- 8.8/10 (12 Reviews)

- 6 hari lalu
Belanja AI Big Tech terus membesar karena kebutuhan komputasi naik, tetapi investor mulai menunggu bukti bahwa infrastruktur mahal itu bisa menghasilkan imbal balik.

Hedra.ID, Jakarta - Untuk sebagian besar pelajar, laptop Windows biasa masih menjadi pilihan yang paling aman. Alasannya bukan karena ASUS Chromebook CM32 buruk, melainkan karena kebutuhan sekolah dan kuliah sering berubah. Aplikasi yang hari ini belum diperlukan bisa menjadi wajib pada semester berikutnya.
Chromebook CM32 lebih cocok untuk kelompok yang kebutuhannya sudah jelas: belajar melalui browser, menulis di Google Docs, mengakses Google Classroom, mengikuti kelas daring, membaca materi, dan memakai aplikasi Android ringan. Dalam pola seperti itu, bentuknya yang ringkas, ringan, dan bisa digunakan sebagai tablet justru punya daya tarik kuat.
ASUS membekali CM32 dengan layar sentuh 12,1 inci beresolusi 2.5K, refresh rate 120 Hz, keyboard yang dapat dilepas, serta dukungan stylus. Berat perangkat bersama keyboard sekitar 0,93 kg. Untuk pelajar yang setiap hari berpindah kelas atau membawa banyak buku, bobot tersebut dapat menjadi keuntungan yang benar-benar terasa.
Namun, komputer untuk belajar tidak cukup dinilai dari layar dan kemudahan dibawa. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah perangkat ini tetap dapat dipakai ketika tugas mulai lebih beragam?
Chromebook CM32 masuk akal bagi pelajar yang sebagian besar kegiatannya berlangsung di layanan web. Mengetik tugas, membuka banyak materi, menyimpan dokumen di Google Drive, mengikuti Google Meet atau Zoom, memakai WhatsApp Web, dan menonton video pembelajaran berada dalam wilayah penggunaan yang memang cocok untuk ChromeOS.
Dalam pengujian The Indian Express selama sekitar dua minggu, varian dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB dapat menangani pekerjaan tersebut tanpa hambatan berarti. Perlambatan baru mulai muncul ketika jumlah tab sengaja didorong terlalu banyak. Baterainya juga bertahan sekitar delapan jam dalam pola penggunaan reviewer, sehingga secara teoritis cukup untuk menemani satu hari kelas.
Bentuk detachable memberi CM32 fungsi yang tidak selalu tersedia pada laptop Windows murah. Layarnya dapat dilepas dari keyboard dan digunakan seperti tablet. Stylus-nya bisa dipakai untuk menulis catatan, memberi anotasi pada dokumen, atau menandai materi pelajaran.
Keuntungan ini paling terasa ketika perangkat digunakan di atas meja. The Indian Express menilai keyboard CM32 cukup nyaman untuk mengetik, tetapi dudukan belakangnya kurang stabil saat diletakkan di pangkuan. Jadi, meskipun tampil seperti gabungan tablet dan laptop, CM32 tidak selalu senyaman laptop konvensional dalam semua posisi.
ChromeOS juga relatif mudah dipahami. Sistem melakukan pembaruan secara otomatis dan terhubung erat dengan layanan Google. Bagi pelajar yang belum terbiasa mengelola komputer, kesederhanaan ini bisa mengurangi kerepotan. Namun, kemudahan tersebut baru menjadi keuntungan jika semua aplikasi yang dibutuhkan memang tersedia di web, Android, atau ChromeOS.
Perbedaan terbesar Chromebook bukan pada tugas-tugas ringan, melainkan pada aplikasi yang tidak tersedia untuk ChromeOS. CM32 tidak dapat menjalankan program Windows atau macOS secara langsung.
Sebagian pekerjaan memang bisa dialihkan ke versi web atau aplikasi Android, tetapi hasilnya tidak selalu setara. Tidak semua aplikasi Android dirancang dengan baik untuk layar besar, sementara program khusus sekolah, kampus, atau jurusan tertentu mungkin hanya tersedia di Windows.
