
- 5 hari lalu
Smart hospital atau Rumah Sakit Pintar bergantung pada integrasi perangkat, SIMRS, standar data, dan tata kelola. Proyek UNSRI-RSMH memperlihatkan cara aliran itu dibangun.

Hedra.ID, Boston - Boston Dynamics menguji Spot sebagai pendamping kurir untuk membawa paket dari kendaraan menuju pintu rumah. Robot berkaki empat itu dilengkapi konveyor di punggungnya agar dapat mengangkut beberapa paket dan menurunkannya secara perlahan di lokasi tujuan. Proyek tersebut masih berupa demonstrasi menuju uji coba lapangan, bukan layanan pengiriman komersial yang sudah beroperasi.
Pengembangan ini menyasar bagian paling akhir dalam proses pengiriman, yakni perjalanan pendek dari kendaraan atau tepi jalan menuju pintu pelanggan. Meski jaraknya hanya puluhan meter, rute tersebut dapat mencakup tangga, jalan berbatu, halaman tidak rata, tempat sampah, pejalan kaki, hingga jalur yang terhalang benda lain.
“Batas terakhir otomatisasi logistik adalah 50 kaki terakhir,” kata Marco da Silva, Vice President dan General Manager Spot di Boston Dynamics melalui situs resminya, Selasa (14/7/2026). Menurutnya, banyak bagian di pusat distribusi dan fasilitas penyortiran telah diotomatisasi, tetapi perjalanan menuju pintu rumah masih sangat bergantung pada tenaga manusia.
Dalam video demonstrasinya, seorang pengemudi menempatkan dua paket di atas konveyor Spot. Robot kemudian berjalan menuju dua rumah berbeda, merendahkan tubuhnya, dan menurunkan setiap paket sebelum kembali ke kendaraan. Ketika Spot menjalankan tugas tersebut, pengemudi dapat menyiapkan kiriman berikutnya atau mengantar paket lain di sekitar lokasi.
Boston Dynamics memosisikan Spot sebagai pendamping, bukan pengganti pengemudi. Perusahaan memperkirakan penggunaan robot dapat mengurangi aktivitas berjalan dan membawa barang berulang kali, sekaligus memberi kurir waktu untuk menangani pekerjaan lain.
“Untuk setiap tiga paket yang dikirim melalui Spot, kami memperkirakan satu paket tambahan bisa dimasukkan ke kendaraan,” kata Paige Miller, Senior Staff Product Manager Spot. Perkiraan itu masih menjadi target Boston Dynamics dan belum merupakan hasil yang terverifikasi melalui operasi pengiriman rutin.
Prototipe konveyornya dirancang membawa dua paket berukuran sekitar 16 × 12 × 10 inci. Boston Dynamics memperkirakan ukuran tersebut dapat mencakup sedikitnya 60% paket dalam kendaraan pengiriman rata-rata, tetapi angka itu juga berasal dari perhitungan perusahaan dan masih perlu diuji bersama pelaku logistik.
Untuk menjaga barang tidak jatuh terlalu keras, konveyor dilengkapi sensor penghenti yang memungkinkan beberapa paket diturunkan secara terpisah. Baki kecil di ujungnya bergerak maju untuk memperlambat paket ketika diletakkan. Miller mengatakan timnya bahkan menguji mekanisme tersebut dengan mengirimkan sekotak telur untuk menilai kelembutan proses penurunan barang.
Tantangannya bukan hanya membawa paket. Spot harus bergerak secara aman di lingkungan yang tidak terstruktur, menghindari halaman dan tanaman, berinteraksi secara terprediksi di sekitar warga, serta menyesuaikan diri dengan bentuk rumah dan jalur masuk yang berbeda-beda.
Pada tahap awal, pengemudi kemungkinan masih mengarahkan robot menuju lokasi pengiriman. Rute tersebut kemudian dapat disimpan sehingga Spot bisa mengulang perjalanan secara otomatis ketika kembali ke alamat yang sudah dikenalnya. Boston Dynamics juga mempertimbangkan kehadiran operator jarak jauh untuk membantu apabila robot tersangkut atau menghadapi situasi yang tidak dapat diselesaikannya sendiri.
Perusahaan kini mencari mitra logistik dan telah berdiskusi dengan sejumlah perusahaan besar untuk menguji konsep tersebut. Target berikutnya adalah proyek percontohan yang menempatkan Spot dan pengemudi dalam satu alur kerja untuk menangani hingga 200 paket per hari, lima hari dalam seminggu. Hasil pilot akan dipakai untuk mengevaluasi navigasi, keselamatan, pembagian tugas dengan kurir, dan kemungkinan penerapannya dalam skala lebih besar.
Miller menilai pengujian di lapangan penting karena kebutuhan pengiriman tidak dapat sepenuhnya dipahami melalui eksperimen laboratorium. “Kami tidak ingin mengembangkan ini dalam ruang hampa,” ujarnya. Karena itu, kelanjutan proyek akan bergantung pada hasil kerja sama dengan perusahaan logistik, bukan hanya kemampuan Spot dalam demonstrasi yang telah ditampilkan.