
- 6 hari lalu
Samsung resmi mengonfirmasi bahwa aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, akan segera dihentikan. Aplikasi yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu identitas khas ponsel Galaxy

Hedra.ID, Seoul - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan langkah penting untuk meningkatkan keamanan pengguna di lini ponsel lipat generasi berikutnya. Berdasarkan laporan terbaru, fitur Scam Detection berbasis AI akan langsung hadir sejak awal (out of the box) di perangkat seperti Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8, hingga varian baru yang sementara disebut “Wide Fold”.
Berdasarkan informasi yang dilansir GSMArena, Senin (13/4/2026), bocoran ini terungkap dari kode dalam versi beta aplikasi Phone by Google, yang menunjukkan bahwa fitur tersebut akan ditenagai oleh teknologi AI Gemini, di mana merupakan model kecerdasan buatan milik Google yang kini semakin luas diintegrasikan ke berbagai perangkat Android.
Google sendiri sebelumnya telah lebih dulu menghadirkan Scam Detection di perangkat Pixel terbaru, termasuk Pixel 9 dan Pixel 10, di beberapa negara. Langkah Samsung ini menunjukkan bahwa fitur keamanan berbasis AI mulai menjadi standar baru di industri smartphone.
Bukan tidak mungkin, ke depan fitur seperti ini akan menjadi “mandatory feature”, layaknya face unlock atau fingerprint sensor saat ini.
Fitur Scam Detection sendiri dirancang untuk mengidentifikasi potensi penipuan saat pengguna menerima panggilan telepon. Dengan dukungan AI, sistem dapat menganalisis pola percakapan secara real-time dan memberikan peringatan jika terindikasi sebagai scam.
Saat ini, fitur ini baru tersedia secara terbatas di Amerika Serikat. Namun, dengan mulai munculnya integrasi di perangkat Samsung, ada sinyal kuat bahwa ekspansi ke pasar global sedang dipersiapkan
Kehadiran fitur seperti ini sangat relevan untuk Indonesia. Kenapa? Karena berdasarkan data dari berbagai lembaga, kasus penipuan digital, termasuk phishing, social engineering, hingga penipuan via telepon terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan jumlah pengguna smartphone yang telah menembus lebih dari 190 juta, Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Sayangnya, literasi keamanan digital masih menjadi tantangan, sehingga fitur berbasis AI seperti Scam Detection bisa menjadi solusi praktis untuk melindungi pengguna sehari-hari.
Jika Samsung benar-benar menghadirkan fitur ini secara global, dampaknya bisa signifikan, terutama bagi pengguna yang rentan terhadap modus penipuan berbasis komunikasi langsung.
Samsung diperkirakan akan memperkenalkan generasi terbaru ponsel lipatnya pada Juli mendatang melalui event Galaxy Unpacked. Selain inovasi desain dan performa, kehadiran fitur keamanan berbasis AI seperti Scam Detection berpotensi menjadi salah satu daya tarik utama.
Di tengah maraknya penipuan digital, inovasi seperti ini bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan kebutuhan. Integrasi AI dalam mendeteksi ancaman secara real-time bisa menjadi game changer dalam menjaga keamanan pengguna.
Jika benar hadir di pasar global, termasuk Indonesia, Samsung berpeluang besar memperkuat posisinya, tidak hanya sebagai inovator perangkat, tetapi juga sebagai pelindung pengguna di era digital.