser dari sekadar tren ke penggunaan operasional. TelkomGroup mencoba menunjukkan bahwa AI bisa masuk ke pekerjaan sehari-hari yang selama ini banyak menyita waktu.
Namun, pekerjaan berikutnya jauh lebih menentukan. Solusi seperti TELIS dan BigBox AI perlu membuktikan manfaatnya secara konsisten di luar panggung acara, baik dari sisi efisiensi, akurasi, keamanan, maupun kesiapan pengguna.
Jika tahap itu berhasil dilewati, AI lokal punya peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari infrastruktur kerja perusahaan dan instansi di Indonesia, bukan hanya proyek inovasi yang berhenti setelah diperkenalkan.