Risiko ini lebih kecil bagi siswa yang hanya memakai perangkat untuk dokumen, presentasi dasar, kelas daring, dan pencarian informasi. Sebaliknya, laptop Windows lebih aman untuk mahasiswa atau pelajar yang berpotensi belajar pemrograman, desain, teknik, pengolahan data, akuntansi, editing, atau bidang lain yang mengandalkan aplikasi desktop tertentu.
Konektivitas CM32 juga perlu diperhitungkan. Perangkat ini hanya memiliki satu port USB-C dan jack audio. Menghubungkan flash drive, mouse, layar eksternal, atau perangkat lain sambil mengisi daya kemungkinan membutuhkan hub atau adaptor tambahan. Laptop Windows biasa umumnya memberi lebih banyak pilihan port.
Perbandingan harga India menunjukkan mengapa CM32 bukan pilihan yang otomatis lebih hemat. ASUS mencantumkan varian dasar 4 GB/64 GB seharga ₹37.990. Dengan kurs sekitar Rp189,30 per rupee, nilainya setara kurang lebih Rp 7,19 juta.
Sementara itu, varian 8 GB/128 GB yang diuji The Indian Express dijual sekitar ₹48.999 atau setara kurang lebih Rp9,28 juta. Reviewer tersebut tidak merekomendasikan versi 4 GB/64 GB karena kapasitas memori dan penyimpanannya terlalu mudah menjadi batas apabila perangkat ingin digunakan selama beberapa tahun.
Karena itu, nilai CM32 bukan berasal dari spesifikasi komputasi atau kapasitas penyimpanan terbaik. Nilainya berada pada layar, portabilitas, stylus, dan kemudahan ChromeOS. Bagi pengguna yang tidak membutuhkan kelebihan tersebut, laptop Windows memberi ruang penggunaan yang lebih luas.
Google saat ini mencantumkan Juni 2030 sebagai akhir pembaruan otomatis untuk ASUS Chromebook CM32. Perangkat tidak langsung berhenti bekerja setelah tanggal itu, tetapi pembaruan sistem dan keamanan tidak lagi berjalan dengan pola yang sama.
Hal ini penting bagi pelajar yang membeli perangkat pada 2026 dan berharap menggunakannya sampai akhir sekolah atau kuliah. Masa pakai efektif CM32 perlu disesuaikan dengan berapa lama perangkat tersebut akan dipertahankan.
Laptop Windows juga tidak kebal dari usia perangkat, penurunan baterai, atau berakhirnya dukungan sistem. Namun, pilihan perangkat, kapasitas penyimpanan, kompatibilitas aplikasi, dan jalur servisnya biasanya lebih luas.
ASUS Chromebook CM32 paling cocok untuk siswa yang sudah yakin bahwa aktivitas belajarnya berpusat pada browser dan layanan Google. Perangkat ini juga menarik bagi pengguna yang lebih memprioritaskan bobot ringan, layar sentuh, dan pencatatan dengan stylus daripada kapasitas penyimpanan atau kebebasan memasang program.
Untuk penggunaan seperti itu, konfigurasi 8 GB/128 GB lebih layak dipilih. Versi 4 GB/64 GB terlalu berisiko cepat terasa sempit, terutama jika perangkat ingin digunakan selama beberapa tahun.
Laptop Windows lebih cocok untuk mahasiswa, pelajar SMK, calon programmer, pengguna aplikasi desain atau teknik, serta keluarga yang hanya ingin membeli satu komputer tanpa harus memetakan seluruh kebutuhan software sejak awal.
Intinya, untuk sebagian besar pelajar, laptop Windows biasa adalah pilihan yang lebih aman. Namun ASUS Chromebook CM32 layak dipilih ketika kebutuhannya benar-benar sudah jelas, ringan, dan berbasis browser.
CM32 bukan pengganti universal untuk laptop Windows. Ia bisa menjadi perangkat belajar yang menyenangkan dan praktis, tetapi hanya bagi pelajar yang memahami batasnya sebelum membeli.
Apakah nantinya perangkat ini bakal masuk ke Indonesia? Kita lihat saja nanti.